SMA Kristen Talenta Singkawang Jadi Simbol Ketulusan Guru Mengajar dan Semangat Anak Bangsa Belajar

Tahun ajaran baru 2025, sekolah yang berada di bawah naungan Gereja Protestan di Barat (GPB) ini hanya menerima tiga siswa baru.

Penulis: Widad Ardina | Editor: Syahroni
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID
BELAJAR MENGAJAR - Seorang guru tengah membimbing tiga siswa SMA Kristen Talenta Singkawang belajar, Kamis 28 Agustus 2025. Jam belajar di SMA Kristen Talenta dimulai pada pukul 13.00 hingga 17.00 WIB. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG – Suasana hening terasa begitu kental di SMA Kristen Talenta Singkawang.

Deretan bangku kosong kini lebih banyak daripada yang terisi. 

Tahun ajaran baru 2025, sekolah yang berada di bawah naungan Gereja Protestan di Barat (GPB) ini hanya menerima tiga siswa baru.

Kondisi ini sempat menimbulkan rasa canggung bagi Rehan, salah satu siswa kelas 10.

“Pas pertama masuk agak canggung, karena lingkungan di sini sepi,” ujarnya dengan jujur.

Namun seiring waktu, Rehan justru menemukan kenyamanan belajar di sekolah kecil ini.

Menurutnya, suasana yang tenang membuat dirinya lebih mudah memahami pelajaran.

Baca juga: Pembangunan Dapur SPPG Polri Polres Singkawang Capai 70 Persen, Siap Layani Ribuan Penerima Manfaat

“Kalau di sini enaknya nggak terganggu pas belajar. Karena suasananya tidak ramai, jadi lebih fokus,” tambahnya.

Jam belajar di SMA Kristen Talenta dimulai pada pukul 13.00 hingga 17.00 WIB.

Meski padat, Rehan bertekad untuk tetap semangat menuntut ilmu.

“Kalau ada ulangan atau nanti masuk semester dua, tetap semangat. Rencana ke depannya juga ingin terus belajar lebih baik lagi. Terima kasih juga untuk guru-guru yang sudah mendidik kami dengan baik,” ungkapnya penuh harapan.

Kepala Sekolah Punya Kerinduan Besar

Kepala Sekolah SMA Kristen Talenta, Kalistri Setiyani, mengaku menyimpan kerinduan besar agar sekolah yang dipimpinnya bisa kembali ramai seperti dulu.

“Harapan kami, supaya ada siswa kembali, kemudian siswa yang rame seperti yang lalu. Jadi supaya kami juga masih bisa berkarya, kemudian sama-sama memuji dan memelihara nama Tuhan bersama-sama,” tuturnya penuh harap.

Baca juga: Alasan Dangau Resort Singkawang Resmi Tutup Permanen

Meski jumlah siswa menurun drastis, ia menegaskan bahwa sekolah tetap berjalan berkat dukungan gereja, pendeta, serta guru-guru yang setia mengajar.

Guru Tetap Setia Mengajar Meski Murid Sedikit

Salah satu guru senior, David, yang sudah lebih dari 10 tahun mengajar Matematika di sekolah tersebut, menegaskan dirinya tidak patah semangat.

“Memang tahun ini hanya tiga orang yang mendaftar. Tapi mereka tetap siswa kami, jadi harus kami layani dengan maksimal,” tegasnya.

David bahkan mengenang masa kejayaan SMA Kristen Talenta.

Pada tahun 2016, jumlah siswa mencapai lebih dari 100 orang.

Bahkan saat pandemi COVID-19, jumlah siswa masih sekitar 75 orang.

Namun sejak 2023, jumlah itu terus menurun drastis.

“Banyak faktor. Di kecamatan-kecamatan sudah ada SMA swasta, sekolah negeri juga makin banyak. Jadi siswa dari luar daerah tidak lagi datang ke Singkawang,” jelasnya.

Tetap Berjuang Menjaga Api Pendidikan

Kini dengan delapan tenaga pendidik, proses belajar mengajar tetap berjalan sesuai kurikulum.

Bahkan beberapa guru PNS rela membantu mengajar di luar jam dinas sebagai bentuk pengabdian.

“Swasta ini kan mitra pemerintah dalam pendidikan. Harapan kami ada sinergi, ada pembagian siswa yang merata, supaya sekolah swasta tidak ditinggalkan,” pesan David.

Meski hanya berisi sedikit siswa, SMA Kristen Talenta tetap menjadi rumah belajar yang penuh kasih, dedikasi, dan harapan.

Bagi siswa, guru, dan kepala sekolah, sekolah ini bukan sekadar tempat menimba ilmu, tetapi tempat untuk membangun masa depan dengan ketulusan dan iman.

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved