Peringatan Dini BMKG, Pontianak dan Sejumlah Wilayah Kalbar Lain Berpotensi Alami Cuaca Ekstrem

BMKG menyampaikan peringatan diri potensi terjadinya cuaca ekstrem di Kalimantan Barat mulai 18 sampai 23 Januari 2025

Penulis: Nasaruddin | Editor: Nasaruddin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID
Pengendara melintas di dekat Tugu Digulis, Jalan Jendral Ahmad Yani, Kota Pontianak, Minggu, 29 September 2024 di tengah kondisi hujan. BMKG mengingatkan potensi cuaca ekstrem di Pontianak dan wilayah Kalimantan Barat lainnya yang berpotensi terjadi pada 18 hingga 23 Januari 2025. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Hujan dengan intensitas lebat berpotensi terjadi merata di seluruh wilayah Kalimantan Barat pada tanggal 18 sampai dengan 23 Januari 2025.

Hal itu disampaikan Kepala Stasiun Meteorologi Supadio, Erika Mardiyanti dalam rilis resminya, yang dilihat Jumat 17 Januari 2025.

Menurut Erika, periode 18 sampai 20 Januari 2025 wilayah berpotensi hujan lebat di Kab. Bengkayang, Kapuas Hulu, Kayong Utara, Ketapang, Kota Pontianak, Kubu Raya, Landak, Melawi, Mempawah, Sambas, Sanggau, Sekadau, dan Sintang.

Sementara periode 21 sampai 23 Januari 2025 wilayah berpotensi hujan lebat di di Kab. Bengkayang, Kapuas Hulu, Kayong Utara, Ketapang, Kota Pontianak, Kubu Raya, Landak, Melawi, Mempawah, Sambas, Kota Singkawang, Sanggau, Sekadau, dan Sintang. 

Baca juga: Angin Kencang di Singkawang, Robohkan Dinding Rumah Sarpiansyah 

 

Hujan yang terjadi pada periode tanggal 18 sampai dengan 23 Januari 2025 masih berpotensi disertai dengan petir dan angin kencang berdurasi singkat.

Adapun untuk pasang air laut diprakirakan tidak signifikan. 

Gelombang kategori Sedang 1.25 - 2.50 meter pada tanggal 18 sampai 23 Januari 2025 berpeluang terjadi di Laut Natuna Utara, Perairan Utara Kep. Anambas, Perairan Barat Kep. Natuna, Perairan Utara Kep. Natuna, Perairan Selatan Kep. Natuna - P. Midai, Perairan Subi – Serasan, serta Laut Natuna. 

Potensi gelombang kategori tinggi 2.5 - 4.0 meter berpeluang terjadi di Laut Natuna Utara, Perairan Kep. Anambas, Perairan barat Natuna serta Perairan utara Natuna.

Baca juga: Sebanyak 16 KK Mengungsi Akibat Banjir di Singkawang Barat

Masyarakat diimbau agar tidak panik namun tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dan dampak bencana hidrometeorologi yang dapat terjadi seperti: banjir, banjir bandang, genangan, tanah longsor, pohon tumbang, angin kencang, dan sambaran petir.

Wilayah bertopografi curam/berbukit patut waspada potensi longsor dan banjir bandang pada saat terjadi hujan intensitas sedang hingga lebat bahkan ekstrem yang terjadi dalam durasi panjang.

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved