RSUD Sultan Syarif Mohammad Alkadrie Layani Hingga 430 Tindakan Cuci Darah per Bulan

Dengan sistem ini, RSUD Sultan Syarif Mohammad Alkadrie dapat melayani hingga 4.200 tindakan cuci darah setiap tahunnya.

Penulis: Ayu Nadila | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Ayu Nadila
LAYANAN CUCI DARAH - Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr. I Ketut Sujana saat di temui di RSUD Sultan Syarif Mohammad Alkadrie, Jl Komodor Yos Sudarso, Jumat 20 Juni 2025. Poli Penyakit Dalam rumah sakit tersebut mencatat, dalam sebulan rata-rata dilakukan hingga 430 tindakan cuci darah. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Layanan hemodialisis (HD) atau cuci darah di RSUD Sultan Syarif Mohammad Alkadrie semakin meningkat. 

Poli Penyakit Dalam rumah sakit tersebut mencatat, dalam sebulan rata-rata dilakukan hingga 430 tindakan cuci darah.

“Fasilitas kita saat ini memiliki 20 mesin cuci darah. Sepuluh mesin digunakan untuk hemodialisis rutin dan sisanya untuk pasien emergensi atau yang bersifat ‘sito’,” ungkap dr. I Ketut Sujana, dokter spesialis penyakit dalam, Jumat 20 Juni 2025.

Ia menjelaskan, setiap hari terdapat sekitar 20 pasien rutin yang menjalani cuci darah, sementara pasien emergensi atau sito bervariasi antara satu hingga tiga orang per hari.

“Sekali cuci darah itu memakan waktu lima jam. Jadi dalam sehari bisa dilakukan dua hingga tiga shift,” jelasnya. 

Dengan sistem ini, RSUD Sultan Syarif Mohammad Alkadrie dapat melayani hingga 4.200 tindakan cuci darah setiap tahunnya.

Dari sisi jumlah pasien, setiap bulan tercatat antara 40 hingga 60 pasien yang menjalani hemodialisis, dengan sekitar 20 di antaranya adalah pasien rutin. 

Sebagian besar pasien berasal dari Kota Pontianak,Antikong namun ada juga yang datang dari daerah sekitar seperti Batu Kapur, Desa Kapur, Kalimas, hingga Kubu Raya.

Baca juga: RS di Kapuas Hulu Belum Ada Fasilitas Cuci Darah

dr. I Ketut Sujana menyebut, sebagian besar pasien menderita gagal ginjal akibat komplikasi penyakit diabetes melitus.

“Prevalensi diabetes di Pontianak cukup tinggi, lebih dari 11 persen berdasarkan data RISKESDAS. Ini sangat berhubungan dengan pola makan yang tidak sehat dan obesitas,” pungkasnya. 

Selain diabetes, penyebab lainnya antara lain hipertensi, glomerulonefritis kronik (radang ginjal kronis), penyakit autoimun seperti lupus, serta infeksi berat seperti HIV.

Pasien yang menjalani cuci darah pun berasal dari berbagai rentang usia. 

“Yang termuda berusia 23 tahun dan yang tertua 69 tahun, namun sebagian besar berusia di atas 40 tahun,” tambahnya. (*)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved