Berita Viral

HASIL RISET! Biaya Kesehatan 2024 Terus Meningkat, Masyarakat Terdampak dan Solusi

Hasil riset menegaskan biaya kesehatan terus meningkat dampak terhadap masyarakat hingga solusi dari kondisi ini.

Tayang:
Editor: Rizky Zulham
Dok. Tribun
Ilustrasi perawatan kesehatan. HASIL RISET! Biaya Kesehatan 2024 Terus Meningkat, Masyarakat Terdampak dan Solusi. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Hasil riset menegaskan biaya kesehatan terus meningkat dampak terhadap masyarakat hingga solusi dari kondisi ini.

Masyarakat Indonesia akan mengeluarkan biaya lebih tinggi untuk urusan kesehatan.

Penyebabnya, fenomena tingkat inflasi kesehatan Indonesia yang sedang menunjukkan tren kenaikan.

Kondisi ini akan berdampak pada meningkatnya nilai klaim kesehatan.

Sehingga industri asuransi kesehatan perlu menerapkan pengelolaan risiko yang prudent sejalan dengan nilai klaim yang berpotensi meningkat tersebut.

Demikian hasil riset IFG Progress - lembaga think tank Indonesia Financial Group (IFG) -  bertajuk Ancaman Inflasi Kesehatan terhadap Industri Asuransi Kesehatan.

RSUD dr Rubini Mempawah Terus Maksimalkan Layanan Kesehatan untuk Masyarakat

Senior Research Associate IFG Progress, Ibrahim Kholilul Rohman mengungkapkan, biaya kesehatan Indonesia pada tahun 2023 lalu diperkirakan tumbuh 13,6 persen atau lebih tinggi dibandingkan pada tahun sebelumnya sebesar 12,3 persen. 

Pertumbuhan tersebut merupakan yang paling tinggi dibandingkan negara-negara tetangga di kawasan ASEAN, bahkan tercatat lebih tinggi secara rata-rata global.

Biaya kesehatan yang tinggi tersebut timbul karena adanya inflasi kesehatan, yang terefleksi dari kenaikan harga layanan medis, obat-obatan, dan teknologi kesehatan.

Di sisi lain, gaya hidup yang tidak sehat, tingkat stres yang tinggi, polusi lingkungan, dan perubahan iklim yang turut menyebabkan kenaikan penyakit kronis dan katastropik membutuhkan biaya perawatan yang lebih tinggi.

“Dengan angka inflasi kesehatan di atas 12 persen, jauh dari inflasi umum hanya 5,51 persen, masyarakat harus mengeluarkan lebih banyak uang untuk mendapatkan perawatan.

Ketika peningkatan inflasi kesehatan terjadi, biaya untuk rawat inap, konsultasi dokter, hingga pemeriksaan laboratorium cenderung ikut meningkat,” ujar Ibrahim, dalam keterangannya, Jumat (4/10). 

Ibrahim menjelaskan, di Indonesia, porsi biaya kesehatan yang ditanggung pemerintah sebesar 59 persen, sedangkan yang harus ditanggung sendiri oleh masyarakat sekitar 27 persen.

Maka, kkondisi tingginya inflasi kesehatan perlu mendapat perhatian semua pihak karena berdampak kurang menyenangkan, baik bagi pemerintah dan juga masyarakat.

Kenaikan biaya kesehatan ini menjadi beban berat bagi rumah tangga.

Sumber: Kontan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved