Pilkada Serentak 2024

Operasi Mantap Praja Kapuas 2024, Polres Sanggau Libatkan Kurang Lebih 454 Personel 

Seperti ketegangan antar pendukung pasangan calon yang dapat memicu konflik sosial dan politik, ancaman kecurangan seperti politik uang.

|
Penulis: Hendri Chornelius | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa
Kapolres Sanggau AKBP Suparno Agus Candra Kusumah dan pejabat lainnya saat foto bersama usai memimpin apel gelar pasukan operasi Mantap Praja tahun 2024 dalam rangka pengamanan Pilkada serentak tahun 2024 di Lapangan Tribun Sabang Merah Kelurahan Bunut Kecamatan Kapuas Kabupaten Sanggau Kalimantan Barat, Senin 26 Agustus 2024. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Kapolres Sanggau AKBP Suparno Agus Candra Kusumah memimpin apel gelar pasukan operasi Mantap Praja tahun 2024 dalam rangka pengamanan Pilkada serentak tahun 2024 di Lapangan Tribun Sabang Merah Kelurahan Bunut Kecamatan Kapuas Kabupaten Sanggau Kalimantan Barat, Senin 26 Agustus 2024. 

Dalam amanatnya, Kapolres Sanggau AKBP Suparno Agus Candra Kusumah mengatakan bahwa apel gelar pasukan hari ini merupakan pengecekan dan persiapan akhir atas kesiapan seluruh personel, peralatan, dan strategi yang akan diterapkan dalam mengamankan jalannya setiap tahapan pemilihan calon gubernur dan wakil gubernur Kalimantan Barat serta pemilihan bupati dan wakil bupati sanggau tahun 2024 di wilayah Hukum Polres Sanggau.

"Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati merupakan momentum krusial demokrasi yang akan menentukan arah kebijakan dan masa depan Kabupaten Sanggau 5 tahun kedepan. Setiap yang diberikan berkontribusi terhadap kemajuan daerah di berbagai sektor kehidupan, sehingga kelancaran dan keamanan menjadi faktor penting untuk memastikan masyarakat dapat turut berpartisipasi memilih pemimpin yang tepat," katanya.

Dalam pelaksanaan pemilihan calon gubernur dan wakil gubernur Kalbar serta pemilihan bupati dan wakil bupati Sanggau tentunya ada beberapa potensi kerawanan yang harus diwaspadai bersama.

Baca juga: Satu Unit Rumah di Balai Karangan Sanggau Terbakar, Kapolsek Jelaskan Kronologis Kejadian

"Seperti ketegangan antar pendukung pasangan calon yang dapat memicu konflik sosial dan politik, ancaman kecurangan seperti politik uang, manipulasi suara, dan intimidasi terhadap pemilih bisa mencederai integritas serta kepercayaan publik terhadap hasil pemilihan," katanya.

"Tidak kalah penting, kita juga harus mengantisipasi potensi rendahnya partisipasi masyarakat atau golput, yang bisa terjadi akibat terhadap proses demokrasi," tambahnya.

Dalam beberapa kasus, kemungkinan terjadinya pemilihan suara ulang (PSU) akibat kecurangan atau pelanggaran serius juga perlu diwaspadai, karena ini bisa menambah kompleksitas situasi yang harus diamankan.

Berdasarkan potensi kerawanan tersebut diatas, dalam rangka mengamankan seluruh tahapan pemilihan calon gubernur dan wakil gubernur Kalbar serta pemilihan bupati dan wakil bupati Sanggau, Polres sanggau menggelar Operasi Kepolisian Mandiri Kewilayahan Mantap Praja Kapuas 2024, yang dilaksanakan selama 127 hari, terhitung sejak tanggal 27 Agustus 2024 hingga 31 Desember 2024, dengan melibatkan kurang lebih 454 personel di seluruh jajaran Polres Sanggau.

Pada kesempatan ini, ada beberapa arahan dan langkah antisipatif yang harus dipedomani oleh seluruh peserta apel gelar pasukan, antara lain laksanakan kerawanan pemetaan secara menyeluruh, lakukan pemetaan potensi konflik, daerah rawan golput, dan potensi kecurangan dengan seksama. 

Kemudian, identifikasi kelompok-kelompok yang berpotensi memicu gangguan kamtibmas, segera lakukan pendekatan dialogis dan humanis untuk mencegah hal tersebut.

"Penegakan hukum yang tegas dan transparan menjadi kunci kepercayaan publik, segera tangani setiap pelanggaran dan kecurangan yang terjadi selama tahapan pemilihan calon gubernur dan wakil gubernur serta pemilihan bupati dan wakil bupati secara tegas, namun tetap menjunjung tinggi prinsip-prinsip hukum dan keadilan," tegasnya.

Selain itu, gencarkan sosialisasi dan amplifikasikan berita positif di berbagai platform media, berikan literasi kepada masyarakat untuk memilih berdasarkan kompetensi, bukan karena tekanan atau politisasi yang tidak jelas, sekaligus lakukan counter opini terhadap berita hoaks dan isu-isu sara.

"Jalin koordinasi yang solid dan kolaboratif dengan seluruh pihak, sinergi yang solid di antara seluruh pihak adalah kunci untuk menciptakan kondisi yang aman dan kondusif," tuturnya.

Kemudian, pastikan setiap personel memiliki kesiapan tinggi dalam merespon cepat setiap gangguan kamtibmas, lakukan pengawasan dan pemantauan secara ketat di setiap tahapan, dari awal hingga akhir proses pemungutan suara, dengan mengoptimalkan jaringan komunikasi dan aplikasi early warning system (ews) dan sistem operasi terpadu (sot);

"Jaga netralitas selama pemilihan calon gubernur dan wakil gubernur Kalbar serta pemilihan bupati dan wakil bupati Sanggau untuk memastikan demokrasi berjalan adil, mencegah conflict of interest dan menjaga kepercayaan publik. Mari kita laksanakan tugas ini dengan penuh tanggung jawab demi terciptanya situasi yang aman, tertib, dan kondusif," ujarnya.

Pemilihan calon gubernur dan wakil gubernur serta pemilihan bupati dan wakil bupati yang sukses adalah ketika setiap suara dihargai dan demokrasi ditegakkan tanpa kompromi. (*)

Informasi Terkini Tribun Pontianak Kunjungi Saluran WhatsApp

Ikuti Terus Berita Terupdate Seputar Kalbar Hari Ini disini

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved