Berita Viral

Waspada! Wabah Pes Kembali Lagi di Indonesia, Kenali Gejala dan Faktor Risiko

Pemerintah kembali mengingatkan masyarakat soal wabah Pes yang bisa saja kembali mewabah di Indonesia.

Tayang:
Editor: Rizky Zulham
ISTIMEWA/Dok. Kompas.com
WABAH - Ilustrasi tikus sebagai reservoir utama bakteri Yersinia pestis. Pemerintah kembali mengingatkan masyarakat soal wabah Pes yang bisa saja kembali mewabah di Indonesia. 

Ringkasan Berita:
  • Pusat Riset Kesehatan Masyarakat dan Gizi, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengingatkan masyarakat mengenai potensi kembalinya wabah pes di Indonesia.
  • Meski dalam beberapa tahun terakhir tidak ditemukan kasus pada manusia, peneliti BRIN Ristiyanto menjelaskan adanya fenomena silent period.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Pemerintah kembali mengingatkan masyarakat soal wabah Pes yang bisa saja kembali mewabah di Indonesia.

Pusat Riset Kesehatan Masyarakat dan Gizi, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengingatkan masyarakat mengenai potensi kembalinya wabah pes di Indonesia.

Meski dalam beberapa tahun terakhir tidak ditemukan kasus pada manusia, peneliti BRIN Ristiyanto menjelaskan adanya fenomena silent period.

Yaitu kondisi ketika suatu penyakit tidak terdeteksi dalam waktu lama, namun masih memiliki potensi untuk kembali muncul.

"Ada istilah silent period, yaitu masa ketika suatu penyakit tidak terdeteksi dalam waktu lama, tetapi sebenarnya masih berpotensi muncul kembali," katanya, Senin 13 April 2026.

Baca juga: Terungkap! Benda Misterius Bercahaya di Langit Malang, BMKG Resmi Keluarkan Hasil Analisis

Ristiyanto mengatakan pes diduga masih berada dalam fase tersebut.

Hal ini diperkuat dengan temuan adanya bakteri penyebab penyakit, serta vektor dan reservoir seperti pinjal dan tikus yang masih ditemukan di sejumlah wilayah enzootik di Indonesia.

Dengan kata lain, meski tidak ada laporan kasus pada manusia, potensi penularan masih tetap ada di lingkungan tertentu.

Perubahan Lingkungan Jadi Pemicu Risiko

Menurut BRIN, faktor lingkungan menjadi salah satu pemicu penting yang dapat memunculkan kembali penyakit ini.

Beberapa perubahan lingkungan yang memengaruhi risiko tersebut antara lain:

- Deforestasi

- Alih fungsi lahan

- Pertumbuhan penduduk

Kondisi tersebut mengganggu keseimbangan ekosistem dan membuat habitat tikus semakin mendekat ke area permukiman manusia.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved