Harga BBM Terkini
BBM Mahal! Pengusaha Air Galon di Sambas Kalbar Mengeluh Untung Kian Menipis
"Kalau Pertalite habis, mau tidak mau harus pakai Pertamax. Dengan harga sekarang mencapai Rp16 ribuan per liter tentu sangat memberatkan"
Penulis: Imam Maksum | Editor: Syahroni
Ringkasan Berita:
- Kenaikan harga Pertamax menjadi Rp16.250 per liter dikeluhkan pelaku usaha kecil di Sambas, salah satunya pengusaha air galon isi ulang yang mengaku biaya operasional dan distribusi meningkat saat terpaksa menggunakan Pertamax karena stok Pertalite kosong.
- Pelaku usaha berharap pasokan Pertalite diperbanyak, karena penggunaan Pertamax secara terus-menerus membuat keuntungan usaha menipis, bahkan sebagian besar pendapatan hanya cukup untuk menutupi biaya produksi dan bahan bakar.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS – Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax RON 92 menjadi Rp16.250 per liter di sejumlah SPBU menuai keluhan dari warga Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat.
Salah satu yang merasakan dampaknya adalah Paisal Tanjung, pengusaha air galon isi ulang di Sambas yang sehari-hari mengandalkan kendaraan pick up untuk mendistribusikan air kepada pelanggan.
Baca juga: Kabar Buruk untuk Pengendara di Ketapang Kalbar, Harga Oli, Ban dan Gir Motor Kompak Meroket
Paisal mengaku selama ini lebih sering menggunakan BBM subsidi Pertalite untuk menunjang aktivitas usahanya.
Namun ketika stok Pertalite kosong di SPBU, dirinya terpaksa beralih menggunakan Pertamax yang kini harganya jauh lebih mahal.
"Kalau Pertalite habis, mau tidak mau harus pakai Pertamax. Dengan harga sekarang mencapai Rp16 ribuan per liter tentu sangat memberatkan," ujar Paisal, Rabu 10 Juni 2026.
Menurutnya, kenaikan harga Pertamax berdampak langsung terhadap biaya operasional usaha yang dijalankannya.
Sebab, kendaraan pick up yang digunakan untuk mengangkut air galon membutuhkan pasokan bahan bakar setiap hari.
Paisal memperkirakan kebutuhan BBM untuk kendaraan distribusinya mencapai sekitar 10 liter per hari.
Dengan harga Pertamax yang melonjak, pengeluaran harian untuk bahan bakar otomatis ikut meningkat.
Baca juga: Harga Pertamax Naik, Warga Sanggau Khawatir Antrean BBM Subsidi Kembali Membludak
"Semakin besar pengeluaran sementara pemasukan tetap. Biaya distribusi naik, tapi harga jual air galon tidak bisa langsung dinaikkan," katanya.
Ia menjelaskan, kondisi tersebut membuat margin keuntungan usaha semakin menipis.
Bahkan ketika dalam beberapa hari stok Pertalite sulit didapat dan harus terus menggunakan Pertamax, keuntungan yang diperoleh nyaris habis untuk menutupi biaya produksi.
"Kalau sesekali masih bisa ditanggung. Tapi kalau setiap hari pakai Pertamax, capek kerja karena untungnya kecil sekali," ungkapnya.
Paisal menyebut situasi itu juga berpotensi menurunkan omzet usaha, terutama bagi pelaku usaha kecil yang sangat bergantung pada kendaraan operasional untuk distribusi barang kepada pelanggan.
Baca juga: Harga Tiket Melambung, Traveler Kubu Raya: Sekarang Liburan Harus Direncanakan Jauh-Jauh Hari
Dengan nada bercanda menggunakan istilah khas masyarakat Sambas, ia menggambarkan kondisi usahanya saat ini.
Pertamax
harga BBM
BBM Naik
SPBU Sambas
sambas kalimantan barat
Pertalite
Pengusaha Air Galon
Biaya Operasional
| Harga Pertamax Naik, Warga Sanggau Khawatir Antrean BBM Subsidi Kembali Membludak |
|
|---|
| Kenaikan Harga Pertamax Bikin Sopir Travel Sambas Gigit Jari, Tarif Penumpang Terancam Naik |
|
|---|
| Pertamax Naik, Komunitas Offroad Pontianak: Jangan Sampai Harga Naik, Tapi Stok BBM Kosong |
|
|---|
| Tak Mampu Lagi Pakai Pertamax, Curhat Warga Mempawah Usai Harga BBM Naik Tajam |
|
|---|
| BBM Non Subsidi Naik Warga di Kapuas Hulu Mengeluh, Pengganti Pertamax Beralih ke Pertalite |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/harga-pertamax-sambas-123356.jpg)