Bupati Satono Dorong Sambas Jadi Kekuatan Pangan di Perbatasan
Bupati Sambas Satono terus memperkuat kerja sama pangan lintas negara dimulai dari wilayah perbatasan Kabupaten Sambas
Penulis: Imam Maksum | Editor: Try Juliansyah
Ringkasan Berita:
- Bupati Satono menegaskan, kawasan terdepan tidak boleh hanya menjadi simbol kedaulatan tetapi harus berfungsi nyata sebagai pusat produksi dan kekuatan pangan.
- Gagasan itu disampaikan Satono dalam Seminar Internasional dan Upgrading Da’i yang diikuti dai enam negara di Aula Utama Kantor Bupati Sambas selama 7-9 April 2026. Seminar mengusung tema ketahanan pangan di beranda Negara, strategi membangun kedaulatan dari daerah perbatasan.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Bupati Sambas Satono terus memperkuat kerja sama pangan lintas negara dimulai dari wilayah perbatasan Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Kamis 9 April 2026.
Bupati Satono menegaskan, kawasan terdepan tidak boleh hanya menjadi simbol kedaulatan tetapi harus berfungsi nyata sebagai pusat produksi dan kekuatan pangan.
Gagasan itu disampaikan Satono dalam Seminar Internasional dan Upgrading Da’i yang diikuti dai enam negara di Aula Utama Kantor Bupati Sambas selama 7-9 April 2026. Seminar mengusung tema ketahanan pangan di beranda Negara, strategi membangun kedaulatan dari daerah perbatasan.
Narasumber seminar ini diantaranya Wakil Menteri Dalam Negeri Irjen Pol Dr Akhmad Wiyagus, Menteri Industri Makanan, Komoditi, dan Pembangunan Wilayah Sarawak YB Dato Sri Dr Stephen Rundi Anak Utom, Bupati Satono, serta Konsul Jenderal Republik Indonesia di Kuching, Dr Abdullah Zulkifli.
Bupati Satono menekankan, posisi Sambas yang berbatasan langsung dengan Malaysia merupakan kekuatan strategis yang harus dimaksimalkan. Terlebih, kapasitas produksi pangan daerah dinilai sangat memadai.
Satono merincikan, produksi beras Sambas pada 2025 tercatat sekitar 121.057 ton, jauh melampaui kebutuhan konsumsi masyarakat yang berada di kisaran 50 ribu hingga 60 ribu ton per tahun.
"Surplus sekitar 62 ribu ton ini menjadi modal konkret untuk memperkuat peran perbatasan sebagai penyangga pangan," ucap Bupati Satono.
Baca juga: Persiapkan Mental dan Fisik Jemaah, Kemenhaj Sambas Gelar Manasik Haji
Melihat kondisi ini, Bupati Satono membuka peluang pemenuhan kebutuhan beras di wilayah Jiran dari daerah terdekat seperti Sambas, dengan tetap berpedoman pada regulasi yang berlaku.
Satono juga menilai, di tengah ketidakpastian global, kolaborasi antarwilayah bertetangga menjadi langkah rasional dan strategis.
“Perbatasan jangan hanya dilihat sebagai garis pemisah, tetapi juga ruang kerja sama yang bisa saling menguatkan,” kata Bupati Satono.
Dia juga mengingatkan, keunggulan geografis harus diiringi peningkatan kualitas hasil pertanian agar mampu bersaing. Ia mendorong keterlibatan seluruh elemen pemerintah, Forkopimda, TNI, Polri, Bulog, penyuluh, hingga petani dalam memperkuat ekosistem pertanian secara terpadu. (*)
- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!
| Tawarkan Sensasi Ambil Sendiri, Makan Lahap Hadirkan Pengalaman Makan Berbeda |
|
|---|
| Dukung Kesejahteraan Driver, Warga Tetap Soroti Risiko Kenaikan Tarif Ojol |
|
|---|
| Tangis Iringi Pemakaman Militer Praka Anumerta Aprianus di Sintang |
|
|---|
| DPRD Kota Pontianak Sambut Baik Kebijakan Penurunan Potongan Ojol Maksimal 8 Persen |
|
|---|
| Seorang Pria Meninggal Dunia Laka Lantas di Bengkayang, Diduga Ditabrak Truk dan Pelaku Kabur |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/edaulatan-dari-daerah-perbatasan-Satono-meny.jpg)