Breaking News

Pemprov Kalbar Perketat Pengawasan Mudik : Ramcek Kendaraan dan Posko Pengamanan Disiapkan

Selain itu, untuk memastikan pengawasan yang optimal, Pemprov Kalbar akan mendirikan posko terpadu di berbagai titik strategis.

Tayang:
Penulis: Anggita Putri | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Anggita Putri
ARUS MUDIK - Kepala Dinas Perhubungan Kalbar, Anton Rawing. Langkah ini dilakukan untuk memastikan para pengemudi dalam kondisi prima sehingga dapat mengantarkan penumpang dengan aman dan nyaman. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Menjelang arus mudik Lebaran, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Pemprov Kalbar) melalui Dinas Perhubungan (Dishub) terus memperketat pengawasan untuk memastikan keamanan dan keselamatan pemudik.

Langkah ini mencakup pemeriksaan kesehatan bagi sopir angkutan umum serta ramp check (ramcek) kendaraan guna memastikan kelayakan operasional selama arus mudik.

Kepala Dinas Perhubungan Kalbar, Anton Rawing, mengungkapkan bahwa sejak jauh hari pihaknya telah turun ke lapangan bersama Dishub kabupaten dan kota untuk melakukan pengecekan kendaraan laik jalan.

Dalam upaya ini, Dishub berkolaborasi dengan Kepolisian Lalu Lintas (Lantas), Jasa Raharja, TNI/Polri, guna memastikan kendaraan yang beroperasi benar-benar memenuhi standar keselamatan.

“Kami juga melakukan pemeriksaan kesehatan sopir dengan menggandeng Dinas Kesehatan dan BNN untuk memastikan pengemudi dalam kondisi sehat, tidak kelelahan, serta bebas dari pengaruh obat-obatan terlarang. Ini penting agar perjalanan mudik masyarakat berjalan aman dan nyaman,” ujar Anton Rawing, Selasa 18 Maret 2025.

Pengecekan kendaraan meliputi komponen vital yang berkaitan erat dengan keselamatan, seperti kondisi rem, ban, spion, serta kelengkapan administrasi seperti SIM dan STNK.

“Ramcek terpadu ini juga telah dilakukan di Mempawah dan direncanakan akan berlanjut di Kota Singkawang dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan,”pungkas Anton Rawing.

Selain itu, untuk memastikan pengawasan yang optimal, Pemprov Kalbar akan mendirikan posko terpadu di berbagai titik strategis.

Di wilayah perkotaan, posko akan ditempatkan di Kota Pontianak dan Kubu Raya, sedangkan untuk angkutan udara posko akan beroperasi di Bandara Supadio.

Untuk transportasi laut, posko akan berada di Pelabuhan Dwikora, dan untuk jalur darat, posko utama akan dipusatkan di Terminal ALBN Ambawang.

Selain itu, di kabupaten/kota, posko akan disiapkan di rest area yang berlokasi di terminal tipe B, yang merupakan kewenangan provinsi.

“Terminal ini akan menjadi titik masuk dan keluar kendaraan lintas kabupaten dan provinsi. Posko-posko tersebut akan diisi oleh personel gabungan dari Dishub, Dinas Kesehatan, Jasa Raharja, serta TNI di beberapa titik, khususnya yang mengarah ke kawasan perbatasan,”ujarnya.

Anton Rawing menegaskan bahwa keselamatan pemudik adalah prioritas utama. Oleh karena itu, selain memastikan kendaraan dalam kondisi laik jalan dan jalan bebas dari hambatan, kondisi kesehatan sopir juga menjadi perhatian utama.

“Kami ingin memastikan masyarakat dapat bepergian dengan aman, nyaman, dan selamat sampai tujuan. Keselamatan bukan hanya soal kendaraan yang laik jalan, tetapi juga kondisi fisik pengemudi yang prima,” pungkas Anton Rawing.

Dengan adanya sinergi antara berbagai pihak, diharapkan arus mudik di Kalbar dapat berjalan dengan lancar tanpa kendala berarti, sehingga masyarakat dapat merayakan Idul Fitri bersama keluarga dengan tenang dan bahagia.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved