Pengamat Pendidikan Kalbar Tanggapi Wacana Kembalinya Sistem Penjurusan IPA dan IPS di SMA
Menurutnya, hal ini bukan sekadar isu atau wacana tanpa dasar, tentu ada latar belakang dan argumentasi yang memang layak untuk dipertimbangkan.
Penulis: Anggita Putri | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Pengamat Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat, Suherdiyanto, menanggapi wacana akan kembalinya penjurusan IPA dan IPS pada satuan pendidikan jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA).
Menurutnya, hal ini bukan sekadar isu atau wacana tanpa dasar, tentu ada latar belakang dan argumentasi yang memang layak untuk dipertimbangkan.
Salah satu latar belakang wacana ini adalah kebingungan dalam implementasi Kurikulum Merdeka. Dalam kurikulum tersebut, siswa diberikan kebebasan untuk memilih mata pelajaran berdasarkan minat dan bakat tanpa lagi dibatasi jurusan.
Namun, di lapangan banyak sekolah dan siswa mengalami kebingungan dalam memilih kombinasi mata pelajaran, sehingga justru menimbulkan ketidakteraturan dan ketimpangan dalam pemilihan mata pelajaran tersebut.
Kedua, wacana ini juga menyangkut kebutuhan pendidikan tinggi. Masih banyak perguruan tinggi yang dalam proses seleksi penerimaan mahasiswa baru melalui jalur SNBP misalnya, masih mempertimbangkan latar belakang jurusan IPA dan IPS dalam menentukan kelayakan calon mahasiswa.
Tanpa adanya sistem penjurusan, pihak perguruan tinggi akan kesulitan menilai potensi dan kompetensi siswa terhadap program studi yang dipilih.
Ketiga, terdapat ketimpangan fasilitas dan SDM di sekolah-sekolah. Tidak semua sekolah di Indonesia, khususnya di Provinsi Kalbar, memiliki sarana yang memadai dan fleksibel dalam menerapkan Kurikulum Merdeka.
Ini menjadi salah satu penyebab mengapa kurikulum tersebut tidak bisa diterapkan secara merata, terutama di daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).
Baca juga: Fenomena Krisis Adab pada Siswa, Kepala SMAN 1 Sambas Sebut Perlu Mapel Pendidikan Moral Pancasila
Keempat, munculnya wacana ini juga merupakan bagian dari evaluasi pemerintah melalui Kemendikbud terhadap pelaksanaan Kurikulum Merdeka, sehingga muncul opsi untuk kembali ke sistem penjurusan sebagai salah satu alternatif perbaikan.
“Kita berharap dengan wacana akan kembalinya penjurusan IPA dan IPS, dapat memberikan dampak positif kepada satuan pendidikan. Artinya, secara dampak positif, fokus dan pendalaman materi akan lebih tersistematis dalam satu jalur, sehingga siswa yang mendalami materi sesuai dengan jurusan yang dipilih akan lebih siap melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi,” ujarnya.
Selain itu, sistem penjurusan akan membantu menyiapkan karir lebih awal, karena dapat mengarahkan siswa sejak dini ke jurusan kuliah atau karir yang sesuai dengan gaya belajarnya.
Sistem ini juga mempermudah sekolah dalam menyusun kurikulum, jadwal kerja, dan materi pembelajaran yang disesuaikan dengan jurusan IPA dan IPS. Tentunya, hal ini harus tetap dilandasi oleh minat dan bakat siswa.
Di sisi lain, sistem ini juga dapat membantu proses seleksi masuk perguruan tinggi menjadi lebih terstruktur, karena PTN dan PTS akan lebih mudah menyaring calon mahasiswa baru.
Namun, menurut Suherdiyanto, ada beberapa hal yang perlu diantisipasi apabila sistem penjurusan kembali diterapkan. Pertama, jangan sampai sistem ini justru menyempitkan ruang eksplorasi minat siswa yang memiliki ketertarikan lintas bidang ilmu.
Kedua, pemilihan jurusan jangan sampai terjadi karena tekanan sosial atau semata-mata berdasarkan nilai, yang akhirnya tidak sesuai dengan minat siswa itu sendiri. Ketiga, perlu diantisipasi potensi ketimpangan yang dapat memunculkan kembali opini bahwa jurusan IPA lebih baik dari IPS.
| Contoh Soal Sumatif Akhir Tahun PPKN Kelas 1 SD |
|
|---|
| Usai Dua Tahun Lawan Kanker, Musisi Pontianak Rifqi Luthfian Ilman Kembali ke Panggung |
|
|---|
| Animo Tinggi, 114 Peserta Ikuti Pemeriksaan Administrasi Awal Calon Siswa Polri di Ketapang |
|
|---|
| Sekda Sanggau Buka Seleksi Paskibraka 2026 di GOR Bujang Malaka |
|
|---|
| Kasus Teror Air Upas, Bupati Ketapang dan Polres Fokus Percepatan Penanganan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Suherdiyanto-234ewdf.jpg)