Karhutla Terjadi di Jalan Parit Haji Husain 2 Pontianak, Asap Membumbung Tinggi
Meski api masih jauh dari permukiman, Ia telah menempatkan petugas untuk siaga di lokasi Karhutla sebelumnya di ujung Jalan Sepakat 2.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus meluas dan menyebabkan asap tebal.
Titik api berada kawasan Jalan Parit Haji Husain 2 sejak Selasa 1 Juli sore, sekitar pukul 14.00 WIB hingga Rabu siang 2 Juli 2025.
Kebakaran ini menyebabkan penurunan kualitas udara di Kota Pontianak. Kabut asap mulai menyelimuti sejumlah wilayah, mengganggu jarak pandang dan aktivitas warga.
Kepala Bidang BPBD Kota Pontianak, Hariyadi, menjelaskan bahwa kendala utama di lapangan adalah keterbatasan akses air.
“Jarak sumber air dari titik api sekitar 800 meter sampai satu kilometer. Itu cukup menyulitkan proses pemadaman,” ujarnya.
Ia juga menyebutkan bahwa api terus merambat ke arah lokasi karhutla sebelumnya di Jalan Sepakat 2.
Meski api masih jauh dari permukiman, Ia telah menempatkan petugas untuk siaga di lokasi Karhutla sebelumnya di ujung Jalan Sepakat 2.
“Petugas akan menunggu rambatan api di sana, supaya bisa langsung ditangani jika meluas,” tambah Hariyadi.
• Cegah Api Meluas, Bupati dan Kapolres Kubu Raya Turun Langsung Padamkan Api di Lokasi Karhutla
Upaya pemantauan dan pemadaman terus dilakukan agar karhutla tidak meluas ke area yang lebih berisiko.
Hariyadi juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas pembakaran yang dapat memicu kebakaran lahan.
Hingga kini kobaran api belum berhasil dipadamkan dan masih menimbulkan gumpalan asap pekat yang membumbung tinggi ke langit.
Asap Membumbung Tinggi
Hingga Rabu 2 Juni 2025 sekitar pukul 10. 40 WIB, kobaran api masih terus menyala dan menghasilkan asap pekat yang membumbung tinggi ke langit.
Berdasarkan pantauan Tribun Pontianak kebakaran ini berdampak langsung pada kualitas udara di Kota Pontianak.
Kabut asap mulai menyelimuti sejumlah wilayah dan mengurangi jarak pandang. Terutama pada sore hingga pagi hari saat hembusan angin membawa kabut ke arah permukiman.
| SPALD-T Pontianak Mulai Tahap Awal, Sanitasi Ditargetkan Naik Kelas |
|
|---|
| Berawal dari Niat Sedekah, Kebun AlaAla Raup Omzet dari Bibit Organik |
|
|---|
| Tunggu 13 Tahun, Calon Jemaah Haji Asal Pontianak Ini Tak Kuasa Tahan Haru |
|
|---|
| Dilema UMKM di Pontianak Antara Naikkan Harga atau Rugi |
|
|---|
| Saprahan Khatulistiwa 2026 Dorong UMKM Naik Kelas dan Pariwisata Berdaya Saing |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Karhutla-membumbungtinggi.jpg)