Ragam Contoh

Contoh Perilaku Internalizing Behavior, Perilaku Negatif yang Dapat Merugikan Anak

Salah satu tipe perilaku yang mungkin dimiliki oleh seorang anak adalah internalizing behavior (perilaku internalisasi) yang perlu di perhatikan. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Instagram @vadelbadjideh
Potret Vadel Badjideh. Pacar Lolly anak Nikita Mirzani ini dituduh menghamili sang kekasih hingga dilaporkan NM ke Polres Jakarta. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Internalizing behavior pada anak merupakan suatu kondisi yang menimbulkan rasa depresi, cemas, emosi, dan stres yang sering kali disembunyikan oleh anak.

Internalizing behavior sebenarnya adalah awal dari bentuk gangguan emosi dan perilaku pada anak. Gangguan emosi ini mungkin tidak mengganggu orang sekitar, tapi jelas bisa sangat merugikan anak.

Salah satu tipe perilaku yang mungkin dimiliki oleh seorang anak adalah internalizing behavior (perilaku internalisasi) yang perlu di perhatikan. 

Ini adalah tindakan di mana seseorang mengarahkan energi negatif ke dalam diri mereka sendiri.

Dengan kata lain, individu yang menunjukkan perilaku internalisasi cenderung melakukan tindakan merugikan bagi diri mereka sendiri daripada menyerang orang lain, yang biasanya disebut sebagai perilaku eksternalisasi.

Menurut Danang Baskoro, seorang psikolog klinis, internalizing behavior adalah perilaku yang cenderung muncul secara internal. Dalam kata lain, perilaku ini tidak selalu terlihat oleh orang lain.

6 Cara Menjaga Kesehatan Mental Anak, Kapan Anak Perlu di Bawa ke Psikolog?

"Internalizing behavior adalah jenis perilaku yang cenderung muncul secara internal dalam diri individu, sehingga tidak selalu terlihat oleh orang lain," kata Psikolog Danang saat dihubungi melalui WhatsApp.

Perilaku ini memiliki perbedaan yang signifikan dengan perilaku eksternalisasi, yang melibatkan tindakan yang lebih terlihat dan dapat diamati oleh orang lain.

Ciri-ciri internalizing behavior

Dalam konteks ini, Danang menjelaskan beberapa ciri internalizing behavior pada anak, yaitu:

1. Kesulitan Mengatasi Emosi

Anak-anak dengan perilaku internalisasi sulit mengatasi emosi mereka. Mereka cenderung menahan perasaan mereka daripada mengungkapkannya, termasuk perasaan cemas, depresi, atau stres.

2. Perilaku Pasif

Anak-anak yang memiliki perilaku internalisasi cenderung menghadapi masalah dengan cara yang pasif. Mereka mungkin mencoba untuk menghindari konfrontasi atau menarik diri dari situasi sosial.

3. Kekhawatiran Berlebihan

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved