Agenda Kota

Naik Dango Kalbar 2026, Tradisi Syukur Panen yang Satukan Masyarakat

Naik Dango adalah sebuah tradisi budaya dan perayaan adat masyarakat Dayak, khususnya Dayak Kanayatn di Kalimantan Barat.

Editor: Dhita Mutiasari
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID
NAIK DANGO - Pelaksanaan event budaya Naik Dango ke-40 Tahun 2025 di Rumah Adat Radank Sadaniang, Kecamatan Sadaniang, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Minggu 27 April 2025. Naik Dango ke-41 akan dipusatkan di Rumah Adat Dayak Kanayatn Lingga, Desa Lingga, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya. 

Ringkasan Berita:
  • Naik Dango adalah upacara adat tahunan masyarakat Dayak Kanayatn di Kalimantan Barat sebagai bentuk rasa syukur panen padi. 
  • Tradisi ini dilakukan dengan menaikkan padi ke dalam dango (lumbung padi) sebagai simbol berakhirnya masa panen serta ungkapan terima kasih kepada Jubata (Tuhan).
  •  Kegiatan diawali dengan ritual Nabok Panyugu sebagai permohonan restu agar acara berjalan lancar. 
  • Puncak Naik Dango ke-41 direncanakan berlangsung pada April 2026 di Rumah Adat Dayak Kanayatn Lingga, Kubu Raya.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID – Naik Dango adalah upacara adat syukur tahunan masyarakat Dayak Kanayatn di Kalimantan Barat setelah panen padi.

Tradisi ini dilakukan dengan menaikkan atau menyimpan padi ke dalam dango (lumbung padi) sebagai bentuk syukur kepada Jubata (Tuhan) atas hasil panen yang melimpah dan untuk memohon perlindungan.

Naik Dango adalah sebuah tradisi budaya dan perayaan adat masyarakat Dayak, khususnya Dayak Kanayatn di Kalimantan Barat.

Jika ditelisik dari Makna KataNaik Dango diantaranya 

Naik: berarti menaikkan atau membawa dan Dango: lumbung padi tradisional masyarakat Dayak

Jadi, Naik Dango berarti menaikkan padi ke lumbung sebagai simbol selesainya masa panen.

Kapolsek Mandor Hadiri Pembentukan Panitia Naik Dango ke-XLI Kecamatan Mandor

Tujuan dan Makna

Tradisi ini memiliki beberapa makna penting:

  • Ungkapan rasa syukur atas hasil panen
  • Memohon berkah untuk musim tanam berikutnya
  • Melestarikan budaya dan adat istiadat Dayak
  • Mempererat kebersamaan masyarakat

Pelaksanaan

Biasanya dilakukan setiap tahun, sekitar bulan April–Mei. 

Naik Dango ke-41 akan dipusatkan di Rumah Adat Dayak Kanayatn Lingga, Desa Lingga, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya.

Kegiatan dalam Naik Dango

Perayaan ini biasanya dimeriahkan dengan:

  • Ritual adat dan doa
  • Tarian tradisional Dayak
  • Musik tradisional
  • Pameran budaya
  • Lomba-lomba tradisional

Asal-usul Naik Dango

Tradisi Naik Dango berasal dari kepercayaan masyarakat Dayak Kanayatn terhadap Jubata, yaitu Tuhan yang memberi kehidupan, termasuk hasil panen.

Sejak zaman nenek moyang, masyarakat Dayak sangat bergantung pada pertanian, khususnya padi. Mereka percaya bahwa:

  • Padi memiliki roh atau kekuatan spiritual
  • Hasil panen yang baik adalah berkat dari Jubata
  • Jika tidak bersyukur, panen berikutnya bisa gagal

Dari sinilah muncul tradisi Naik Dango sebagai bentuk:

  • Rasa terima kasih
  • Penghormatan terhadap alam
  • Permohonan perlindungan untuk masa depan

Sehingga, naik Dango bukan hanya sekadar pesta panen, tetapi juga merupakan identitas budaya masyarakat Dayak yang sarat nilai spiritual, sosial, dan tradisi.

Sebelumnya daam rangkaian Naik Dango di Kalimantan Barat telah dilaksanakan serangkaian acara diantaranya ritual adat Nabok Panyugu (Pantak Pantulak) digelar sebagai penanda awal seluruh rangkaian kegiatan gawai tahunan masyarakat Dayak yang dilakukan di Kubu Raya Jumat 30 Januari 2026 lalu.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved