Pilgub Kalbar 2024

Cornelis Blak-blakan Soal Pilgub Kalbar 2024, Bicara Faksi Hingga Perintah Megawati Soekarnoputri

Ia pun menegaskan soal isu faksi-faksi hingga perintah Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri.

|
TRIBUN PONTIANAK
Gubernur Kalimantan Barat dua periode, Cornelis yang juga Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan. Cornelis angkat suara soal Pilkada 2024 di Kalbar 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Gubernur Kalimantan Barat dua periode, Cornelis bicara blak-blakan soal Pilgub Kalbar hingga Pilkada Landak 2024.

Ia pun menegaskan soal isu faksi-faksi hingga perintah Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri.

Ketua DPD PDI Perjuangan 2003-2019 tersebut membicarakan mengenai Pilkada itu menyusul isu yang berseliweran di media sosial.

Cornelis yang kini menjabat sebagai anggota Komisi II DPR RI ini menegaskan jika PDI Perjuangan sudah jelas mendukung dan mengusung Lasarus menjadi Calon Gubernur Kalimantan Barat 2025-2023.

Ia juga menegaskan bahwa Karolin Margret Natasa menjadi Calon Bupati di Kabupaten Landak untuk periode kedua.

Penyataan Presiden MADN ini juga dengan jelas membantah isu jika Karolin Margret Natasa dipasangkan dengan Ria Norsan di Pilgub Kalbar 2024.

Baca juga: PROFIL Peraih Suara Tertinggi DPRD Provinsi Kalbar, Ada Trah Lasarus, Ria Norsan Hingga Cornelis

“Isu yang itu tidak benar, kita tidak buat isu seperti itu. Karena Karolin Calon Bupati Landak dan sudah mendapatkan surat tugas dari DPP PDI Perjuangan dan dia sudah melakukan komunikasi politik dengan partai politik yang ada di Landak,” kata Cornelis Sabtu 20 Juli 2024 saat ditemui di Pontianak.

“Sedangkan Calon Gubernur adalah Ketua DPD PDI Perjuangan, bapak Lasarus. Tidak mungkin PDI Perjuangan membuat dua keputusan, jadi keputusannya hanya satu. Calon Gubernur Kalbar Pak Lasarus dan Calon Bupati Landak bu Karolin,” tambahnya.

“Tidak mungkin kita melangkahi keputusan DPD dan DPP, tiba-tiba menjadi Wakil Gubernur Pak Ria Norsan,” timpal Bupati Landak 2001-2008 itu.

Isu yang beredar dimedia sosial , kata Cornelis tentu dibuat oleh oknum tertentu yang tidak ingin ia bersama Lasarus kompak.

“Kalau pun muncul dimedia sosial itu orang ngarang, adu domba kami dengan Pak Ketua. Saya ditugaskan DPP bertanggung jawab untuk pemilihan kepala daerah di Kalbar sehingga tugas saya untuk meluruskan itu,” terangnya.

Lebih lanjut, Cornelis mengatakan jika tidak ada faksi-faksi di PDI Perjuangan Kalbar.

Isu yang mengatakan ada faksi Cornelis dan Lasarus juga adalah untuk membuat mereka tidak solid.

“Sebenarnya tidak ada faksi-faksi, Cornelis tidak ada faksi-faksi, padahal dibuat orang tertentu, itu dibuat oleh orang tidak ingin kami solid, padahal kami tidak ada masalah dan baik-baik saja,” bebernya.

Lebih jauh, Cornelis mengatakan jika ada kader partai yang sama, sama-sama PDI Perjuangan jika ingin maju sebagai calon kepala daerah dan tidak mendapatkan surat tugas maka harus keluar dari PDI Perjuangan.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved