Pemprov Kalbar Siapkan Stimulus Dorong Hilirisasi Garam Perbatasan
Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menegaskan bahwa Desa Temajuk tidak boleh hanya bertumpu pada satu sektor industri.
Penulis: Try Juliansyah | Editor: Try Juliansyah
Ringkasan Berita:
- Langkah taktis ini diambil setelah meninjau langsung lanskap ekonomi lokal yang dinilai memiliki keunggulan komparatif.
- Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menegaskan bahwa Desa Temajuk tidak boleh hanya bertumpu pada satu sektor industri.
- Sektor pariwisata bahari yang kini sedang tumbuh pesat harus disandingkan secara paralel dengan penguatan sektor riil masyarakat, yakni produksi garam laut kualitas tinggi.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat berkomitmen memperkuat ketahanan ekonomi di beranda depan negara dengan melirik komoditas non-wisata yang potensial.
Melalui program Gema Membangun Desa, Pemprov Kalbar kini tengah menyiapkan skema dukungan terintegrasi untuk mempercepat skala produksi dan hilirisasi usaha garam rakyat di Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Sabtu 13 Juni 2026.
Langkah taktis ini diambil setelah meninjau langsung lanskap ekonomi lokal yang dinilai memiliki keunggulan komparatif.
Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menegaskan bahwa Desa Temajuk tidak boleh hanya bertumpu pada satu sektor industri.
Sektor pariwisata bahari yang kini sedang tumbuh pesat harus disandingkan secara paralel dengan penguatan sektor riil masyarakat, yakni produksi garam laut kualitas tinggi.
“Desa Temajuk ini memiliki paket lengkap. Selain alamnya yang sangat indah untuk sektor pariwisata, ada aktivitas ekonomi mikro masyarakat yang memiliki daya ungkit besar jika kita kelola secara serius. Salah satu yang paling potensial adalah usaha garam rakyat. Ini yang akan kita dorong dan bantu, terutama intervensi pada pemenuhan aspek permodalan baku,” ujar Ria Norsan.
Strategi Pembiayaan Tepat Sasaran dan Pendampingan Teknis
Berdasarkan hasil pemetaan lapangan, tata niaga garam di Temajuk sebenarnya memiliki prospek pasar (market prospect) yang menjanjikan demi menyuplai kebutuhan garam konsumsi maupun industri di wilayah Sambas dan sekitarnya.
Namun, kendala klasik berupa keterbatasan modal kerja dan minimnya adopsi teknologi membuat kapasitas produksi para petambak lokal berjalan lambat dan musiman.
Guna mengatasi hambatan tersebut, Pemprov Kalbar berkomitmen untuk tidak sekadar memberikan bantuan dana stimulan yang bersifat konsumtif.
Baca juga: Gema Membangun Desa di Temajuk, Ria Norsan Soroti Tiga Prioritas: Garam, Wisata, dan Infrastruktur
Pemerintah daerah akan menerjunkan tim lintas sektor untuk melakukan identifikasi kebutuhan riil di lapangan.
“Kami akan mengawal program ini secara presisi agar tepat sasaran. Dukungan yang disiapkan tidak hanya berupa modal, tetapi juga pendampingan teknis dari dinas terkait. Tujuannya jelas: mendongkrak kapasitas tonase produksi harian, memperbaiki standardisasi kualitas garam agar memenuhi uji klinis, dan memastikan produk lokal ini mampu bersaing di pasar modern,” urai Norsan.
Menuju Desa Mandiri Berbasis Komoditas Unggulan
Pengembangan simultan antara sektor pariwisata dan sektor produksi komoditas dinilai menjadi kunci bagi Temajuk untuk melepas status ketergantungan wilayah.
Jika kedua sektor ini mampu berjalan secara beriringan, "Ekor Borneo" diproyeksikan bertransformasi dari sekadar wilayah administratif perbatasan menjadi kawasan ekonomi khusus yang mandiri, produktif, dan memiliki ketahanan domestik yang kokoh.
Melalui sinergi berkelanjutan antara pemerintah, swasta, dan kelompok usaha lokal, garam Temajuk diharapkan tidak hanya terserap di pasar domestik Kalimantan Barat, melainkan mampu dikemas menjadi produk unggulan ikonik yang merepresentasikan identitas kemandirian ekonomi masyarakat di batas negeri.
Program Gema Membangun Desa adalah strategi prioritas Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat untuk memeratakan pembangunan dan mendekatkan pelayanan publik langsung ke pelosok.
| Gema Membangun Desa di Temajuk, Ria Norsan Soroti Tiga Prioritas: Garam, Wisata, dan Infrastruktur |
|
|---|
| Hijaukan Ekor Borneo, Gubernur Ria Norsan Ajak Warga Jaga Sabuk Hijau Perbatasan Temajuk |
|
|---|
| Menantang Adrenalin di Bukit Sambora: Magnet Baru Wisata Petualangan di Mempawah |
|
|---|
| Huddin Resmi Pimpin PKB Kota Pontianak, BM PAN Kalbar Sampaikan Apresiasi |
|
|---|
| RUU Masyarakat Adat Masuk Prioritas DPR RI, Tokoh Kalbar Minta Hak Adat Diakui Negara |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Ria-Norsan-saat-mengh-gema.jpg)