Pemkot Singkawang Serius Tekan Angka Stunting Lewat Gerakan Genting

Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 menunjukkan bahwa angka prevalensi stunting di Kalimantan Barat masih cukup tinggi yaitu 20,6%. Semen

Penulis: Widad Ardina | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
RAPAT KOORDINASI - Kegiatan sosialisasi Genting yang berlangsung di Ruang Bumi Bertuah, pada Selasa 15 April 2025. Wakil Wali Kota Singkawang, Muhammadin, menegaskan upaya menekan angka stunting dengan melalui pelaksanaan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) merupakan bagian dari kerja serius dan berkelanjutan sejak keluarnya Instruksi Presiden tentang percepatan penurunan stunting pada tahun 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Singkawang berkomiten dalam menekan angka stunting dengan melalui pelaksanaan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) yang mulai disosialisasikan secara luas. 

Wakil Wali Kota Singkawang, Muhammadin, menegaskan upaya ini merupakan bagian dari kerja serius dan berkelanjutan sejak keluarnya Instruksi Presiden tentang percepatan penurunan stunting pada tahun 2021.

Muhammadin menjelaskan penanganan stunting membutuhkan keterlibatan dan kolaborasi semua pihak. 

“Saya kembali menekankan bahwa Pemerintah Daerah sangat serius mengupayakan penurunan stunting, khususnya di Kota Singkawang,” tegasnya.

Program Genting ini juga telah diatur dalam Surat Keputusan Wali Kota Singkawang Nomor 400.13.37/122/DN-02.PPKB Tahun 2025, yang menetapkan Tim Pengendali Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting. 

Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 menunjukkan bahwa angka prevalensi stunting di Kalimantan Barat masih cukup tinggi yaitu 20,6 persen. Sementara itu, Singkawang berada di peringkat keempat dengan angka 20,1%, di bawah Kabupaten Sekadau, Kapuas Hulu, dan Kota Pontianak. 

KABAR Terbaru Kasus Dugaan Pencabulan Anak di Bawah Umur oleh Anggota DPRD Singkawang

“Justru beberapa kabupaten bisa lebih rendah dari kita. Ini menjadi PR kita bersama,” kata Muhammadin.

Melalui program Genting, pemerintah berharap terjadi percepatan capaian target penurunan stunting tahun 2025. 

Muhammadin juga menyoroti beberapa tantangan seperti rendahnya cakupan imunisasi dan belum optimalnya pemberdayaan posyandu sebagai penyebab yang harus segera dibenahi.

Selain itu, beberapa aksi nyata Genting di Singkawang telah dilakukan, seperti bantuan nutrisi untuk 60 Baduta di Kelurahan Bukit Batu oleh Persit Brigif 19/Khatulistiwa dan 90 Baduta di Kelurahan Roban oleh Persit Kompi 641/BRU. 

Selain itu, pembangunan sumur bor bersama TNI AD dalam program Manunggal Air juga telah dilaksanakan sebagai bagian dari upaya memperkuat akses air bersih.

“Semoga upaya bersama ini menjadi ladang amal dan benar-benar menghasilkan generasi Singkawang yang sehat dan bebas stunting,” tutup Muhammadin. (*)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved