Rumah Betang Ensaid Selesai Direhab, Lasarus Harap Puan Maharani Datang ke Sintang

Pada awal tahun 2023 lalu, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Puan Maharani berjanji akan membuat rumah betang baru.

Penulis: Agus Pujianto | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa
REHAB RUMAH BETANG - Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, melakukan kunjungan ke Rumah Betang Ensaid Panjang di Kecamatan Kelam Permai, Kabupaten Sintang. Kunjungan ini bertujuan untuk menilai kondisi rumah betang yang baru selesai dibangun dengan dana APBN sebesar Rp19,3 miliar. Lasarus mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan sekitar rumah betang agar tetap nyaman dan layak dihuni.  

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus berharap Ketua DPR-RI Puan Maharani dapat kembali sekaligus meresmikan Rumah Betang Ensaid Pajang yang berada di Kecamatan Kelam Permai, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat.

"Mudah-mudahan ini nanti akan dikunjungi kembali oleh ibu Puan dalam waktu yang tidak terlalu lama. Dan kalau beliau berkenan sekaligus meresmikan rumah betang," harap Lasarus.

Pada awal tahun 2023 lalu, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Puan Maharani berjanji akan membuat rumah betang baru yang mirip dengan Ensaid Panjang.

Janji itu diutarakan Puan dihadapan masyarakat saat mengunjungi Betang Ensaid Panjang di Desa Baning Panjang Kecamataan Kelam Permai pada Minggu, 20 Maret 2023, sore kemarin. Janji itu, kini sudah ditunaikan. Rumah betang sudah selesai direhabilitasi dengan anggaran APBN sebesar Rp19,3 miliar.

Lasarus memberikan apresiasi terhadap selesainya pembangunan rumah betang tersebut, namun juga mencatat beberapa kekurangan yang perlu diperbaiki, seperti masalah distribusi air yang belum maksimal, kebocoran pada atap, dan sambungan paralon yang juga bocor.

"Ini bangunan dibangun pakai uang APBN. Sudah dibangun dan sudah diserahterimakan kepada pemda Sintang hanya  ada beberapa kekurangan memang nanti kita akan perbaiki. Ada masalah di air. Atap masih ada bocor. Sambungan paralon atap yang bocor nanti kita akan perbaiki semua dan pasti sudah arahkan masyarakat untuk menjaga lingkungan kebersihan," kata Lasarus.

Kepala Seksi Pelaksana Wilayah 2 Balai Prasarana Pemukuman Wilayah Kalbar, Bartel menambahkan bahwa biaya rehabilitasi Rumah Betang Ensaid menggunakan dana APBN 2024 sebesar Rp 19 miliar. "Sudah selesai. Dinding interior atap. Penataan kawasan drainase pedestrian, dan lainnya," ujarya.

Menurut Bartel, rumah betang Ensaid Panjang di Desa Ensaid Panjang, Kecamatan Kelam Permai, Kabupaten Sintang merupakan salah satu rumah tradisional suku dayak yang masih dijaga keberadaan.

Baca juga: Dewan Pendidikan Dukung Usulan Pendirian Politeknik Negeri Sintang

"Kami berharap Sarpras yang dibangun bisa dipelihara, diijaga pelestariannya sehingga bangunan bertahan lama  sehingga anak cucu kita bisa menikmati," harap Bartel.

Wakil Bupati Sintang Florensius Ronny berharap pemerintah pusat juga membantu rehabilitasi Rumah Betang lainnya di Ketungau.

"Kami bertima kasih karena sudah membangun Rumah betang. Masih ada rumah betang dapat diperhatikan oleh tema teman. Di ketungau ada. Rumah betang ensaid kami sangat bersyukur sudah direhab,  kedepan kami akan perhatikan dan melestarikan sehingga bermanfaat untuk anak cucu kedepan," ujar Ronny. (*)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved