Ragam Contoh

9 Pola dan Contoh Mendidik Anak Secara Islami dan Taat Pada Agama Serta Orang Tua

pendidikan yang paling utama dan terbaik dari seorang ayah kepada anak-anaknya adalah tata krama atau akhlak yang baik. Hadits mengenai ini shahih

Kolase Tribunpontianak.co.id / sid / google
Dalam islam, Rasullullah punya cara dalam mendidik anak-anaknya bahkan sang cucu dan hal utama yang peru di perhatikan ialah ada, akhlak dan agamanya.          

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Ketika anak beranjak dewasa, orang tua wajib memberikan pemahaman yang jelas untuk masa depannya. 

Orang tua juga perlu belajar mendidik anak sesuai dengan usia kebutuhan sang anak

Dalam islam, Rasullullah punya cara dalam mendidik anak-anaknya bahkan sang cucu dan hal utama yang peru di perhatikan ialah ada, akhlak dan agamanya.         

Akidah menjadi sebuah tonggak yang sangat penting dalam menjalani hidup, untuk mengajari anak

Memang mempelajarinya tidak secara langsung, harus secara pelan-pelan agar anak mudah memahami dengan memulai untuk mengajak anak berbicara tentang alam semesta, lalu diarahkan dengan penyimpulan yang mengukuhkan keimanannya. 

Berikut ini cara Rasullulah mendidik anak-anaknya : 

Contoh Perilaku Internalizing Behavior, Perilaku Negatif yang Dapat Merugikan Anak

1. Kenalkan Agama Sedini Mungkin

Sebagian orang masih banyak yang salah memahami mengenai kata “sedini mungkin”. Maksudnya bukan saat anak sudah usia sekolah atau hampir baligh, atau ketika anak sudah mulai berbicara dan bisa membaca, namun dimulai dari saat anak masih di dalam kandungan. 

Menurut penjelasan medis, janin bukan sekedar gumpalan daging yang diberi detak jantung namun juga mampu menyerap informasi dari luar. Inilah mengapa mood dari ibu hamil akan berdampak juga pada si janin. 

Ada beragam cara yang bisa dilakukan oleh orang tua untuk mengenalkan si kecil kepada Allah sejak masih di dalam perut. Beberapa contohnya adalah:

  • Orang tua sering mengaji / membaca Al-Qur’an.
  • Bisa juga dengan diputarkan rekaman lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an.
  • Lihat video-video ceramah ustad.
  • Lebih rajin beribadah, misalnya sholat wajib tepat waktu dan perbanyak sholat sunnah.
  • Perbanyak dzikir.

2. Berikan Pendidikan Akhlak

Pada salah satu sabda Rasul, disebutkan bahwa pendidikan yang paling utama dan terbaik dari seorang ayah kepada anak-anaknya adalah tata krama atau akhlak yang baik. Hadits mengenai ini shahih dan diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi serta Imam Al-Hakim. 

Jadi, pendidikan tata krama untuk anak juga harus diberikan sedini mungkin. Bukan saat anak sudah beranjak baligh, namun justru ketika masih balita. Sebab menurut ilmu medis, otak balita sedang mengalami perkembangan yang pesat sehingga lebih mudah untuk menyerap berbagai informasi. 

Pendidikan akhlak yang baik turut berperan besar pada pembentukan karakter anak dan akan menjadi bekal utama ketika sudah dewasa. Menurut orang bijak, orang minim ilmu namun memiliki akhlak yang bagus jauh lebih baik daripada orang berilmu tinggi yang sombong dan tidak berakhlak.

5 Contoh Psikolog Tangani Anak Tantrum dan Mudah Marah

3. Ajarkan Tanggung Jawab dan Amanah

Selain akhlak, mendidik anak ala Rasulullah juga melibatkan rasa tanggung jawab dan amanah. Rasulullah sendiri karena saking amanahnya sampai diberi gelar Al-Amin, yang artinya terpercaya. 

Nah, jika ingin si kecil tumbuh menjadi pribadi yang bertanggung jawab dan amanah, maka orang tua tidak cukup hanya memberi teori namun juga harus disertai dengan contoh. Misal dalam kehidupan sehari-hari, beri anak tanggung jawab untuk membereskan mainan yang sudah selesai dimainkan.

Lalu jika sudah usia sekolah, ajarkan anak mengenai tanggung jawab mengerjakan tugas-tugas sekolah. Tanggung jawab utama lainnya adalah sholat 5 waktu jika anak sudah menginjak usia 7 tahun.

4. Ajarkan Memilih Teman

Memang benar bahwa manusia harus bersosialisasi dan baik kepada sesama, atau tidak membeda-bedakan. Namun di sisi lain, orang tua juga perlu mengajarkan anak bagaimana cara untuk memilih teman yang dapat membawanya kepada kebaikan, bukan hal-hal yang justru menyimpang. 

Menurut salah satu hadits yang diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dan Imam Ahmad, Rasul bersabda bahwa bagaimana seseorang bersikap akan sangat tergantung pada teman-temannya, karena itu sebaiknya pilih lah teman yang baik.

Sebagai orang tua, Anda perlu ajarkan kepada anak mengenai lingkungan pertemanan seperti apa yang berdampak bagus dan sebaliknya. Namun ajarkan juga kepada anak bagaimana sikap terhadap teman yang mungkin kurang bagus, misalnya anak tidak boleh melakukan bullying. 

5. Ajarkan Sholat

Mengajarkan sholat kepada anak sudah pasti menjadi salah satu cara mendidik anak ala Rasulullah yang wajib diikuti oleh semua Muslim. 

Jika merujuk pada isi dari salah satu hadist Nabi yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, anak harus sudah sholat di usia 7 tahun dan jika sampai usia 10 tahun sholatnya masih sering absen maka orang tua harus tegas. 

Masih menurut isi hadist yang sama, saking pentingnya sholat bahkan Rasul sampai memerintahkan umatnya untuk memukul anak yang dengan sengaja meninggalkan sholat. 

Namun terkait dengan pukulan ini, bukan berarti orang tua dapat menghajar anaknya sampai babak belur ya. Karena memukul anak dapat berdampak negatif untuk jiwanya.

10 Contoh Merawat Luka Pasca Sunat atau Khitan Bagi Anak Laki-Laki

6. Pisahkan Anak Beda Gender

Tips mendidik anak ala Rasulullah yang satu ini mungkin jarang diketahui padahal ada hadistnya. Menurut Rasul, anak perempuan dan laki-laki harus sudah pisah kamar saat usia 7 tahun. 

Orang tua perlu menjelaskan kepada anak mengapa tidak boleh lagi sekamar, dan ajarkan juga untuk tidak mandi bersama atau melepas pakaian di depan lawan jenis termasuk saudara kandung.

7. Jangan Mudah Memarahi Anak

Pola asuh ala Rasul yang satu ini sangat relevan dengan ilmu psikologi masa kini. Sudah banyak penelitian yang membuktikan bahwa memarahi anak apalagi dengan intensitas cukup sering dapat berdampak pada emosional, psikis, dan karakter anak

Anak-anak yang memiliki orang tua tipe ini terbukti lebih mudah marah dan bahkan sebagian lagi memiliki dendam terhadap orang tuanya sendiri. 

Nah, Rasul sendiri mengajarkan untuk meredam dulu emosi orang tua ketika anak memang melakukan kesalahan, lalu beritahu anak mengenai kesalahannya dengan cara yang baik. Jadi jangan berkata kasar karena hanya akan melukai hatinya.

8. Berikan Cinta Kasih

Menurut para sahabat, Rasul merupakan sosok ayah dan kakek yang penuh dengan cinta kasih. Rasul bahkan tanpa ragu menunjukkan rasa sayangnya di depan masyarakat, sehingga membuat anak-anaknya merasa dicintai. 

Konsep mendidik anak ala Rasulullah yang ini sebenarnya sangat berbeda dengan sudut pandang laki-laki pada masa tersebut. Pada zaman itu, laki-laki harus menjadi sosok maskulin dan bukannya lemah lembut terhadap anak

Padahal, cara Rasul tadi justru sangat cocok dengan ilmu parenting. Menunjukkan cinta kasih kepada anak sama dengan mengajarkan anak agar juga mencintai orang tuanya. Anak yang kekurangan kasih sayang orang tua biasanya akan memiliki kepribadian yang kurang baik bahkan bisa negatif.

9. Jadilah Teladan

Orang tua dapat menjadikan Rasulullah sebagai suri tauladan, dan orang tua dapat menjadi teladan untuk anak-anaknya. Jadi, berbagai cara di atas hanya akan berhasil jika Anda juga mencontohkannya, bukan sekedar memberi teori. 

Sebab, anak merupakan pengamat sekaligus peniru yang ulung. Jika orang tuanya disiplin, maka anak akan mencontoh, namun jika orang tua sering berkata kasar anak pun akan mengikutinya.

Agar dapat menerapkan berbagai cara mendidik anak ala Rasulullah di atas, hal paling penting yang perlu dilakukan oleh orang tua adalah memperbaiki diri terlebih dahulu. Sebab sebagus apapun ajaran teori untuk anak akan tetap kalah dari contoh atau praktek langsung dari orang tua.

(*)

Informasi Terkini Tribun Pontianak Kunjungi Saluran WhatsApp

Ikuti Terus Berita Terupdate Seputar Kalbar Hari Ini Di sini

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved