Berita Viral

Resmi Naik! Harga BBM Terbaru Per 1 April 2025 di SPBU Seluruh Indonesia Cek Disini

Pemerintah kembali melakukan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) terbaru, tepatnya ketika memasuki awal bulan baru per 1 April 2025.

Editor: Rizky Zulham
Dok. Tribunnews.com
ISI BBM - Ilustrasi suasana pengisian BBM yang dilakukan beberapa operator SPBU. Pemerintah kembali melakukan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) terbaru, tepatnya ketika memasuki awal bulan baru per 1 April 2025. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Resmi naik, harga minyak besin atau BBM terbaru mulai 1 April 2025 di SPBU seluruh Indonesia kondisinya bisa cek disini.

Pemerintah kembali melakukan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak BBM terbaru, tepatnya ketika memasuki awal bulan baru per 1 April 2025.

Dalam beleid terbaru, pemerintah menetapkan harga BBM terbaru mengikuti tren dan perkembangan harga minyak dunia.

Dasarnya, harga minyak terbaru bergerak naik sejak beberapa hari terakhir yang tercatat dalam rekor hingga pada Rabu 26 Maret 2025.

Hal itu akibat kekhawatiran terhadap pasokan global, setelah Amerika Serikat (AS) meningkatkan upaya untuk membatasi ekspor minyak Venezuela dan Iran.

RESMI Diskon Harga BBM dan LPG Pertamina Terbaru Promo Spesial Lebaran Idul Fitri 2025

Penurunan stok minyak mentah AS yang lebih besar dari perkiraan juga turut mendukung kenaikan harga.

Melansir Reuters, harga minyak mentah Brent naik 20 sen atau 0,3 persen menjadi US dolar 73,22 per barel pada pukul 04.04 GMT.

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS juga naik 20 sen atau 0,3 persen menjadi US dolar 69,20 per barel.

Kedua kontrak harga minyak tersebut sebelumnya telah mencapai level tertinggi dalam tiga pekan pada sesi perdagangan sebelumnya.

“Harga minyak tetap dalam tren bullish setelah sanksi Trump terhadap minyak Venezuela, yang meningkatkan kekhawatiran di sisi pasokan,” kata Priyanka Sachdeva, analis pasar senior di Phillip Nova, dalam laporan pasar Rabu ini.

Dimana Senin lalu, Trump menandatangani perintah eksekutif yang mengizinkan pemerintahannya untuk mengenakan tarif 25 persen atas impor dari negara mana pun yang membeli minyak dan bahan bakar cair dari Venezuela, berdasarkan Undang-Undang Kekuatan Ekonomi Darurat Internasional 1977.

Minyak merupakan ekspor utama Venezuela, dengan China sebagai pembeli terbesar.

Namun, perdagangan minyak Venezuela ke China terhenti pada Selasa karena para pedagang dan kilang China masih menunggu arahan lebih lanjut mengenai implementasi sanksi tersebut.

Selain itu, pekan lalu Washington juga memberlakukan sanksi baru terhadap penjualan minyak Iran, menargetkan beberapa entitas, termasuk Shouguang Luqing Petrochemical sebuah kilang independen di Provinsi Shandong, China dan kapal-kapal yang memasok minyak ke kilang tersebut.

China sendiri merupakan pembeli utama minyak mentah Iran.

Sumber: Kontan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved