Breaking News

Imlek dan Cap Go Meh 2026

17 Februari 2026: Imlek Tahun Kuda Api dan Peringatan Penting Lain

Tanggal 17 Februari 2026 jatuh pada hari Selasa dan ditetapkan sebagai hari libur nasional di Indonesia.

Editor: Dhita Mutiasari
Freepik.
IMLEK 2026 - Template imlek dan cap go meh 2026 yang diunggah Senin (16/2/2026).  Berikut adalah hari besar nasional dan internasional yang diperingati pada tanggal 17 Februari 2026. 

Dalam sistem zodiak Tionghoa, setiap tahun dikaitkan dengan satu dari dua belas shio dan lima elemen utama, yaitu Kayu, Api, Tanah, Logam, dan Air. Tahun 2026 merupakan Tahun Kuda Api, sebuah kombinasi yang hanya terjadi sekali dalam siklus 60 tahun.

Secara filosofis, Kuda merepresentasikan kebebasan, energi, dan pergerakan, sedangkan Api melambangkan gairah, kreativitas, dan transformasi.

Gabungan keduanya dipandang sebagai simbol semangat maju, munculnya ide-ide baru, serta peluang untuk melakukan perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan.

Meski demikian, energi besar dari Kuda Api juga diyakini perlu diimbangi dengan pengendalian diri dan kebijaksanaan, agar semangat yang menyala tidak berubah menjadi tekanan emosional atau konflik yang tidak perlu.

HUT Kota Parepare

Parepare merupakan salah satu kota yang ada di Sulawesi Selatan.

Pada tanggal 17 Februari 2026, Kota Parepare memperingati hari ulang tahunnya yang ke-66. 

Parepare secara resmi menjadi kota berdasarkan UU No. 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah. Hari jadinya diambil berdasarkan pada tanggal pelantikan dan pengambilan sumpah Walikotamadya Pertama Parepare yakni H. Andi Mannaungi pada tanggal 17 Februari 1960. 

Hal itu dituang dalam Surat Keputusan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah No. 3 Tahun 1970. 

Parepare merupakan kota yang dulunya terdapat Kerajaan Soreang dan Kerajaan Bacukiki.

Dalam satu kunjungan persahabatan Raja Gowa XI, Manrigau Dg. Bonto Karaeng Tonapaalangga (1547-1566) berjalan-jalan dari kerajaan Bacukiki ke Kerajaan Soreang.

Sebagai seorang raja yang dikenal sebagai ahli strategi dan pelopor pembangunan, Kerajaan Gowa tertarik dengan pemandangan yang indah pada hamparan ini dan spontan menyebut “Bajiki Ni Pare” artinya “Baik dibuat pelabuhan Kawasan ini”.

Sejak itulah melekat nama “Parepare” Kota Pelabuhan. Parepare akhirnya ramai dikunjungi termasuk orang-orang melayu yang datang berdagang ke kawasan Suppa.

Pada zaman Hindia Belanda, di Kota Parepare ada seorang Asisten Residen dan seorang Controlur atau Gezag Hebber sebagai Pimpinan Pemerintah (Hindia Belanda) mendiami di sana.

Pada zaman kemerdekaan Indonesia tahun 1945, struktur pemerintahan Parepare kemudian disesuaikan dengan undang-undang no. 1 tahun 1945 (Komite Nasional Indonesia). 

Hari Trenggiling Sedunia

Tanggal 17 Februari juga terdapat peringatan internasional terhadap hewan trenggiling. 

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved