Alasan Bupati Kubu Raya Sujiwo Mendadak Dirawat di RSUD TBSI KKR, Ada Apa?

Setelah mendapatkan perawatan itu, ia pun kembali melanjutkan aktivitas seperti biasanya.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Ferlianus Tedy Yahya
SUJIWO DIRAWAT - Bupati Kubu Raya, Sujiwo tampak terbaring mengenakan alat nebulizer untuk mengubah obat cair menjadi uap/kabut halus (seperti di oksigen), di RSUD TBSI Kubu Raya, Kamis 29 Januari 2026 malam. Ini alasan Sujiwo tiba-tiba mendapat perawatan medis di RSUD TBSI Kubu Raya. 

Ringkasan Berita:
  • Perawatan itu dilakukan di tengah padatnya aktivitas politikus 56 tahun itu ikut serta melakukan proses pemadaman api yang melanda beberapa daerah di Kubu Raya baru-baru ini.
  • Ia terpaksa harus mendapat perawatan Nebulisasi.
  • Diketahui, Nebulisasi merupakan prosedur terapi inhalasi menggunakan alat nebulizer untuk mengubah obat cair menjadi uap/kabut halus (seperti di oksigen).

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Bupati Kubu Raya, Sujiwo mendadak dilarikan ke RSUD Tuan Besar Syarif Idrus (TBSI) Kubu Raya pada Kamis 29 Januari 2026 malam WIB.

Ia terpaksa harus mendapat perawatan Nebulisasi.

Diketahui, Nebulisasi merupakan prosedur terapi inhalasi menggunakan alat nebulizer untuk mengubah obat cair menjadi uap/kabut halus (seperti di oksigen).

Setelah mendapatkan perawatan itu, ia pun kembali melanjutkan aktivitas seperti biasanya.

Alasan Sujiwo Dirawat Medis

Perawatan itu dilakukan di tengah padatnya aktivitas politikus 56 tahun itu ikut serta melakukan proses pemadaman api yang melanda beberapa daerah di Kubu Raya baru-baru ini.

Saat dikonfirmasi, Direktur RSUD TBSI Kabupaten Kubu Raya, dr. Asep Ahmad Saifullah, mengatakan nebulisasi ini perlu untuk dilakukan agar kestabilan kesehatan Sujiwo tetap terjamin.

"Tadi Bupati memang agak sesak dan perlu dilakukan nebulisasi agar pernapasannya kembali plong dan itu baik untuk beliau sehingga oksigen dalam tubuhnya normal dan oksigen di otak juga tercukupi," jelasnya.

Diduga Kelelahan, Bupati Sujiwo Sempat Terima Penanganan Medis di RSUD TBSI Kubu Raya

Ia juga menjelaskan bahwa salah satu yang menjadi faktor Bupati harus menerima perawatan ini karena kelelahan.

"Ya, sangat mungkin. Beliau aktivitasnya banyak, gak kenal waktu. Sebenarnya memang kurang baik untuk kesehatan. Aktivitas, olahraga, dan istirahat itu harus seimbang," ungkapnya.

Selain itu, faktor lainnya yang juga dapat memicu sesak menurutnya karena terlalu banyak menghirup asap akibat karhutla yang ia tangani beberapa waktu lalu.

"Sebenarnya memang itu kondisi yang membahayakan, tapi kita bantu doa dan bantu ingatkan pak istirahat, gitu," ujarnya sembari tersenyum.

Kendati demikian, dr. Asep memastikan secara keseluruhan kondisi kondisi Bupati Sujiwo masih dalam keadaan baik dan hanya perlu beristirahat.

Sebagaimana diketahui, Sujiwo dikenal dengan gaya kepemimpinannya yang cekatan dalam menjalankan berbagai program kerjanya sebagai kepada daerah.

Ia bahkan hampir tidak pernah mengambil jatah libur.

Bupati Sujiwo Sebut Laporan Karhutla di Kubu Raya Kian Meningkat, Upayakan Langkah Preventif

Kesehariannya disibukkan dengan berbagai agenda yang menyasar langsung kepada kepentingan masyarakat. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved