ABK KM Dharma Ferry II yang Terseret Arus Ditemukan Meninggal

Tim SAR gabungan yang menerima laporan segera melakukan operasi pencarian sejak hari pertama dengan menyisir area sungai menggunakan

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
EVAKUASI JENAZAH - Tim SAR gabungan mengevakuasi jasad ABK KM Dharma Ferry II yang ditemukan mengapung di perairan Pelabuhan Sukabangun, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Senin 23 Februari 2026 pagi. Korban ditemukan sekitar 0,8 mil laut dari lokasi awal tenggelam setelah tiga hari pencarian. 

Ringkasan Berita:
  • Jenazah korban ditemukan mengapung sekitar 0,8 nautical mile (NM) atau kurang lebih 1,5 kilometer ke arah hilir dari titik awal kejadian.
  • Dalam waktu singkat, korban terlihat sudah berada di permukaan air dan berusaha meraih tali yang menggantung di lambung kapal.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Upaya pencarian terhadap Anak Buah Kapal (ABK) KM Dharma Ferry II yang dilaporkan jatuh ke Sungai Delta Pawan akhirnya membuahkan hasil.

Korban bernama Ahmad Khoirudin ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada hari ketiga operasi SAR, Senin 23 Februari 2026.

Jenazah korban ditemukan mengapung sekitar 0,8 nautical mile (NM) atau kurang lebih 1,5 kilometer ke arah hilir dari titik awal kejadian.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pontianak, I Made Junetra, mengungkapkan peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu 21 Februari 2026 sekitar pukul 17.56 WIB.

Saat itu korban berada di bagian bawah kapal, tepatnya di dekat pintu sebelah kiri.

Dalam waktu singkat, korban terlihat sudah berada di permukaan air dan berusaha meraih tali yang menggantung di lambung kapal.

Kisah Haru Bayi Srikandi: Ditemukan di Kebun Sawit Ketapang Kini Sehat dan Siap Memulai Hidup Baru

"ABK yang melihat kejadian tersebut langsung berusaha memberikan pertolongan dengan melemparkan life buoy, namun tidak terjangkau oleh korban," ujarnya saat dikonfirmasi Tribunpontianak.co.id, Selasa 24 Februari 2026.

Pihak KM Dharma Ferry kemudian menurunkan sekoci untuk melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian. Namun upaya awal tersebut belum membuahkan hasil.

Tim SAR gabungan yang menerima laporan segera melakukan operasi pencarian sejak hari pertama dengan menyisir area sungai menggunakan perahu karet serta melakukan pemantauan dari darat.

Hingga akhirnya, pada hari ketiga pencarian, korban ditemukan mengapung di atas permukaan air.

Korban ditemukan sekitar 0,8 nautical mile (NM) atau kurang lebih 1,5 kilometer ke arah hilir dari lokasi kejadian awal, saat ditemukan, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia.

Setelah dievakuasi, jenazah korban langsung dibawa dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses selanjutnya.

I Made Junetra mengimbau kepada seluruh pengguna jasa transportasi air dan ABK Kapal agar selalu berhati-hati dan mematuhi prosedur keselamatan selama berada di atas kapal.

"Keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Kami mengingatkan agar selalu menggunakan alat keselamatan dan waspada terhadap kondisi sekitar, terutama saat berada di area terbuka kapal," pungkasnya. (*)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved