PCNU Sintang dan MABM Jalin Silaturahim untuk Perkuat Sinergi Keumatan dan Kebudayaan
Menurutnya, sinergi antar organisasi sangat penting dalam mendukung fungsi kemasyarakatan pemerintah daerah.
Penulis: Agus Pujianto | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sintang menggelar acara silaturahim dengan Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Kabupaten Sintang dalam upaya mempererat sinergi antar organisasi keumatan dan kebudayaan.
Acara ini turut dihadiri oleh Rois Syuriah dan Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Kalimantan Barat.
Dalam sambutannya, Rois Syuriah PCNU Sintang, Edi Sunaryo menekankan bahwa kegiatan silaturahim ini bertujuan untuk membangun peran umat, khususnya umat Islam, agar semakin aktif berkontribusi terhadap kemaslahatan masyarakat secara luas.
“Kita ingin peran umat, khususnya umat Islam, bisa lebih besar dan nyata dalam membangun masyarakat yang sejahtera dan harmonis,” ujar kata Edi.
Ketua MABM Kabupaten Sintang, H. Abdurani, menyambut baik kegiatan ini. Ia menjelaskan bahwa struktur organisasi MABM terdiri dari Dewan Pemangku Adat, Dewan Penasehat, dan Dewan Pengurus Harian.
Menurutnya, sinergi antar organisasi sangat penting dalam mendukung fungsi kemasyarakatan pemerintah daerah.
“Silahturahim seperti ini menjadi fondasi penting untuk membangun kolaborasi lintas organisasi. Kita ingin bersama-sama mendukung pemerintah dalam membangun Sintang yang beradab dan harmonis,” jelas Abdurani.
Sementara itu, Ketua Tanfidziyah PWNU Kalbar, Prof. Dr. KH Syarif, MA, mengapresiasi keterbukaan dan toleransi masyarakat Melayu yang menjadi modal sosial penting dalam membangun masyarakat yang inklusif di Kabupaten Sintang.
Baca juga: PWNU Kalbar Launching Ponpes Modern An-Nahdliyah dan LP Maarif NU di Sintang
Ia juga berharap NU Sintang dapat dilibatkan dalam berbagai agenda MABM, terutama dalam bidang pendidikan dan pengelolaan aset yang bermanfaat bagi umat.
“NU memiliki tanggung jawab keumatan, termasuk dalam bidang pendidikan dan pengelolaan aset. Kami berharap ada sinergi yang baik antara NU dan MABM ke depan,” pesan Prof. Syarif.
Rois Syuriah PWNU Kalbar, Muhammad Ismail Ghofur, menambahkan bahwa masyarakat Melayu memiliki peran strategis dalam membangun keumatan di Sintang.
“Oleh karena itu, NU sangat terbuka terhadap arahan dan masukan dari para tokoh adat maupun agama di daerah ini,” jelasnya. (*)
- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!
| GOW Sintang Periode Baru Dimulai, Bupati Bala Janjikan Dukungan Pemerintah Daerah |
|
|---|
| Ditresnarkoba Polda Kalbar Gagalkan Peredaran Narkoba Miliaran Rupiah, 32 Tersangka Diamankan |
|
|---|
| Putri Pontianak Rahma Anggit Khairunnisa Dinobatkan sebagai Duta Bahasa Terbaik Kalbar 2026 |
|
|---|
| PLN Pasok Listrik 865 kVA untuk Industri Sawit di Sekadau, Perkuat Pertumbuhan Ekonomi Kalbar |
|
|---|
| Profil Mandor: Kecamatan dengan 17 Desa yang Menjaga Eksistensi Sejarah Makam Juang Kalimantan Barat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/ACARA-SILAHTURAHMI-310825.jpg)