Banjir Sanggau

Banjir Sanggau Usik Ribuan Warga, Rumah di 8 Dusun Tergenang dan Jalan Utama Kalbar Terganggu

Data sementara yang masuk ke Posko Banjir Desa Sosok, warga terdampak banjir di delapan dusun tersebut sebanyak 931 KK atau 3.403 jiwa.

Editor: Marlen Sitinjak
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Kondisi lalu lintas di jalan raya Kecamatan Tayan Hulu, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat (Kalbar), yang tergenang banjir dari Rabu 16 Oktober hingga Kamis 17 Oktober 2024 pagi WIB. Intensitas hujan yang tinggi mengakibatkan Sungai Sekayu dan Sungai Tayan meluap. Aktivitas ribuan warga pun terganggu. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Luapan Sungai Sekayu dan Sungai Tayan mengakibatkan banjir di Desa Sosok, Kecamatan Tayan Hulu, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat (Kalbar), Rabu 16 Oktober hingga Kamis 17 Oktober 2024 pagi WIB.

Intensitas hujan yang tinggi mengakibatkan dua sungai tersebut meluap kemudian menggenangi rumah di delapan dusun dengan ketinggian kurang lebih satu meter.

Dusun yang terdampak banjir adalah Dusun Sosok I, Sosok II, Sekayu Tabat, Barage, Tahan, Moling, Dangku dan Perayaan Dangku. 

"Luapan Sungai Sekayu dan Sungai Tayan yang melintasi Desa Sosok mengakibatkan banjir, dan dampak dari tingginya curah hujan yang terjadi mulai dari pukul 04.00 WIB pada Rabu 16 Oktober 2024. Sampai saat ini pukul 03.00 pada 17 Oktober 2024 cenderung semakin naik," kata Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Sanggau, Tri Dibyo, Kamis 17 Oktober 2024 pagi.

Data sementara yang masuk ke Posko Banjir Desa Sosok, warga terdampak banjir di delapan dusun tersebut sebanyak 931 KK atau 3.403 jiwa.

Banjir juga merendam jalan poros sepanjang kurang lebih 1,5 kilometer dengan ketinggian mencapai satu meter.

Ratusan Rumah Warga Terdampak Banjir di Sosok Kabupaten Sanggau, Siapkan Dua Tempat Pengungsian

Pj Sekda Sanggau Aswin Khatib dan Plt Kepala BPBD Kabupaten Sanggau Budi Darmawan dan pejabat lainnya saat monitoring di lokasi banjir di Desa Sosok, Kecamatan Tayan Hulu, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Rabu 16 Oktober 2024.
Pj Sekda Sanggau Aswin Khatib dan Plt Kepala BPBD Kabupaten Sanggau Budi Darmawan dan pejabat lainnya saat monitoring di lokasi banjir di Desa Sosok, Kecamatan Tayan Hulu, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Rabu 16 Oktober 2024. (TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/BPBD SANGGAU)

"Kondisi ini menghambat akses transportasi Sanggau menuju Pontianak ataupun Pontianak menuju Sanggau. Karena kendaraan roda 4 jenis minibus tidak bisa lewat," kata Tri Dibyo.

Melihat kondisi terkini, Tri Dibyo mengatakan sangat mungkin jumlah yang terdampak banjir bertambah.

"Saat ini tim gabungan terus memantau, evakuasi dan monitoring di lapangan dan anggota TRC BPBD masih standby di lokasi karena banjir cenderung naik," jelasnya.

Sementara untuk lokasi pengungsian sudah disiapkan di dua tempat, yaitu di Kantor Desa Sosok.

Pengungsi berjumlah kurang lebih 20 orang terdiri dari lansia dan ibu-ibu yang mempunyai anak kecil.

Selanjutnya di Dusun Barage lokasi pengungsian menggunakan tenda ukuran 4 x 4 sebanyak 2 tempat.

"Jaringan komunikasi terganggu, jadi kita masih menunggu data jumlah pengungsi dari Kawil setempat. Untuk keperluan mendesak adalah air bersih, makanan, alas tidur, selimut dan alat evakuasi (perahu)," kata Tri Dibyo.

Hingga saat ini Pj Sekda Sanggau, Aswin Khatib, Plt Kepala BPBD Sanggau, Budi Darmawan, Dari Dinsos P3AKB Kabupaten Sanggau, Satpol PP Kabupaten Sanggau, Forkompincam Tayan Hulu melakukan pemantauan dan monitoring langsung ke lokasi banjir. 

Banjir yang menggenangi jalan poros di Desa Sosok, Kecamatan Tayan Hulu, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat (Kalbar), memiliki efek langsung sektor transportasi.

Ruas Jalan Sosok Sanggau Banjir, Agen Bus Perintis Sebut Tak Ada Dampak Pada Jumlah Penumpang

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved