Ragam Contoh

Cara Membedakan Anak ADHD dan Autis, Temukan Diagnosis dengan Pendekatan Berikut Ini

Anak-anak dengan ADHD seringkali sulit untuk duduk diam, mudah teralihkan perhatiannya, dan sering bertindak tanpa memikirkan konsekuensinya.

Tribun Pontianak
Diagnosis ADHD biasanya dilakukan oleh psikolog atau psikiater anak melalui observasi perilaku dan penilaian berdasarkan kriteria yang ditetapkan dalam DSM-5 (Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- ADHD biasanya ditemukan pertama kali pada masa kanak-kanak dan sering berlangsung hingga dewasa.

Orang dengan gangguan ini dapat mengalami kesulitan dalam berkonsentrasi, mengendalikan perilaku impulsif (bertindak tanpa memikirkan risiko), dan terlalu aktif. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, ADHD memiliki tiga ciri khas, yaitu:

  • Kurang perhatian: seseorang mengalami kesulitan dalam berkonsentrasi. Namun, hal ini bukan karena pembangkangan atau kurangnya pemahaman.
  • Hiperaktif: orang bergerak secara terus-menerus, gelisah, atau berbicara dengan berlebihan. 
  • Impulsivitas: seseorang membuat tindakan tergesa-gesa tanpa memikirkan konsekuensinya terlebih dahulu yang mungkin memiliki potensi bahaya yang tinggi.

ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) dan autisme adalah dua kondisi perkembangan yang sering dijumpai pada anak-anak.

Meskipun keduanya dapat mempengaruhi kemampuan belajar dan interaksi sosial, ADHD dan autisme memiliki karakteristik dan kebutuhan penanganan yang berbeda.

Memahami perbedaan ini sangat penting bagi orang tua, pendidik, dan profesional kesehatan untuk memberikan dukungan yang tepat bagi anak-anak yang memerlukan bantuan.

Gejala Utama ADHD, Lengkap Contoh dan Ciri-Cirinya Pada Anak

Definisi dan Gejala Utama

ADHD adalah gangguan perkembangan yang ditandai oleh tiga gejala utama: inatensi (kesulitan memusatkan perhatian), hiperaktivitas, dan impulsivitas.

Anak-anak dengan ADHD seringkali sulit untuk duduk diam, mudah teralihkan perhatiannya, dan sering bertindak tanpa memikirkan konsekuensinya.

Autisme atau Autism Spectrum Disorder (ASD) adalah gangguan perkembangan yang mempengaruhi komunikasi, interaksi sosial, dan perilaku.

Anak-anak dengan autisme mungkin mengalami kesulitan dalam berkomunikasi secara verbal dan nonverbal, memiliki minat terbatas atau obsesif, serta menunjukkan perilaku repetitif.

Memahami ADHD: Ciri-Ciri dan Penanganan yang Tepat untuk Anak, Apa Bedanya dengan Anak Hiperaktif?

Penyebab dan Diagnosis

1. Penyebab ADHD
Penyebab ADHD belum sepenuhnya dipahami, tetapi faktor genetik memainkan peran penting.

Penelitian menunjukkan bahwa ADHD sering terjadi dalam keluarga.

Faktor lingkungan, seperti paparan nikotin atau alkohol selama kehamilan, dan kondisi medis tertentu juga dapat meningkatkan risiko ADHD.

2. Penyebab Autisme
Autisme memiliki dasar genetik yang kuat, meskipun faktor lingkungan juga dapat mempengaruhi perkembangan gangguan ini.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved