Khazanah Islam

SURAH Yassin Lengkap Amalan Sunnah Isi Malam Jumat Punya Keistimewaan dan Fadilah Besar

Surat yasin adalah salah satu surat yang ada di dalam Alquran dan memiliki segudang keistimewaan. Yasin termasuk ke dalam Surat Makkiyah.

Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ENDRO
Simak Bacaan Surat Yasin amalan Malam Jumat. Membaca Surat Yassin merupakan amalan sunnah yang dianjurkan. 

20. وَجَاۤءَ مِنْ اَقْصَا الْمَدِيْنَةِ رَجُلٌ يَّسْع ى قَالَ ي قَوْمِ اتَّبِعُوا الْمُرْسَلِيْنَ wa jā`a min aq al-madīnati rajuluy yas'ā qāla yā qaumittabi'ul-mursalīn

Artinya : Dan datanglah dari ujung kota, seorang laki-laki dengan bergegas dia berkata, “Wahai kaumku! Ikutilah utusan-utusan itu.

21. اتَّبِعُوْا مَنْ لَّا يَسْـ َلُكُمْ اَجْرًا وَّهُمْ مُّهْتَدُوْنَ ittabi' mal lā yas`alukum ajraw wa hum muhtad n

Artinya : Ikutilah orang yang tidak meminta imbalan kepadamu; dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.

22.  وَمَا لِيَ لَا اَعْبُدُ الَّذِيْ فَطَرَنِيْ وَاِلَيْهِ تُرْجَعُوْنَ
wa mā liya lā a'budullażī fa aranī wa ilaihi turja' n

Artinya : Dan tidak ada alasan bagiku untuk tidak menyembah (Allah) yang telah menciptakanku dan hanya kepada-Nyalah kamu akan dikembalikan.

23. ءَاَتَّخِذُ مِنْ دُوْنِه ا لِهَةً اِنْ يُّرِدْنِ الرَّحْم نُ بِضُرٍّ لَّا تُغْنِ عَنِّيْ شَفَاعَتُهُمْ شَيْـ ًا وَّلَا يُنْقِذُوْنِ
a attakhiżu min d nihī ālihatan iy yuridnir-ra mānu bi urril lā tugni 'annī syafā'atuhum syai`aw wa lā yungqiż n

Artinya : Mengapa aku akan menyembah tuhan-tuhan selain-Nya? Jika (Allah) Yang Maha Pengasih menghendaki bencana terhadapku, pasti pertolongan mereka tidak berguna sama sekali bagi diriku dan mereka (juga) tidak dapat menyelamatkanku.

24. اِنِّيْ اِذًا لَّفِيْ ضَل لٍ مُّبِيْنٍ
innī iżal lafī alālim mubīn

Artinya : Sesungguhnya jika aku (berbuat) begitu, pasti aku berada dalam kesesatan yang nyata.

25. اِنِّيْ ا مَنْتُ بِرَبِّكُمْ فَاسْمَعُوْنِ
innī āmantu birabbikum fasma' n

Artinya : Sesungguhnya aku telah beriman kepada Tuhanmu; maka dengarkanlah (pengakuan keimanan)-ku.”

26. قِيْلَ ادْخُلِ الْجَنَّةَ قَالَ ي لَيْتَ قَوْمِيْ يَعْلَمُوْنَ
qīladkhulil-jannah, qāla yā laita qaumī ya'lam n

Artinya : Dikatakan (kepadanya), “Masuklah ke surga.” Dia (laki-laki itu) berkata, “Alangkah baiknya sekiranya kaumku mengetahui,

27. بِمَا غَفَرَ لِيْ رَبِّيْ وَجَعَلَنِيْ مِنَ الْمُكْرَمِيْنَ
bimā gafara lī rabbī wa ja'alanī minal-mukramīn

Artinya : apa yang menyebabkan Tuhanku memberi ampun kepadaku dan menjadikan aku termasuk orang-orang yang telah dimuliakan.”

28. وَمَا اَنْزَلْنَا عَل ى قَوْمِه مِنْ بَعْدِه مِنْ جُنْدٍ مِّنَ السَّمَاۤءِ وَمَا كُنَّا مُنْزِلِيْنَ
wa mā anzalnā 'alā qaumihī mim ba'dihī min jundim minas-samā`i wa mā kunnā munzilīn

Artinya : Dan setelah dia (meninggal), Kami tidak menurunkan suatu pasukan pun dari langit kepada kaumnya, dan Kami tidak perlu menurunkannya.

29. اِنْ كَانَتْ اِلَّا صَيْحَةً وَّاحِدَةً فَاِذَا هُمْ خَامِدُوْنَ
ing kānat illā ai ataw wā idatan fa iżā hum khāmid n

Artinya : Tidak ada siksaan terhadap mereka melainkan dengan satu teriakan saja; maka seketika itu mereka mati.

30. ي حَسْرَةً عَلَى الْعِبَادِ مَا يَأْتِيْهِمْ مِّنْ رَّسُوْلٍ اِلَّا كَانُوْا بِه يَسْتَهْزِءُوْنَ
yā asratan 'alal-'ibād, mā ya`tīhim mir ras lin illā kān bihī yastahzi` n

Artinya : Alangkah besar penyesalan terhadap hamba-hamba itu, setiap datang seorang rasul kepada mereka, mereka selalu memperolok-olokkannya.

31. اَلَمْ يَرَوْا كَمْ اَهْلَكْنَا قَبْلَهُمْ مِّنَ الْقُرُوْنِ اَنَّهُمْ اِلَيْهِمْ لَا يَرْجِعُوْنَ
a lam yarau kam ahlaknā qablahum minal-qur ni annahum ilaihim lā yarji' n

Artinya : Tidakkah mereka mengetahui berapa banyak umat-umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan. Orang-orang (yang telah Kami binasakan) itu tidak ada yang kembali kepada mereka.

32. وَاِنْ كُلٌّ لَّمَّا جَمِيْعٌ لَّدَيْنَا مُحْضَرُوْنَ
wa ing kullul lammā jamī'ul ladainā mu ar n

Artinya : Dan setiap (umat), semuanya akan dihadapkan kepada Kami.

33. وَا يَةٌ لَّهُمُ الْاَرْضُ الْمَيْتَةُ ۖاَحْيَيْن هَا وَاَخْرَجْنَا مِنْهَا حَبًّا فَمِنْهُ يَأْكُلُوْنَ
wa āyatul lahumul-ar ul-maitatu a yaināhā wa akhrajnā min-hā abban fa min-hu ya`kul n

Artinya : Dan suatu tanda (kebesaran Allah) bagi mereka adalah bumi yang mati (tandus). Kami hidupkan bumi itu dan Kami keluarkan darinya biji-bijian, maka dari (biji-bijian) itu mereka makan.

34. وَجَعَلْنَا فِيْهَا جَنّ تٍ مِّنْ نَّخِيْلٍ وَّاَعْنَابٍ وَّفَجَّرْنَا فِيْهَا مِنَ الْعُيُوْنِ
wa ja'alnā fīhā jannātim min nakhīliw wa a'nābiw wa fajjarnā fīhā minal-'uy n

Artinya : Dan Kami jadikan padanya di bumi itu kebun-kebun kurma dan anggur dan Kami pancarkan padanya beberapa mata air,

35. لِيَأْكُلُوْا مِنْ ثَمَرِه وَمَا عَمِلَتْهُ اَيْدِيْهِمْ اَفَلَا يَشْكُرُوْنَ
liya`kul min amarihī wa mā 'amilat-hu aidīhim, a fa lā yasykur n

Artinya : agar mereka dapat makan dari buahnya, dan dari hasil usaha tangan mereka. Maka mengapa mereka tidak bersyukur?

36. سُبْح نَ الَّذِيْ خَلَقَ الْاَزْوَاجَ كُلَّهَا مِمَّا تُنْ بِتُ الْاَرْضُ وَمِنْ اَنْفُسِهِمْ وَمِمَّا لَا يَعْلَمُوْنَ
sub- ānallażī khalaqal-azwāja kullahā mimmā tumbitul-ar u wa min anfusihim wa mimmā lā ya'lam n

Artinya : Mahasuci (Allah) yang telah menciptakan semuanya berpasang-pasangan, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka sendiri, maupun dari apa yang tidak mereka ketahui.

37. وَا يَةٌ لَّهُمُ الَّيْلُ ۖنَسْلَخُ مِنْهُ النَّهَارَ فَاِذَا هُمْ مُّظْلِمُوْنَ
wa āyatul lahumul-lailu naslakhu min-hun-nahāra fa iżā hum mu lim n

Artinya : Dan suatu tanda (kebesaran Allah) bagi mereka adalah malam; Kami tanggalkan siang dari (malam) itu, maka seketika itu mereka (berada dalam) kegelapan,

38. وَالشَّمْسُ تَجْرِيْ لِمُسْتَقَرٍّ لَّهَا ذ لِكَ تَقْدِيْرُ الْعَزِيْزِ الْعَلِيْمِ
wasy-syamsu tajrī limustaqarril lahā, żālika taqdīrul-'azīzil-'alīm

Artinya : dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan (Allah) Yang Mahaperkasa, Maha Mengetahui.

39. وَالْقَمَرَ قَدَّرْن هُ مَنَازِلَ حَتّ ى عَادَ كَالْعُرْجُوْنِ الْقَدِيْمِ
wal-qamara qaddarnāhu manāzila attā 'āda kal-'urj nil-qadīm

Artinya : Dan telah Kami tetapkan tempat peredaran bagi bulan, sehingga (setelah ia sampai ke tempat peredaran yang terakhir) kembalilah ia seperti bentuk tandan yang tua.

40.                لَا الشَّمْسُ يَنْ بَغِيْ لَهَا اَنْ تُدْرِكَ الْقَمَرَ وَلَا الَّيْلُ سَابِقُ النَّهَارِ وَكُلٌّ فِيْ فَلَكٍ يَّسْبَحُوْنَlasy-syamsu yambagī lahā an tudrikal-qamara wa lal-lailu sābiqun-nahār, wa kullun fī falakiy yasba nTidaklah mungkin bagi matahari mengejar bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Masing-masing beredar pada garis edarnya.

41. وَا يَةٌ لَّهُمْ اَنَّا حَمَلْنَا ذُرِّيَّتَهُمْ فِى الْفُلْكِ الْمَشْحُوْنِ
wa āyatul lahum annā amalnā żurriyyatahum fil-fulkil-masy- n

Artinya : Dan suatu tanda (kebesaran Allah) bagi mereka adalah bahwa Kami angkut keturunan mereka dalam kapal yang penuh muatan,

42. وَخَلَقْنَا لَهُمْ مِّنْ مِّثْلِه مَا يَرْكَبُوْنَ
wa khalaqnā lahum mim mi lihī mā yarkab n

Artinya : dan Kami ciptakan (juga) untuk mereka (angkutan lain) seperti apa yang mereka kendarai.

43. وَاِنْ نَّشَأْ نُغْرِقْهُمْ فَلَا صَرِيْخَ لَهُمْ وَلَاهُمْ يُنْقَذُوْنَ
wa in nasya` nugriq-hum fa lā arīkha lahum wa lā hum yungqaż n

Artinya : Dan jika Kami menghendaki, Kami tenggelamkan mereka. Maka tidak ada penolong bagi mereka dan tidak (pula) mereka diselamatkan,

44. اِلَّا رَحْمَةً مِّنَّا وَمَتَاعًا اِل ى حِيْنٍ
illā ra matam minnā wa matā'an ilā īn

Artinya : melainkan (Kami selamatkan mereka) karena rahmat yang besar dari Kami dan untuk memberikan kesenangan hidup sampai waktu tertentu.

45. وَاِذَا قِيْلَ لَهُمُ اتَّقُوْا مَا بَيْنَ اَيْدِيْكُمْ وَمَا خَلْفَكُمْ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ
wa iżā qīla lahumuttaq mā baina aidīkum wa mā khalfakum la'allakum tur- am n

Artinya : Dan apabila dikatakan kepada mereka, “Takutlah kamu akan siksa yang di hadapanmu (di dunia) dan azab yang akan datang (akhirat) agar kamu mendapat rahmat.”

46. وَمَا تَأْتِيْهِمْ مِّنْ ا يَةٍ مِّنْ ا ي تِ رَبِّهِمْ اِلَّا كَانُوْا عَنْهَا مُعْرِضِيْنَ
wa mā ta`tīhim min āyatim min āyāti rabbihim illā kān 'an-hā mu'ri īn

Artinya : Dan setiap kali suatu tanda dari tanda-tanda (kebesaran) Tuhan datang kepada mereka, mereka selalu berpaling darinya.

47. وَاِذَا قِيْلَ لَهُمْ اَنْفِقُوْا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللّ هُ قَالَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا لِلَّذِيْنَ ا مَنُوْ ا اَنُطْعِمُ مَنْ لَّوْ يَشَاۤءُ اللّ هُ اَطْعَمَه ۖاِنْ اَنْتُمْ اِلَّا فِيْ ضَل لٍ مُّبِيْنٍ
wa iżā qīla lahum anfiq mimmā razaqakumullāhu qālallażīna kafar lillażīna āmanū a nu 'imu mal lau yasyā`ullāhu a 'amahū in antum illā fī alālim mubīn

Artinya : Dan apabila dikatakan kepada mereka, “Infakkanlah sebagian rezeki yang diberikan Allah kepadamu,” orang-orang yang kafir itu berkata kepada orang-orang yang beriman, “Apakah pantas kami memberi makan kepada orang-orang yang jika Allah menghendaki Dia akan memberinya makan? Kamu benar-benar dalam kesesatan yang nyata.”

48. وَيَقُوْلُوْنَ مَت ى ه ذَا الْوَعْدُ اِنْ كُنْتُمْ ص دِقِيْنَ
wa yaq l na matā hāżal-wa'du ing kuntum ādiqīn

Artinya : Dan mereka (orang-orang kafir) berkata, “Kapan janji (hari berbangkit) itu (terjadi) jika kamu orang yang benar?”

49. مَا يَنْظُرُوْنَ اِلَّا صَيْحَةً وَّاحِدَةً تَأْخُذُهُمْ وَهُمْ يَخِصِّمُوْنَ
mā yan ur na illā ai ataw wā idatan ta`khużuhum wa hum yakhi im n

Artinya : Mereka hanya menunggu satu teriakan, yang akan membinasakan mereka ketika mereka sedang bertengkar.

50. فَلَا يَسْتَطِيْعُوْنَ تَوْصِيَةً وَّلَا اِل ى اَهْلِهِمْ يَرْجِعُوْنَ
fa lā yasta ī' na tau iyataw wa lā ilā ahlihim yarji' n

Artinya : Sehingga mereka tidak mampu membuat suatu wasiat dan mereka (juga) tidak dapat kembali kepada keluarganya.

51. وَنُفِخَ فِى الصُّوْرِ فَاِذَا هُمْ مِّنَ الْاَجْدَاثِ اِل ى رَبِّهِمْ يَنْسِلُوْنَ
wa nufikha fi - ri fa iżā hum minal-ajdā i ilā rabbihim yansil n

Artinya : Lalu ditiuplah sangkakala, maka seketika itu mereka keluar dari kuburnya (dalam keadaan hidup), menuju kepada Tuhannya.

52. قَالُوْا ي وَيْلَنَا مَنْ بَعَثَنَا مِنْ مَّرْقَدِنَا ه ذَا مَا وَعَدَ الرَّحْم نُ وَصَدَقَ الْمُرْسَلُوْنَ
qāl yā wailanā mam ba'a anā mim marqadinā hāżā mā wa'adar-ra mānu wa adaqal-mursal n

Artinya : Mereka berkata, “Celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami (kubur)?” Inilah yang dijanjikan (Allah) Yang Maha Pengasih dan benarlah rasul-rasul(-Nya).

53. اِنْ كَانَتْ اِلَّا صَيْحَةً وَّاحِدَةً فَاِذَا هُمْ جَمِيْعٌ لَّدَيْنَا مُحْضَرُوْنَ
ing kānat illā ai ataw wā idatan fa iżā hum jamī'ul ladainā mu ar n

Artinya : Teriakan itu hanya sekali saja, maka seketika itu mereka semua dihadapkan kepada Kami (untuk dihisab).

54. فَالْيَوْمَ لَا تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْـ ًا وَّلَا تُجْزَوْنَ اِلَّا مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ
fal-yauma lā tu lamu nafsun syai`aw wa lā tujzauna illā mā kuntum ta'mal n

Artinya : Maka pada hari itu seseorang tidak akan dirugikan sedikit pun dan kamu tidak akan diberi balasan, kecuali sesuai dengan apa yang telah kamu kerjakan.

55. اِنَّ اَصْح بَ الْجَنَّةِ الْيَوْمَ فِيْ شُغُلٍ ف كِهُوْنَ
inna a - ābal-jannatil-yauma fī syugulin fākih n

Artinya : Sesungguhnya penghuni surga pada hari itu bersenang-senang dalam kesibukan (mereka).

56. هُمْ وَاَزْوَاجُهُمْ فِيْ ظِل لٍ عَلَى الْاَرَاۤى ِكِ مُتَّكِـ ُوْنَ
hum wa azwājuhum fī ilālin 'alal-arā`iki muttaki` n

Artinya : Mereka dan pasangan-pasangannya berada dalam tempat yang teduh, bersandar di atas dipan-dipan.

57. لَهُمْ فِيْهَا فَاكِهَةٌ وَّلَهُمْ مَّا يَدَّعُوْنَ
lahum fīhā fākihatuw wa lahum mā yadda' n

Artinya : Di surga itu mereka memperoleh buah-buahan dan memperoleh apa saja yang mereka inginkan.

58. سَل مٌ قَوْلًا مِّنْ رَّبٍّ رَّحِيْمٍ
salām, qaulam mir rabbir ra īm

Artinya : (Kepada mereka dikatakan), “Salam,” sebagai ucapan selamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang.

59. وَامْتَازُوا الْيَوْمَ اَيُّهَا الْمُجْرِمُوْنَ
wamtāzul-yauma ayyuhal-mujrim n

Artinya : Dan (dikatakan kepada orang-orang kafir), “Berpisahlah kamu (dari orang-orang mukmin) pada hari ini, wahai orang-orang yang berdosa!

60. اَلَمْ اَعْهَدْ اِلَيْكُمْ ي بَنِيْ ا دَمَ اَنْ لَّا تَعْبُدُوا الشَّيْط نَ اِنَّه لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ
a lam a'had ilaikum yā banī ādama al lā ta'budusy-syai ān, innah lakum 'aduwwum mubīn

Artinya : Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu wahai anak cucu Adam agar kamu tidak menyembah setan? Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagi kamu,

61. وَاَنِ اعْبُدُوْنِيْ ه ذَا صِرَاطٌ مُّسْتَقِيْمٌ
wa ani'bud nī, hāżā irā um mustaqīm

Artinya : dan hendaklah kamu menyembah-Ku. Inilah jalan yang lurus.”

62. وَلَقَدْ اَضَلَّ مِنْكُمْ جِبِلًّا كَثِيْرًا اَفَلَمْ تَكُوْنُوْا تَعْقِلُوْنَ
wa laqad a alla mingkum jibillang ka īrā, a fa lam tak n ta'qil n

Artinya : Dan sungguh, ia (setan itu) telah menyesatkan sebagian besar di antara kamu. Maka apakah kamu tidak mengerti?

63. ه ذِه جَهَنَّمُ الَّتِيْ كُنْتُمْ تُوْعَدُوْنَ
hāżihī jahannamullatī kuntum t 'ad n

Artinya : Inilah (neraka) Jahanam yang dahulu telah diperingatkan kepadamu.

64. اِصْلَوْهَا الْيَوْمَ بِمَا كُنْتُمْ تَكْفُرُوْنَ
i lauhal-yauma bimā kuntum takfur n

Artinya : Masuklah ke dalamnya pada hari ini karena dahulu kamu mengingkarinya.

65. اَلْيَوْمَ نَخْتِمُ عَل ى اَفْوَاهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَا اَيْدِيْهِمْ وَتَشْهَدُ اَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ
al-yauma nakhtimu 'alā afwāhihim wa tukallimunā aidīhim wa tasy-hadu arjuluhum bimā kān yaksib n

Artinya : Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; tangan mereka akan berkata kepada Kami dan kaki mereka akan memberi kesaksian terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.

66. وَلَوْ نَشَاۤءُ لَطَمَسْنَا عَل ى اَعْيُنِهِمْ فَاسْتَبَقُوا الصِّرَاطَ فَاَنّ ى يُبْصِرُوْنَ
walau nasyā`u la amasnā 'alā a'yunihim fastabaqu - irā a fa annā yub ir n

Artinya : Dan jika Kami menghendaki, pastilah Kami hapuskan penglihatan mata mereka; sehingga mereka berlomba-lomba (mencari) jalan. Maka bagaimana mungkin mereka dapat melihat?

67. وَلَوْ نَشَاۤءُ لَمَسَخْن هُمْ عَل ى مَكَانَتِهِمْ فَمَا اسْتَطَاعُوْا مُضِيًّا وَّلَا يَرْجِعُوْنَ
walau nasyā`u lamasakhnāhum 'alā makānatihim famasta ā' mu iyyaw wa lā yarji' n

Artinya : Dan jika Kami menghendaki, pastilah Kami ubah bentuk mereka di tempat mereka berada; sehingga mereka tidak sanggup berjalan lagi dan juga tidak sanggup kembali.

68. وَمَنْ نُّعَمِّرْهُ نُنَكِّسْهُ فِى الْخَلْقِ اَفَلَا يَعْقِلُوْنَ
wa man nu'ammir-hu nunakkis-hu fil-khalq, a fa lā ya'qil n

Artinya : Dan barangsiapa Kami panjangkan umurnya niscaya Kami kembalikan dia kepada awal kejadian(nya). Maka mengapa mereka tidak mengerti?

69. وَمَا عَلَّمْن هُ الشِّعْرَ وَمَا يَنْ بَغِيْ لَه اِنْ هُوَ اِلَّا ذِكْرٌ وَّقُرْا نٌ مُّبِيْنٌ
wa mā 'allamnāhusy-syi'ra wa mā yambagī lah, in huwa illā żikruw wa qur`ānum mubīn

Artinya : Dan Kami tidak mengajarkan syair kepadanya (Muhammad) dan bersyair itu tidaklah pantas baginya. Al-Qur'an itu tidak lain hanyalah pelajaran dan Kitab yang jelas,

70. لِّيُنْذِرَ مَنْ كَانَ حَيًّا وَّيَحِقَّ الْقَوْلُ عَلَى الْك فِرِيْنَl
iyunżira mang kāna ayyaw wa ya iqqal-qaulu 'alal-kāfirīn

Artinya : agar dia (Muhammad) memberi peringatan kepada orang-orang yang hidup (hatinya) dan agar pasti ketetapan (azab) terhadap orang-orang kafir.

71. اَوَلَمْ يَرَوْا اَنَّا خَلَقْنَا لَهُمْ مِّمَّا عَمِلَتْ اَيْدِيْنَا اَنْعَامًا فَهُمْ لَهَا مَالِكُوْنَ
a wa lam yarau annā khalaqnā lahum mimmā 'amilat aidīnā an'āman fa hum lahā mālik n

Artinya : Dan tidakkah mereka melihat bahwa Kami telah menciptakan hewan ternak untuk mereka, yaitu sebagian dari apa yang telah Kami ciptakan dengan kekuasaan Kami, lalu mereka menguasainya?

72. وَذَلَّلْن هَا لَهُمْ فَمِنْهَا رَكُوْبُهُمْ وَمِنْهَا يَأْكُلُوْنَ
wa żallalnāhā lahum fa min-hā rak buhum wa min-hā ya`kul n

Artinya : Dan Kami menundukkannya (hewan-hewan itu) untuk mereka; lalu sebagiannya untuk menjadi tunggangan mereka dan sebagian untuk mereka makan.

73. وَلَهُمْ فِيْهَا مَنَافِعُ وَمَشَارِبُ اَفَلَا يَشْكُرُوْنَ
wa lahum fīhā manāfi'u wa masyārib, a fa lā yasykur n

Artinya : Dan mereka memperoleh berbagai manfaat dan minuman darinya. Maka mengapa mereka tidak bersyukur?

74. وَاتَّخَذُوْا مِنْ دُوْنِ اللّ هِ ا لِهَةً لَّعَلَّهُمْ يُنْصَرُوْنَ
wattakhaż min d nillāhi ālihatal la'allahum yun ar n

Artinya : Dan mereka mengambil sesembahan selain Allah agar mereka mendapat pertolongan.

75. لَا يَسْتَطِيْعُوْنَ نَصْرَهُمْ وَهُمْ لَهُمْ جُنْدٌ مُّحْضَرُوْنَ
lā yasta ī' na na rahum wa hum lahum jundum mu ar n

Artinya : Mereka (sesembahan) itu tidak dapat menolong mereka; padahal mereka itu menjadi tentara yang disiapkan untuk menjaga (sesembahan) itu.

76. فَلَا يَحْزُنْكَ قَوْلُهُمْ اِنَّا نَعْلَمُ مَا يُسِرُّوْنَ وَمَا يُعْلِنُوْنَ
fa lā ya zungka qauluhum, innā na'lamu mā yusirr na wa mā yu'lin n

Artinya : Maka jangan sampai ucapan mereka membuat engkau (Muhammad) bersedih hati. Sungguh, Kami mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka nyatakan.

77. اَوَلَمْ يَرَ الْاِنْسَانُ اَنَّا خَلَقْن هُ مِنْ نُّطْفَةٍ فَاِذَا هُوَ خَصِيْمٌ مُّبِيْنٌ
a wa lam yaral-insānu annā khalaqnāhu min nu fatin fa iżā huwa kha īmum mubīn

Artinya : Dan tidakkah manusia memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setetes mani, ternyata dia menjadi musuh yang nyata!

78. وَضَرَبَ لَنَا مَثَلًا وَّنَسِيَ خَلْقَه قَالَ مَنْ يُّحْيِ الْعِظَامَ وَهِيَ رَمِيْمٌ
wa araba lanā ma alaw wa nasiya khalqah, qāla may yu yil-'i āma wa hiya ramīm

Artinya : Dan dia membuat perumpamaan bagi Kami dan melupakan asal kejadiannya; dia berkata, “Siapakah yang dapat menghidupkan tulang-belulang, yang telah hancur luluh?”

79. قُلْ يُحْيِيْهَا الَّذِيْ اَنْشَاَهَا اَوَّلَ مَرَّةٍ وَهُوَ بِكُلِّ خَلْقٍ عَلِيْمٌ
qul yu yīhallażī ansya`ahā awwala marrah, wa huwa bikulli khalqin 'alīm

Artinya : Katakanlah (Muhammad), “Yang akan menghidupkannya ialah (Allah) yang menciptakannya pertama kali. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk,

80.  ِالَّذِيْ جَعَلَ لَكُمْ مِّنَ الشَّجَرِ الْاَخْضَرِ نَارًا فَاِذَا اَنْتُمْ مِّنْهُ تُوْقِدُوْنَallażī ja'ala lakum minasy-syajaril-akh ari nāran fa iżā antum min-hu t qid nyaitu (Allah) yang menjadikan api untukmu dari kayu yang hijau, maka seketika itu kamu nyalakan (api) dari kayu itu.”

81. اَوَلَيْسَ الَّذِيْ خَلَقَ السَّم و تِ وَالْاَرْضَ بِق دِرٍ عَل ى اَنْ يَّخْلُقَ مِثْلَهُمْ بَل ى وَهُوَ الْخَلّ قُ الْعَلِيْمُ
a wa laisallażī khalaqas-samāwāti wal-ar a biqādirin 'alā ay yakhluqa mi lahum, balā wa huwal-khallāqul-'alīm

Artinya : Dan bukankah (Allah) yang menciptakan langit dan bumi, mampu menciptakan kembali yang serupa itu (jasad mereka yang sudah hancur itu)? Benar, dan Dia Maha Pencipta, Maha Mengetahui.

82. اِنَّمَا اَمْرُه اِذَا اَرَادَ شَيْـ ًاۖ اَنْ يَّقُوْلَ لَه كُنْ فَيَكُوْنُ
innamā amruhū iżā arāda syai`an ay yaq la lah kun fa yak n

Artinya : Sesungguhnya urusan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu Dia hanya berkata kepadanya, “Jadilah!” Maka jadilah sesuatu itu.

83. فَسُبْح نَ الَّذِيْ بِيَدِه مَلَكُوْتُ كُلِّ شَيْءٍ وَّاِلَيْهِ تُرْجَعُوْنَf
a sub- ānallażī biyadihī malak tu kulli syai`iw wa ilaihi turja' n

Artinya : Maka Mahasuci (Allah) yang di tangan-Nya kekuasaan atas segala sesuatu dan kepada-Nya kamu dikembalikan. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

‎Ikuti saluran Tribun Pontianak di WhatsApp: KLIK DISINI

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved