Pilwako Singkawang 2024

Filosofi Kemeja Pink Paslon Tjhai Chui Mie-Muhammadin, Ingin Tunjukkan Cinta Kasih 

"Kalau kita pilih satu warna partai, maka warna partai lainnya tidak terakomodir. Karna itu kita inisiatif saya dan Wakil pilih pink," ungkapnya.

|
Penulis: Widad Ardina | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/WIDAD ARDINA
Paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie-Muhammadin saat diwawancarai usai penyerahan berkas pendaftaran ke KPU Singkawang di Posko Kemenangan, pada Rabu 28 Agustus 2024. TCM mengatakan nuansa warna pink untuk menujukkan rasa kasih sayang. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG -  Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie-Muhammadin mengenakan kemeja berwarna pink untuk mengantarkan berkas persyaratan pendaftaran Cakada Pilkada Serentak 2024 di KPU Singkawang, pada Rabu 28 Agustus 2024.

Menurut Calon Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie memilih kemeja warna pink ini sebagai arti kedamaian dan menunjukkan rasa kasih sayang.

"Dari kostum kita tidak bikin warna-warni, jadi kami lebih cendrung memilih kostum berwarna pink," ucapnya saat diwawancarai usai penyerahan berkas pendaftaran ke KPU Singkawang di Posko Kemenangan.

"Warna pink itu menggambarkan kesejukan dan kedamaian. Kemudian rasa kasih sayangnya ada, sehingga kita pilih warna pink dan semua partai koalisi ada di sini," tambahnya.

Tjhai Chui Mie mengaku dengan warna kemeja pink ini dapat mengakomodir warna dari keenam partai koalisi.

"Kalau kita pilih satu warna partai, maka warna partai lainnya tidak terakomodir. Karna itu kita inisiatif saya dan Wakil pilih pink," ungkapnya.

Tjhai Chui Mie-Muhammadin Menjadi Paslon Pertama yang Mendaftar ke KPU Singkawang

Selain itu, nuansa warna pink juga dikatakannya cocok untuk dikenakan oleh generasi muda. Bahkan dengan warna pink ini, ia mengaku akan menciptakan dinamika politik untuk lebih adem. 

"Jadi pink itu arah kasih sayang, saya pikir orang politik mungkin merasa panas. Tapi kita pilih untuk adem-adem saja. Jadi tidak ada lagi saling menjelekkan, mencaci maki, mengorek-orek. Kita ingin mengedepankan tujuan kedepannya sebagai Cakada," ungkapnya.

Ia juga ingin dengan warna pink ini dapat menjadi edukasi ke masyarakat bahwa politik bukan sebuah ajang untuk menjatuhkan lawan. 

Kemudian untuk gambar gepalan tangan di kemeja kedua paslon ini. Tjhai Chui Mie mengatakan itu merupakan gabungan salam dari huruf M.

"Tanda salam TCM dan Muhammadin. Jadi kita salam M-nya. Jadi motif itu kita buat sedemikian rupa sehingga pertama agar enak dilihat dan menarik," pungkasnya. (*)

Dapatkan Informasi Terkini dari Tribun Pontianak via SW DI SINI

Ikuti Terus Berita Terupdate Seputar Kalbar Hari Ini Di sini

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved