Isi Surat Terbuka yang Dilayangkan Aliansi Ormas Kabupaten Landak untuk Presiden Prabowo

Dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan surat terbuka untuk Presiden RI Prabowo Subianto, berikut isi lengkap surat tersebut.

Penulis: Alfon Pardosi | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ALFON
TOLAK TRANSMIGRASI - Ketua Aliansi Ormas Kabupaten Landak Ferry Sak saat berorasi, menolak program transmigrasi ke Pulau Kalimantan, orasi disampaikan bersama 28 ormas lainnya di Ngabang, Kabupaten Landak, Provinsi Kalbar pada Jumat 18 Juli 2025. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, LANDAK - Aliansi Ormas Kabupaten Landak setelah menyampaikan orasi terkait penolakan terhadap program transmigrasi di Pulau Kalimantan.

Dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan surat terbuka untuk Presiden RI Prabowo Subianto, berikut isi lengkap surat tersebut.

Masih terngiang dibenak kami, waktu perhelatan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2024 silam dimana saat itu Pasangan PRABOWO SUBIANTO DAN GIBRAN RAKABUMING RAKA mengungguli kedua calon lain di Kalimantan, sehingga terpilih dan dipercaya untuk memimpin Indonesia 5 tahun ke depan. 

Tujuan dan harapan kami bersatu memilih Bapak, bukan karena kami menyetujui Program Strategis Nasional Untuk Transmigrasi, namun lebih pada harapan akan wilayah kami dapat diperhatikan oleh Bapak dengan pembangunan untuk menunjang penghidupan dan asa jauh sebelum Indonesia Merdeka. 

Program Strategis Nasional untuk Transmigrasi yang Bapak Presiden dan Wakil Presiden gagas ini merupakan suatu program yang sangat mencederai hati nurani kami sebagai putra/putri lokal yang sudah lama terpinggirkan di Tanah Kalimantan. Ini bukan sebuah cerita fiksi ataupun sebuah opini yang membuat Bapak membaca surat terbuka kami ini, ini merupakan puncak kecewa kami pada cara Bapak memperlakukan kami di Pulau Kalimantan. 

Berikut 5 Pernyataan Sikap 28 Ormas di Landak Tolak Program Transmigrasi

Ketika kami sebagai penjaga paru-paru dunia dipandang rendah dari pada binatang, kami berdiam saja. Ketika hutan sebagai bank kehidupan kami dirusak, kami berdiam saja. Ketika kami berladang yang hanya untuk keberlangsungan hidup diusik dengan alasan penyebab kabut asap, kami berdiam. Ketika kekayaan kami dirampas dengan alasan pemerataan ekonomi, kami berdiam. Ketika sumber daya alam kami, dikuras, dirampas dan diekspor dengan alasan kepentingan negara kami juga berdiam.
Namun tidak dengan Transmigrasi, Kami melawan...!!! Kami muak melihat ketimpangan ini, kami muak dengan gaya negara memperlakukan kami di Pulau Kalimantan, dimana kehadiran negara ketika jalan kami rusak, dimana kehadiran negara ketika kami sakit harus ditandu, dimana kehadiran negara ketika akses pendidikan kami terbelakang. Dimana kehadiran negara ketika kami menikmati harga sembako mahal, dan dimana kehadiran negara ketika ketimpangan ekonomi dan sejahterakan kami diabaikan. 

Jangan Pukul mundur kami dengan Pasukan mu Ketika kami menyuarakan keadilan, jangan intervensi kami dengan pasukan mu Ketika kami menyuarakan ketidakadilan dengan cara kami, dan jangan jijik dengan kami, Ketika kami turun kejalan agar suara kami didengar. 

Karena...!!! 

Kalimantan Butuh Infrastruktur bukan orang-orang baru.
Kalimantan Butuh Pendidikan bukan Transmigrasi.
Kalimantan Butuh Listrik bukan penduduk baru.
Kalimantan Butuh Kesehatan yang layak Bukan Pendatang. 

Maka oleh sebab itu, kami menyatakan sikap: 

• Evaluasi seluruh program pembangunan yang berpotensi menciptakan konflik horizontal antara pendatang dan Masyarakat Lokal. 

• Hentikan program transmigrasi ke Kalimantan Barat dan bangun seluruh infrastruktur dasar bagi Masyarakat Lokal. 

• Fokus pada Pembangunan desa-desa tertinggal, khususnya dalam hal jalan, Pendidikan, layanan Kesehatan dan Listrik. 

• Libatkan Masyarakat Lokal dalam setiap pengambilan kebijakan yang menyangkut wilayah dan hak hidup, terutama pada pembahasan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) untuk Tahun 2025-2029. 

• Jika program transmigrasi ini masih tetap dipaksakan untuk dilaksanakan, maka kami akan menggunakan semua jalur; baik Advokasi, Akademik, Sosial, hingga Gerakan Massa. 

“KAMI RAKYAT KALIMANTAN PERCAYA DENGAN REPUBLIK INI, TAPI APAKAH REPUBLIK INI PERCAYA DENGAN KAMI ORANG KALIMANTAN?”...??
“JIKA NEGARA TIDAK MENGAKUI KAMI, MAKA KAMI TIDAK MENGAKUI NEGARA”.  (*)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved