TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Sholat Tarawih adalah satu di antara ibadah sunnah yang sangat dianjurkan dikerjakan setiap muslim selama bulan puasa Ramadhan saban tahunnya.
Tak terkecuali pada Ramadhan 1443 H atau bulan puasa 2022 tahun ini .
Ada banyak keutamaan sholat tarawih atau fadhilah sholat tarawih bagi Sobat Tribun Pontianak yang menunaikannya.
Dirangkum dari berbagai sumber termasuk laman Rumaysho , keutamaan Sholat Tarawih itu mulai dari menjada jalan untuk menghapuskan dosa setahun lalu.
• Doa Hari ke 12 Bulan Ramadhan , Baca Juga Dzikir Puasa Ini Agar Dapat Kemuliaan Malam Lailatul Qadar
Hingga mendapatkan kemuliaan seakan-akan mengerjakan Qiyamul Lail sepanjang malam.
• Bulan Ramadhan Dibagi 3 Fase , Benarkah? Cek Keutamaan Puasa 10 Hari ke Dua
Sebagaimana keterangan dalam hadist Rasulullah SAW dari Abu Hurairah yang berbunyi:
مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Artinya:
“Barangsiapa melakukan qiyam Ramadhan karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Nah, jamak kemudian kita melihat ada perbedaan dalam pemilihan jumlah rakaat d berbagai masjid Tanah Air dalam mengerjakan sholat Tarawih tersebut.
• Jadwal Buka Puasa Makassar dan Sekitarnya Hari ke 11 Ramadhan 1443 H - Rabu 13 April 2022
Baik dalam jumlah rakaatnya secara keseluruhan.
Sampai jumlah rakaat untuk sekali salam.
Termasuk beberapa di antaranya memilih dengan 'formasi' sholat tarawih 4 4 3 rakaat.
Artinya, 11 rakaat total dengan 4 rakaat sekali salam, lalu 4 rakaat lagi untuk sekali salam ke dua, dan ditutup dengan 3 rakaat sholat witir.
Lantas, sholat tarawih 4 4 3 rakaat tersebut adakah dalilnya?
Simak ulasan Khazanah Islam Tribun Pontianak kali ini RAbu 13 April 2022:
# Pilihan dalam Mengerjakan Tarawih
Jumlah rakaat untuk sekali salam memang sejauh ini disebutkan terdapat beberapa pilihan sebagaimana yang pernah dicontohkan Rasulullah SAW .
Ada yang dua rakaat sekali salam.
• Cara Mengganti Puasa Suami Istri yang Berhubungan pada Siang Hari Lengkap Dalilnya
Ada pula 4 rakaat sekali salam.
Terkait sholat Tarawih 4 4 3 tersebut, satu di antaranya dapat dilihat pada keterangan hadist Rasulullah SAW dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, yang menceritakan shalat malam yang dikerjakan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:
مَا كَانَ يَزِيدُ فِي رَمَضَانَ وَلَا فِي غَيْرِهِ عَلَى إِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً، يُصَلِّي أَرْبَعًا، فَلَا تَسَلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَطُولِهِنَّ، ثُمَّ يُصَلِّي أَرْبَعًا، فَلَا تَسَلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَطُولِهِنَّ، ثُمَّ يُصَلِّي ثَلَاثًا
Artinya:
"Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah nambahi lebih dari 11 rakaat, baik di dalam ramadhan maupun di luar ramadhan. Beliau shalat 4 rakaat, jangan kamu tanya bagusnya dan panjangnya. Kemudian shalat lagi 4 rakaat, jangan kamu tanya bagusnya dan panjangnya. Kemudian beliau shalat 3 rakaat,"(HR. Bukhari )
Terkait hadist di atas, pendapat dari Abu Hanifah menjelaskan bahwa paling afdhal shalat dikerjakan 4 rakaat salam – 4 rakaat salam. Meskipun boleh 2 rakaat – 2 rakaat, atau 6 rakaat salam atau lainnya.
Namun, dirangkum dari laman Konsultasi Syariah (dot) COm, pendapat Jumhur Ulama atau kebanyakan ulama lebih mengedepankan untuk melaksanakan sholat tarawih 2 rakaat sekali salam.
Baik dari pendapat Imam Malik, Imam as-Syafii, Imam Ahmad, Abu Yusuf, Muhammad bin Hasan dan yang lainnya.
• Jelang Buka Puasa, Kapolres dan Ketua Bhayangkari Cabang Kayong Utara Bagikan Takjil Gratis
Hal itu sesuai dengan keterangan lain dari Aisyah r.a dalam hadist yang berbunyi :
يُصَلِّى مَا بَيْنَ أَنْ يَفْرُغَ مِنْ صَلاَةِ الْعِشَاءِ إِلَى الْفَجْرِ إِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً يُسَلِّمُ فِى كُلِّ اثْنَتَيْنِ وَيُوتِرُ بِوَاحِدَةٍ
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan shalat 11 rakaat antara isya sampai subuh. Beliau salam di setiap 2 rakaat, dan melakukan witir dengan 1 rakaat. (HR. Ahmad, An Nasai dan Ibnu Majah).
Penjelasan lengkap mengenai hal tersebut bisa dilihat di link berikut ini.
Nah, dengan demikian, tidak mengapa sholat tarawih 4 4 3 rakaat.
Namun dianjurkan untuk 2 rakaat sekali salam dan ditutup witir.
Semoga beranfaat.
# Doa Witir
Berikut bacaan doa setelah witir:
اَللهُمَّ اجْعَلْنَا بِالْإِيْمَانِ كَامِلِيْنَ. وَلِلْفَرَائِضِ مُؤَدِّيْنَ. وَلِلصَّلاَةِ حَافِظِيْنَ. وَلِلزَّكَاةِ فَاعِلِيْنَ. وَلِمَا عِنْدَكَ طَالِبِيْنَ. وَلِعَفْوِكَ رَاجِيْنَ. وَبِالْهُدَى مُتَمَسِّكِيْنَ. وَعَنِ الَّلغْوِ مُعْرِضِيْنَ. وَفِى الدُّنْيَا زَاهِدِيْنَ. وَفِى اْلآخِرَةِ رَاغِبِيْنَ. وَبَالْقَضَاءِ رَاضِيْنَ. وَلِلنَّعْمَاءِ شَاكِرِيْنَ. وَعَلَى الْبَلاَءِ صَابِرِيْنَ. وَتَحْتَ لِوَاءِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ سَائِرِيْنَ وَعَلَى الْحَوْضِ وَارِدِيْنَ. وَإِلَى الْجَنَّةِ دَاخِلِيْنَ. وَمِنَ النَّارِ نَاجِيْنَ. وَعَلى سَرِيْرِالْكَرَامَةِ قَاعِدِيْنَ. وَبِحُوْرٍعِيْنٍ مُتَزَوِّجِيْنَ. وَمِنْ سُنْدُسٍ وَاِسْتَبْرَقٍ وَدِيْبَاجٍ مُتَلَبِّسِيْنَ. وَمِنْ طَعَامِ الْجَنَّةِ آكِلِيْنَ. وَمِنْ لَبَنٍ وَعَسَلٍ مُصَفًّى شَارِبِيْنَ. بِأَكْوَابٍ وَّأَبَارِيْقَ وَكَأْسٍ مِّنْ مَعِيْن. مَعَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّيْنَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَآءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَحَسُنَ أُولئِكَ رَفِيْقًا. ذلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللهِ وَكَفَى بِاللهِ عَلِيْمًا. اَللهُمَّ اجْعَلْنَا فِى هٰذِهِ لَيْلَةِ الشَّهْرِالشَّرِيْفَةِ الْمُبَارَكَةِ مِنَ السُّعَدَاءِ الْمَقْبُوْلِيْنَ. وَلاَتَجْعَلْنَا مِنَ اْلأَشْقِيَاءِ الْمَرْدُوْدِيْنَ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِه وَصَحْبِه أَجْمَعِيْنَ. بِرَحْمَتِكَ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
Latin:
Allâhummaj‘alnâ bil îmâni kâmilîn.
Wa lil farâidli muaddîn. Wa lish-shlâti hâfidhîn. Wa liz-zakâti fâ‘ilîn.
Wa lima ‘indaka thâlibîn. Wa li ‘afwika râjîn. Wa bil-hudâ mutamassikîn.
Wa ‘anil laghwi mu‘ridlîn. Wa fid-dunyâ zâhdîn.
Wa fil ‘âkhirati râghibîn. Wa bil-qadlâ’I râdlîn.
Wa lin na‘mâ’I syâkirîn.
Wa ‘alal balâ’i shâbirîn.
Wa tahta liwâ’i muhammadin shallallâhu ‘alaihi wasallam yaumal qiyâmati sâ’irîna wa alal haudli wâridîn.
Wa ilal jannati dâkhilîn.
Wa minan nâri nâjîn. Wa 'alâ sariirl karâmati qâ'idîn.
Wa bi hûrun 'in mutazawwijîn.
Wa min sundusin wa istabraqîn wadîbâjin mutalabbisîn.
Wa min tha‘âmil jannati âkilîn. Wa min labanin wa ‘asalin mushaffan syâribîn.
Bi akwâbin wa abârîqa wa ka‘sin min ma‘în.
Ma‘al ladzîna an‘amta ‘alaihim minan nabiyyîna wash shiddîqîna wasy syuhadâ’i wash shâlihîna wa hasuna ulâ’ika rafîqan.
Dâlikal fadl-lu minallâhi wa kafâ billâhi ‘alîman.
Allâhummaj‘alnâ fî hâdzihil lailatisy syahrisy syarîfail mubârakah minas su‘adâ’il maqbûlîn.
Wa lâ taj‘alnâ minal asyqiyâ’il mardûdîn.
Wa shallallâhu ‘alâ sayyidinâ muhammadin wa âlihi wa shahbihi ajma‘în.
Birahmatika yâ arhamar râhimîn wal hamdulillâhi rabbil ‘âlamîn.
Artinya,
"Yaa Allah, jadikanlah kami orang-orang yang sempurna imannya, yang memenuhi kewajiban-kewajiban, yang memelihara shalat, yang mengeluarkan zakat, yang mencari apa yang ada di sisi-Mu, yang mengharapkan ampunan-Mu, yang berpegang pada petunjuk, yang berpaling dari kebatilan, yang zuhud di dunia, yang menyenangi akhirat, yang ridha dengan qadla-Mu (ketentuan-Mu), yang mensyukuri nikmat, yang sabar atas segala musibah, yang berada di bawah panji-panji junjungan kami, Nabi Muhammad, pada hari kiamat, yang mengunjungi telaga (Nabi Muhammad), yang masuk ke dalam surga, yang selamat dari api neraka, yang duduk di atas ranjang kemuliaan, yang menikah dengan para bidadari, yang mengenakan berbagai sutra ,yang makan makanan surga, yang minum susu dan madu murni dengan gelas, cangkir, dan cawan bersama orang-orang yang Engkau beri nikmat dari kalangan para nabi, shiddiqin, syuhada dan orang-orang shalih. Mereka itulah teman yang terbaik. Itulah keutamaan (anugerah) dari Allah, dan cukuplah bahwa Allah Maha Mengetahui. Ya Allah, jadikanlah kami pada malam yang mulia dan diberkahi ini termasuk orang-orang yang bahagia dan diterima amalnya, dan janganlah Engkau jadikan kami tergolong orang-orang yang celaka dan ditolak amalnya. Semoga Allah mencurahkan rahmat-Nya atas junjungan kami Muhammad, serta seluruh keluarga dan shahabat beliau. Berkat rahmat-Mu, wahai Yang Paling Penyayang di antara yang penyayang. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam."
Demikianlah bacaan doa setelah witir yang bisa Sobat Tribun Pontianak baca. (*)
(Update informasi lain seputar Puasa Ramadhan 2022 - Ramadhan Kareem di portal Tribun Pontianak selengkapnya di sini)