Ragam Contoh
Cara Membedakan Anak ADHD dan Autis, Temukan Diagnosis dengan Pendekatan Berikut Ini
Anak-anak dengan ADHD seringkali sulit untuk duduk diam, mudah teralihkan perhatiannya, dan sering bertindak tanpa memikirkan konsekuensinya.
Studi menunjukkan bahwa kombinasi faktor genetik dan lingkungan, seperti komplikasi selama kehamilan dan paparan zat berbahaya, dapat berkontribusi pada risiko autisme.
3. Diagnosis
Diagnosis ADHD biasanya dilakukan oleh psikolog atau psikiater anak melalui observasi perilaku dan penilaian berdasarkan kriteria yang ditetapkan dalam DSM-5 (Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders).
Tes psikologis dan laporan dari orang tua serta guru juga dapat digunakan.
Diagnosis autisme melibatkan penilaian yang lebih komprehensif, termasuk observasi langsung, wawancara dengan orang tua, dan penggunaan alat penilaian standar seperti ADOS (Autism Diagnostic Observation Schedule) dan ADI-R (Autism Diagnostic Interview-Revised).
• Amalan Doa Harian Anjuran Rasulullah SAW Saat Menyambut Datangnya Pagi Setelah Shalat Subuh
Perbedaan dalam Gejala
1. Inatensi dan Perhatian
- ADHD: Anak-anak dengan ADHD kesulitan memusatkan perhatian pada tugas-tugas yang membosankan atau membutuhkan usaha berkelanjutan. Mereka mudah teralihkan dan sering kali tidak menyelesaikan tugas.
- Autisme: Anak-anak dengan autisme mungkin dapat memusatkan perhatian pada hal-hal yang sangat mereka minati, tetapi kesulitan beralih perhatian atau mengarahkan perhatian pada hal-hal yang tidak menarik bagi mereka.
2. Hiperaktivitas dan Impulsivitas
- ADHD: Hiperaktivitas dan impulsivitas adalah ciri khas ADHD. Anak-anak mungkin terlihat gelisah, sering bergerak, dan sulit untuk tetap diam atau tenang.
- Autisme: Anak-anak dengan autisme mungkin menunjukkan perilaku repetitif atau gerakan tubuh tertentu, tetapi tidak selalu hiperaktif. Mereka mungkin memiliki rutinitas yang kaku dan kesulitan dengan perubahan.
3. Interaksi Sosial
- ADHD: Anak-anak dengan ADHD mungkin mengalami kesulitan dalam interaksi sosial karena impulsivitas dan kesulitan memusatkan perhatian. Mereka mungkin tampak ceroboh atau tidak peka terhadap isyarat sosial.
- Autisme: Anak-anak dengan autisme seringkali kesulitan memahami dan merespons isyarat sosial. Mereka mungkin tampak tidak tertarik pada interaksi sosial atau mengalami kesulitan dalam berkomunikasi dengan orang lain.
4. Komunikasi
- ADHD: Anak-anak dengan ADHD mungkin berbicara terus-menerus dan sulit mendengarkan orang lain. Mereka mungkin menyela pembicaraan atau tidak sabar menunggu giliran.
Baca Juga: Studi Tunjukkan Pasien Autis Dapat Tunjukkan Empati pada Orang Lain
- Autisme: Anak-anak dengan autisme mungkin memiliki keterlambatan dalam perkembangan bahasa, menggunakan bahasa dengan cara yang tidak biasa, atau menunjukkan minat terbatas pada komunikasi verbal.
Pendekatan Penanganan
| Peneliti Unair Temukan Senyawa Antikanker dari Daun Apa-Apa, Hambat Kanker Serviks dan Payudara |
|
|---|
| Lowongan Magang Bank Tabungan Negara Dibuka hingga 30 April 2026, Ini Syarat Lengkapnya |
|
|---|
| Waspada! Penelitian Ungkap Bahaya Mikroplastik yang Melekat Pada Makanan dan Buah |
|
|---|
| Jumlah RW dan RT di Kecamatan Sekadau Hilir, Berikut Rincian per Desa dan Kelurahan |
|
|---|
| Lulusan SMA/SMK 2026 Bisa Kuliah Gratis dan Langsung Kerja di Polifurneka 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Diagnosis-ADHD-biasanya-dilakukan-oleh-psikolog-atau-psikiater-anak-melalui-observasi-perilaku.jpg)