Pilgub Kalbar 2024

Pengamat Politik Sebut Bakal Ada Dua Paslon yang Bertarung di Pilgub Kalbar 2024 

Apakah kepada internal untuk lalu berkoalisi dengan PPP, PKB, ataupun Hanura atau bahkan menyerahkan kepada Ria Norsan atau Hildi Hamid.

Penulis: Anggita Putri | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/FILE
Pengamat Politik sekaligus Akademisi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisipol) Universitas Tanjungpura (Untan), Dr Zulkarnaen. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pengamat Politik Universitas Tanjungpura Zulkarnaen mengatakan bahwa memperhatikan peta dukungan partai politik ( parpol ) ini, secara teoritik peluangnya ada tiga. 

Namun dengan tingkat kesulitan yang dihadapi itu, ia melihat di Pilgub ini akan melahirkan dua pasangan karena berkaitan dengan waktu yang sangat terbatas.

“Memperhatikan konteks waktu, bakal calon yang muncul saya kira akan ada dua pasang saja. Selain memang juga, muncul dua tadi itu, PDIP juga akan sulit sendirian untuk memunculkan nya. Boleh jadi tentu saja ada survey berapa besar elektabilitas calon dari internal. Ini tentu saja menyulitkan untuk memunculkan tiga pasang,” ujarnya.

Partai yang menjadi kunci tentu saja ada di PDIP, kemana PDIP lalu akan menyerahkan tiketnya itu.

Apakah kepada internal untuk lalu berkoalisi dengan PPP, PKB, ataupun Hanura atau bahkan menyerahkan kepada Ria Norsan atau Hildi Hamid.

Baca juga: Hari Kedua, Baru Midji - Didi yang Daftar ke KPU Kalimantan Barat

“Tentu ini menjadi peluang dalam waktu dekat hingga bisa terputuskan paling tidak bisa segera mndaftarkan ke KPU,” ujarnya.

Selain waktu yang sangat singkat, Zulkarnaen mengataksn memang strategi untuk memunculkan tiga pasang calon gubernur dan wakil gubernur i lontestasi pilgub Kalbar tahun 2024 ini bukan komunikasi yang tidak mudah.

Selain itu, sampai saat ini pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar Midji-Didi menjadi pasangan pertama yang mendaftar ke KPU  Provinsi pada 28 Agustus 2024.

Tentu saja memperhatikan kekuatan Midji-Didi yang ditopang tujuh partai politik. Dikatakan Zulkarnaen, jika mesin politik tujuh parpol berfungsi secara optimal tentu kekuatannya besar.

“Lalu sama juga besarnya saya pikir dengan kekuatan parpol yang belum mengusung plus yang nanti kalau bergabung dan menjadi satu. Karna selain untuk memenangkan ada mesin parpol tentu banyak pemilih bijak yang memang berfikir bebas tanpa ikatan parpol,” katanya.

Maka melihat kondisi yang ada, ia katakan akan ada dua pasang calon gubernur yang akan berkompetisi di Pilgub tahun 2024.

“Saya pikir ini pertarungan ketat, karena tentu saja ada celah yang bisa dilihat oleh lawan, yang kemudian bisa digunakan oleh lawan untuk memenangkankan dalam kontestasi pilgub ini,” pungkasnya. (*)

Informasi Terkini Tribun Pontianak Kunjungi Saluran WhatsApp

Ikuti Terus Berita Terupdate Seputar Kalbar Hari Ini disini

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved