Empat Siswa SMPN 01 Sanggau Raih Medali Emas di Ajang Internasional

"Yang mencakup kebiasaan belajar, interaksi sosial, serta perkembangan karakter peserta didik,” katanya, Jumat 3 April 2026.

Tayang:
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
FOTO BERSAMA - Empat pelajar SMPN 01 saat foto bersama guru pembimbingnya Wiwin Asriningrum usai mengikuti ajang Youth International Science Fair (YISF) tahun 2026 tingkat Internasional via zoom di gedung Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Selasa 31 Maret 2026. 
Ringkasan Berita:
  • Guru pembimbing pelajar SMPN 01 Sanggau, Wiwin Asriningrum menyampaikan bahwa permasalahan ini menjadi fokus penting dalam kajian life science, khususnya pada aspek perilaku manusia (human behavior). 
  • Untuk menjawab tantangan tersebut lanjutnya, dikembangkan inovasi Kotak Literasi Adat, yaitu media pembelajaran berbasis budaya lokal yang mengintegrasikan literasi dengan pendidikan karakter.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Empat pelajar SMPN 01 Sanggau kembali meraih prestasi di pada ajang Youth International Science Fair (YISF) tahun 2026 tingkat internasional. Sebelumnya juga meraih prestasi tingkat nasional. 

Ajang ini diikuti 304 sekolah dari berbagai negara seperti Amerika Serikat, Indonesia, Thailand, Brazil, Korea Selatan, Hongkong, Tiongkok, India, dan Turki pada Selasa 31 Maret 2026. Karya ilmiah berjudul “Kotak Literasi Adat: The Synergy of Culture and Character” yang disusun empat pelajar SMPN 01 yaitu Nadisa Salwa, Ulim Arion Rotua Simanjuntak, Faiza Adzkia, dan Kaleb Antang Tidore Bawatji, sukses menyabet medali emas. 

Guru pembimbing pelajar SMPN 01 Sanggau, Wiwin Asriningrum menyampaikan bahwa permasalahan ini menjadi fokus penting dalam kajian life science, khususnya pada aspek perilaku manusia (human behavior). 

"Yang mencakup kebiasaan belajar, interaksi sosial, serta perkembangan karakter peserta didik,” katanya, Jumat 3 April 2026.

Untuk menjawab tantangan tersebut lanjutnya, dikembangkan inovasi Kotak Literasi Adat, yaitu media pembelajaran berbasis budaya lokal yang mengintegrasikan literasi dengan pendidikan karakter.

Polres Sanggau Tangkap Dua Warga Kapuas, Amankan Barang Bukti Sabu dari Tersangka

Wiwin mengatakan, karya ilmiah yang dilatarbelakangi rendahnya minat baca dan penguatan karakter siswa di lingkungan sekolah tersebut mendapat dukungan penuh dari Kepala SMPN 01 Sanggau, Syaparani. 

Metode yang digunakan adalah eksperimen dan penelitian ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam frekuensi membaca, partisipasi kegiatan literasi, serta perkembangan karakter siswa. Seperti tanggung jawab, kerja sama, komunikasi, dan percaya diri. 

“Hal ini membuktikan bahwa pendekatan berbasis kearifan lokal mampu memberikan dampak positif terhadap perkembangan perilaku dan kebiasaan belajar siswa,” ujarnya.

Keberhasilan inovasi ini, sejalan dengan program pemerintah dalam penguatan literasi dan karakter, seperti Profil Pelajar Pancasila dan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, serta menunjukkan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

Dengan landasan ilmiah yang kuat, hasil yang terukur, serta dampak yang berkelanjutan, karya ini berhasil meraih Gold Medal kategori Life Science pada ajang Youth International Science Fair (YISF) tahun 2026. 

"Sebagai bentuk apresiasi terhadap inovasi pendidikan berbasis budaya yang mampu membentuk generasi unggul dan berkarakter,” pungkasnya. (*)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved