Uskup Bumbun Wafat

Eksotisme Gereja Katedral Pontianak Tempat Mgr. Hieronymus Bumbun Disemayamkan! Terbesar di Asia

Jenazah Mgr. Hieronymus Bumbun disemayamkan di Gereja Katedral selama tiga hari sebelum dimakamkan pada Kamis 3 Oktober 2024 siang WIB

Penulis: Marlen Sitinjak | Editor: Marlen Sitinjak
KOLASE TRIBUN PONTIANAK
Mengenal Gereja Katedral Pontianak Tempat Mgr. Hieronymus Bumbun Disemayamkan. Uskup Emeritus Mgr. Hieronymus Herculanus Bumbun, meninggal dunia pada, Senin 30 September 2024 malam WIB, di Rumah Sakit Santo Antonius Pontianak, dalam usia 87 tahun. 

Gereja Katedral Pontianak juga menjadi tempat berkumpul dan beribadah bagi umat Katolik.

Gereja Katedral Pontianak.
Gereja Katedral Pontianak. (TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANESH VIDUKA)

Gereja ini juga sering menjadi tujuan wisata bagi wisatawan yang ingin melihat keindahan arsitektur dan sejarah yang kaya.

Secara keseluruhan, Gereja Katedral Pontianak merupakan satu di antara gereja terbesar dan terindah di Asia Tenggara. 

Arsitektur unik dan sejarah yang kaya membuat gereja ini menjadi simbol penting bagi masyarakat setempat dan wisatawan. 

Gereja Katedral ini menjadi tempat tahta uskup Keuskupan Agung Pontianak. Sebelum pensiun, Mgr. Hieronymus Herculanus Bumbun 37 tahun menjadi Uskup Agung Pontianak.

Gereja dengan bagunan baru saat ini diresmikan pada 19 Desember 2014 oleh Gubernur Kalbar kala itu, Drs Cornelis MH. 

Misa pemberkatan pada 19 Maret 2015 bertepatan dengan Pesta St. Yosef menurut kalender liturgi Katolik Roma.

Paroki Katedral Pontianak sejak awal dirintisnya sampai dengan saat ini digembalakan oleh para imam dari ordo Kapusin (OFMCap).

Karya Uskup Bumbun Semasa Hidup! 37 Tahun Uskup Agung Pontianak dengan Motto Amor non Amatur

Jejak Pembangunan Gereja Katedral Pontianak

Pembangunan gereja pertama sebagai pusat paroki dimulai sejak tahun 1908 oleh Prefek Apostolik Dutch Borneo Mgr. Pacificus Bos, OFMCap setelah pembelian tanah untuk membangun gereja, pastoran, rumah yatim-piatu, sekolah, pemakaman, dan susteran. 

Kemudian gereja tersebut diberkati pada 9 Desember 1909, sekaligus berdirinya paroki secara resmi. 

Menjadi gereja katedral sejak 17 November 1918 seiring dengan ditahbiskannya Mgr. Jan Pacificus Bos, OFMCap menjadi Uskup Tituler Capitolias, merangkap Vikaris Apostolik Dutch Borneo, dan paroki berubah menjadi Paroki Katedral Pontianak.

Seiring perkembangan umat dan keadaan fisik bangunan gereja awal yang sudah tidak layak, maka bangunan tersebut dirubuhkan pada tahun 2011 untuk dibangun gereja baru yang berkapasitas 3.000 orang. 

Gereja St. Yosef yang baru dibangun dengan perpaduan arsitektur Romawi dan Timur Tengah. 

Ornamen bernuansa Dayak mendominasi eksterior bangunan, dan interiornya didominasi nuansa khas Tionghoa berpadu dengan gaya klasik Eropa.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved