Renungan Harian
Renungan Katolik Selasa 20 Agustus 2024, Bacaan Injil Matius 19:23-30
Renungan hari ini mengajarkan kita tentang kebijaksanaan dan kepatuhan Samuel. Teladan hidupnya sangat relevan dengan kehidupan kita saat ini.
Ketika berdoa di Kenisah Allah di Silo, Hana berjanji bahwa apabila Tuhan menganugerahi dia seorang anak laki-laki, ia akan mempersembahkan anak itu kepada Tuhan dan pisau cukur tidak akan menyentuh kepalanya (1Sam1:11).
Ketika Hana melahirkan, ia menamakan anaknya Samuel yang berarti ‘diminta dari Tuhan’, seusai dengan janjinya kepada Tuhan, Hana mempersembahkan Samuel kepada Tuhan untuk melayani Dia di kenisah Silo.
Sebagai ucapan syukur, Hana menyanyikan sebuah lagu pujian untuk Tuhan (1Sam2:110); lagu pujian ini berabad-abad kemudian bergaung dengan sangat indah dalam Magnificat Maria (Luk1:4655).
Di Silo, Samuel berada dalam penjagaan Eli (1Sam2:28), Eli dan keluarganya dipilih Allah menjadi hambaNya untuk melayani Allah dan membawa persembahan kepadaNya.
Tetapi anak-anak Eli tidak menghormati jabatan imamat yang dipercayakan Allah kepada mereka.
Oleh karena itu, Tuhan memanggil Samuel dan mengatakan kepadanya bahwa ia akan menghancurkan rumah Eli (1Sam 3:1014).
Tuhan mencintai Samuel dan menyertai dia, dan orang-orang Israel tahu bahwa Samuel adalah seorang nabi yang diutus Allah kepada mereka (1Sam 3:19).
Tindakan pertama Samuel sebagai Nabi Allah ialah menghimbau seluruh umat Israel agar kembali membaharui janji mereka dengan Yahweh (1Sam 7:3).
Orang-orang Israel telah ditaklukkan oleh bangsa Filistin; tabut perjanjian sebagai tanda kehadiran Allah di antara mereka pun direbut.
Tetapi Tuhan menyiksa bangsa Filistin; karena perbuatan mereka sehingga mereka mengembalikan tabut perjanjian itu kepada bangsa Israel.
Pada saat itulah, Samuel menghimbau pembaharuan perjanjian dengan Yahweh, demi keselamatan mereka dari cengkraman Filistin (1Sam 7:10-14).
Pertentangan diantara umat tentang hal pembangunan sebuah kerajaan mencapai puncaknya pada masa Samuel.
Setelah beberapa tahun memimpin Israel sebagai imam dan hakim, Samuel mengurapi anak-anaknya untuk menggantikan dia.
Meski demikian mereka tidak pantas menjadi hakim atas Israel.
Oleh karena itu orang Israel meminta Samuel mengurapi seorang raja bagi mereka.
Renungan Katolik Selasa 20 Agustus 2024
renungan harian katolik
renungan Katolik
renungan hari ini
renungan harian
renungan
bacaan injil hari ini
bacaan injil
Katolik
| Bacaan Liturgi Katolik Kamis 20 Februari 2025: Panggilan untuk Mengikuti Kristus dengan Pengorbanan |
|
|---|
| Renungan Katolik Kamis 20 Februari 2025: Ikutlah Aku dan Biarkanlah Segala Sesuatu yang Lain |
|
|---|
| Renungan Kristen Kamis 20 Februari 2025: Hidup dalam Kasih dan Pengampunan |
|
|---|
| Pesan Bacaan Liturgi Katolik Rabu 19 Februari 2025: Hari Biasa dengan Warna Liturgi Hijau |
|
|---|
| Renungan Katolik Rabu 19 Februari 2025: Memahami Proses Penyembuhan dan Janji Allah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Renungan-Katolik-Selasa-20-Agustus-2024-Bacaan-Injil-Matius-1923-30.jpg)