Kisah Petani Sambas Berhasil Panen Jeruk Moraga Rasanya Manis

Di samping itu, motivasi Ramli ingin keluar dari masalah yang kerap dihadapi petani jeruk.  Musim panen melimpah harga menjadi anjlok.

Penulis: Imam Maksum | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Imam Maksum
Petani Jeruk Desa Gapura, Ramli. Ramli menemukan metode Moraga yang kini berhasil panen 2 kali dalam satu bulan. Ramli bercerita tentang rasa jeruk Moraga yang manis dan nilai pasar yang tinggi, Senin 18 November 2024. Tribun Imam. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Jeruk Sambas, Kalimantan Barat dikenal rasanya yang manis. Tidak heran kalau permintaan pasar terhadap jeruk Sambas tinggi, Senin 18 November 2024.

Salah satunya jeruk Sambas yang memiliki rasa manis dan gurih khas ialah jeruk Moraga hasil pengembangan petani Desa Gapura, Kecamatan Sambas.

Bicara tentang jeruk, layak berkenalan dengan Ramli, seorang petani jeruk Desa Gapura yang menemuka Metode Rambi Gapura atau Gapura.

Metode gapura yang dipraktekkan Ramli sejak beberapa tahun lalu mengahasilkan buah jeruk yang berkualitas dan rasa manis.

"Saya bernama Ramli. Alhamdulillah saya petani jeruk di Desa Gapura, di desa ini merupakan orang pertama yang mengembangkan jeruk Moraga," kata Ramli, bercerita kepada Tribunpontianak.co.id, di kebun jeruk miliknya, Senin 18 November 2024 sore.

Ramli bercerita sampai saat ini sudah banyak warga yang meniru cara menanam dan budidaya jeruk Moraga yang dirinya kembangkan.

"Untuk sampai saat ini banyak warga yang mengikuti saya bagaimana menanam jeruk dengan metode moraga," kata Ramli.

Ramli mengaku jeruk Moraga dinilai sukses menjawab permasalahan petani jeruk yakni harga yang kerap anjlok. Moraga yang mampu panen sepanjang tahun, membuat harga jual stabil.

Baca juga: Polres Sambas Tangkap 7 Penambang Emas Ilegal di PT WHS Sajingan Besar

"Banyak permasalahan petani terkait harga jual yang murah karena musim panen yang bersamaan, namun jeruk Moraga kita bisa panen sepanjang tahun, 2 kali panen setiap bulan," jelasnya.

Ramli menceritakan ketertarikan berkebun jeruk sudah muncul sejak kecil. Kedua orangtuanya merupakan petani jeruk di Kecamatan Tebas.

"Saya menanam jeruk sudah lama, sejak saya bujangan, masa kecil saya juga terlahir dari orang tua di Tebas di salah satu desa," kata Ramli.

Bekal belajar dari orangtua itu, Ramli memulai berkebun jeruk sejak bujangan. Saat menikah dengan istrinya ia memutuskan hijrah ke Desa Gapura. Di sana ia menanam jeruk Moraga.

"Pengalaman-pengalaman itu menjadikan saya, sehingga sampai ikut bersama istri, di tempat istri ini hijrah tinggal di sini menanam jeruk," katanya.

Di samping itu, motivasi Ramli ingin keluar dari masalah yang kerap dihadapi petani jeruk.  Musim panen melimpah harga menjadi anjlok.

"Karena masalahnya adalah itu seringkali masa panennya berbarengan sehingga harganya pun murah kebanyakan dihargai atau dijual dengan murah," katanya.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved