Pemkab Sanggau Miliki 671 Posyandu yang Tersebar di Semua Kecamatan
Stepanus Jonedi menyampaikan bahwa berdasarkan data tahun 2025, Dinkes Sanggau miliki 671 Posyandu balita
Penulis: Hendri Chornelius | Editor: Try Juliansyah
Ringkasan Berita:
- Stepanus Jonedi menyampaikan bahwa berdasarkan data tahun 2025, Dinkes Sanggau miliki 671 Posyandu balita yang tersebar di 15 Kecamatan di seluruh Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.
- Sementara untuk Posyandu remaja berjumlah 84 Posyandu yang tersebar di 15 Kecamatan di 12 Puskesmas dengan rata-rata 7 Posyandu setiap Puskesmas.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Sanggau, Stepanus Jonedi menyampaikan bahwa berdasarkan data tahun 2025, Dinkes Sanggau miliki 671 Posyandu balita yang tersebar di 15 Kecamatan di seluruh Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.
"Setiap Desa dan Kelurahan rata-rata kita memiliki lebih dari 3 Posyandu. Untuk Posyandu usia produktif atau Posbindu terpadu Penyakit Tidak Menular (PTM) berjumlah 156 Posbindu yang tersebar di 15 kecamatan di 19 Puskesmas di Kabupaten Sanggau dengan rata-rata 1 Posbindu setiap Desa dan Kelurahan,"katanya, kemarin.
Sementara untuk Posyandu remaja berjumlah 84 Posyandu yang tersebar di 15 Kecamatan di 12 Puskesmas dengan rata-rata 7 Posyandu setiap Puskesmas.
"Dan untuk posyandu lansia berjumlah 379 Posyandu yang tersebar di 15 Kecamatan di 19 Puskesmas,"jelasnya.
Untuk dapat mencapai Posyandu siklus hidup yang aktif dan target Kementrian Kesehatan tentang transformasi layanan primer Posyandu siklus hidup serta target Dinkes Posyandu aktif, tidak dapat dilakukan oleh satu pihak atau satu program saja.
Baca juga: Sat Binmas Polres Sanggau Gelar Penerangan Keliling dan Sambang Warga Tekan Potensi Gangguan
Oleh karenanya, Stepanus mengajak semua pihak bersama-sama, bahu-membahu dan bekerjasama lintas sektoral, lintas bidang dan lintas program Kesehatan untuk dapat mencapai Posyandu siklus hidup yang aktif untuk mewujudkan kesehatan masyarakat.
"Khususnya layanan dasar Masyarakat menurunkan angka kematian ibu dan balita, ibu hamil terlayani standar, remaja bebas dari bahaya Napza, usia produktif terhindar dari penyakit PTM dan sehat jiwa serta Lansia sehat di hari tua, serta tercapainya desa mandiri,"pungkasnya. (*)
- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!
| Tembus 3 Besar Kampus Terbaik Versi SINTA, Universitas PGRI Pontianak Cetak Prestasi Gemilang |
|
|---|
| Sabu dan Ekstasi Diblender, Kejari Sambas Musnahkan Barang Bukti dari Puluhan Perkara Inkrah |
|
|---|
| Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala Minta PKS Beli TBS Sawit Sesuai Harga Ketentuan Provinsi |
|
|---|
| BBM Mahal! Pengusaha Air Galon di Sambas Kalbar Mengeluh Untung Kian Menipis |
|
|---|
| Kenaikan Harga Pertamax Bikin Sopir Travel Sambas Gigit Jari, Tarif Penumpang Terancam Naik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/arakat-Kesmas-Dinas.jpg)