Alih Fungsi Lahan Jadi Tantangan Swasembada Pangan di Sintang

"Saat ini banyak lahan sawah dan kebun karet yang beralih fungsi menjadi kebun sawit. Ini menjadi tantangan berat bagi kami karena lahan sawah seharus

Penulis: Agus Pujianto | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ AGUS PUJIANTO
SWASEMBADA PANGAN - Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Sintang, Martin Nandung. Menurut Martin, percepatan program swasembada pangan yang tengah digencarkan pemerintah pusat tidak akan berjalan efektif jika hanya mengandalkan satu pihak. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Sintang, Martin Nandung menyampaikan bahwa sektor pertanian saat ini menghadapi sejumlah tantangan serius yang memerlukan kerja sama lintas sektor untuk mengatasinya.

Menurut Martin, percepatan program swasembada pangan yang tengah digencarkan pemerintah pusat tidak akan berjalan efektif jika hanya mengandalkan satu pihak.

"Pembangunan sektor pertanian memang tidak bisa kita laksanakan sendiri. Walaupun itu salah satu tanggung jawab Dinas Pertanian dan Perkebunan, kami tidak bisa bekerja sendiri," ujarnya.

Martin menyoroti tiga tantangan utama yang kini dihadapi sektor pertanian di daerahnya. Pertama, maraknya alih fungsi lahan menjadi perhatian serius.

"Saat ini banyak lahan sawah dan kebun karet yang beralih fungsi menjadi kebun sawit. Ini menjadi tantangan berat bagi kami karena lahan sawah seharusnya bisa kita optimalkan sebagai sumber pangan," ungkap Martin.

Jalankan Program Gema Membangun Desa, Wagub Kalbar Krisantus Menginap di Desa Sekubang Sintang

Rendahnya minat generasi muda terhadap sektor pertanian, khususnya tanaman pangan, juga menjadi kendala. 

"Anak muda saat ini lebih tertarik menjadi pegawai negeri atau bekerja di sektor perkebunan. Sementara bekerja di sawah atau menanam jagung dan kedelai kurang diminati," katanya.

Keterbatasan petani dalam pemanfaatan alat dan teknologi pertanian (alsintan) serta akses terhadap informasi digital turut memperlambat kemajuan pertanian. 

Hal ini berdampak pada kesulitan dalam mengakses sumber pendanaan, pasar, dan informasi pertanian lainnya.

Martin berharap sinergi dengan KTNA dan berbagai mitra pertanian lainnya dapat menjadi solusi dalam mengatasi tantangan-tantangan tersebut. 

Ia juga menekankan pentingnya dukungan dalam bentuk kebijakan yang berpihak kepada petani dan mendukung visi swasembada pangan daerah.

"Kami butuh masukan dan dukungan dalam kebijakan pemerintah agar mampu mendorong petani lebih mandiri dan sektor pertanian lebih maju,”  harap Martin. (*)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved