Agenda Kota
Naik Dango Kalbar 2026, Tradisi Syukur Panen yang Satukan Masyarakat
Naik Dango adalah sebuah tradisi budaya dan perayaan adat masyarakat Dayak, khususnya Dayak Kanayatn di Kalimantan Barat.
Ringkasan Berita:
- Naik Dango adalah upacara adat tahunan masyarakat Dayak Kanayatn di Kalimantan Barat sebagai bentuk rasa syukur panen padi.
- Tradisi ini dilakukan dengan menaikkan padi ke dalam dango (lumbung padi) sebagai simbol berakhirnya masa panen serta ungkapan terima kasih kepada Jubata (Tuhan).
- Kegiatan diawali dengan ritual Nabok Panyugu sebagai permohonan restu agar acara berjalan lancar.
- Puncak Naik Dango ke-41 direncanakan berlangsung pada April 2026 di Rumah Adat Dayak Kanayatn Lingga, Kubu Raya.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID – Naik Dango adalah upacara adat syukur tahunan masyarakat Dayak Kanayatn di Kalimantan Barat setelah panen padi.
Tradisi ini dilakukan dengan menaikkan atau menyimpan padi ke dalam dango (lumbung padi) sebagai bentuk syukur kepada Jubata (Tuhan) atas hasil panen yang melimpah dan untuk memohon perlindungan.
Naik Dango adalah sebuah tradisi budaya dan perayaan adat masyarakat Dayak, khususnya Dayak Kanayatn di Kalimantan Barat.
Jika ditelisik dari Makna KataNaik Dango diantaranya
Naik: berarti menaikkan atau membawa dan Dango: lumbung padi tradisional masyarakat Dayak
Jadi, Naik Dango berarti menaikkan padi ke lumbung sebagai simbol selesainya masa panen.
• Kapolsek Mandor Hadiri Pembentukan Panitia Naik Dango ke-XLI Kecamatan Mandor
Tujuan dan Makna
Tradisi ini memiliki beberapa makna penting:
- Ungkapan rasa syukur atas hasil panen
- Memohon berkah untuk musim tanam berikutnya
- Melestarikan budaya dan adat istiadat Dayak
- Mempererat kebersamaan masyarakat
Pelaksanaan
Biasanya dilakukan setiap tahun, sekitar bulan April–Mei.
Naik Dango ke-41 akan dipusatkan di Rumah Adat Dayak Kanayatn Lingga, Desa Lingga, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya.
Kegiatan dalam Naik Dango
Perayaan ini biasanya dimeriahkan dengan:
- Ritual adat dan doa
- Tarian tradisional Dayak
- Musik tradisional
- Pameran budaya
- Lomba-lomba tradisional
Asal-usul Naik Dango
Tradisi Naik Dango berasal dari kepercayaan masyarakat Dayak Kanayatn terhadap Jubata, yaitu Tuhan yang memberi kehidupan, termasuk hasil panen.
Sejak zaman nenek moyang, masyarakat Dayak sangat bergantung pada pertanian, khususnya padi. Mereka percaya bahwa:
- Padi memiliki roh atau kekuatan spiritual
- Hasil panen yang baik adalah berkat dari Jubata
- Jika tidak bersyukur, panen berikutnya bisa gagal
Dari sinilah muncul tradisi Naik Dango sebagai bentuk:
- Rasa terima kasih
- Penghormatan terhadap alam
- Permohonan perlindungan untuk masa depan
Sehingga, naik Dango bukan hanya sekadar pesta panen, tetapi juga merupakan identitas budaya masyarakat Dayak yang sarat nilai spiritual, sosial, dan tradisi.
Sebelumnya daam rangkaian Naik Dango di Kalimantan Barat telah dilaksanakan serangkaian acara diantaranya ritual adat Nabok Panyugu (Pantak Pantulak) digelar sebagai penanda awal seluruh rangkaian kegiatan gawai tahunan masyarakat Dayak yang dilakukan di Kubu Raya Jumat 30 Januari 2026 lalu.
Naik Dango
Dayak Kanayatn
Tradisi Dayak
budaya Dayak
Upacara Adat
Pesta Panen
Jubata
Rumah Radakng
Kubu Raya
Mempawah
Naik Dango 2026
Budaya Indonesia
kearifan lokal
Ritual Adat
Nabok Panyugu
Gawai Dayak
Wisata Budaya
| Hari Ini Musyawarah Wilayah ke IX DPW PPP Kalbar Digelar |
|
|---|
| Agenda Hari ini di Kota Pontianak Ada Muswil IX DPW PPP Kalbar hingga Festival Kuliner |
|
|---|
| Sore Ini, Bupati Jiwo dan Wabup Sukir ikuti Operasi Pasar di Rasau Jaya |
|
|---|
| Hari ini di Pontianak Akan digelar Deklarasi dan Unjuk Rasa |
|
|---|
| Agenda Kota : Hari ini Bupati Kubu Raya Sujiwo Akan Hadiri Acara Imlek Bersama |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Naik-dango3003.jpg)