Pilkada 2024

Gelar Media Gathering Bersama Insan Pers, KPU Mempawah Gencarkan Tahapan Coklit Pilkada 2024

Pertemuan yang menghadirkan awak media ini dilaksanakan di Kafe Nordu, Jalan Gusti Muhammad Taufik, Kelurahan Terusan, Kecamatan Mempawah Hilir.

Penulis: Ramadhan | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Ramadhan
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, menggelar kegiatan Media Gathering publikasi informasi tahapan, program dan jadwal Pilkada Serentak 2024 bersama Insan Pers di Kabupaten Mempawah, di Kafe Nordu, Jalan Gusti Muhammad Taufik, Kelurahan Terusan, Kecamatan Mempawah Hilir, Kamis 4 Juli 2024. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, menggelar kegiatan Media Gathering publikasi informasi tahapan, program dan jadwal Pilkada Serentak 2024 bersama Insan Pers di Kabupaten Mempawah.

Pertemuan yang menghadirkan awak media ini dilaksanakan di Kafe Nordu, Jalan Gusti Muhammad Taufik, Kelurahan Terusan, Kecamatan Mempawah Hilir, Kamis 4 Juli 2024.

Hadir empat komisioner KPU Mempawah, Rasidi selaku Pelaksana Harian (Plh) Ketua KPU Mempawah, beserta anggota KPU Mempawah lainnya, M Syahbandi, M Abdullah, dan Mashudi.

Dalam kesempatan itu, Rasidi mengatakan media gathering yang mengudang awak media ini memiliki arti penting karena sebagai wadah menyampaikan informasi terkait tahapan Pilkada Serentak 2024.

Baca juga: KPU Landak Paparkan Progres Coklit Untuk Pilkada Serentak Tahun 2024

"Kami tahu media massa memiliki peran penting dan krusial sebagai mitra KPU Mempawah menyampaikan informasi secara luas terkait tahapan, program dan jadwal Pilkada Serentak 2024," katanya.

Rasidi melanjutkan saat ini tahapan Pilkada Serentak 2024 sudah memasuki fase pencocokan dan penelitian (coklit) yang dilakukan petugas panitia pemuktahiran data pemilih (pantarlih) sejak 24 Juni-24 Juli 2024.

"Saat ini petugas Pantarlih sedang melakukan coklit untuk mencocokkan Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) dari Kemendagri dengan keabsahan dokumen kependudukan warga seperti KTP atau KK," jelasnya.

Rasidi menyebut, bantuan dari masyarakat sangatlah penting agar coklit dapat berjalan lancar. Sebab dengan pemuktahiran data, dapat diketahui, apakah ada warga yang sudah pindah domisili, meninggal dunia dan lainnya.

"Untuk itu kami mengharapkan masyarakat dapat menerima kedatangan petugas Pantarlih untuk melakukan kegiatan coklit. Mohon bantuan agar kegiatan ini berjalan lancar," ujarnya.

Senada dengan Rasidi, Mashudi Komisioner KPU yang membawahi Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat (Sosdiklihparmas) menyebut peran media massa dalam penyebaran informasi sangatlah penting.

"Dengan adanya kolaborasi yang baik antara KPU dan media massa, kita optimis tidak ada lagi istilah kurang sosialisasi di masyarakat pada setiap tahapan Pilkada Serentak 2024," bebernya.

Mashudi turut menambahkan, coklit merupakan tahapan sangat penting dalam pelaksanaan Pemilu, termasuk Pilkada Serentak 2024. Sebab coklit bertujuan untuk pemutakhiran data pemilih.

“Data pemilih (DP4) dari Kementerian Dalam Negeri RI yang diterima KPU, kemudian kita cocokkan melalui proses coklit. Untuk itu, petugas Pantarlih akan mendatangi para pemilih secara langsung dari rumah ke rumah,” ujarnya.

Selain itu, masyarakat juga diminta memberikan data yang benar dan jujur saat dilakukan coklit. Misalnya, jika memang ada anggota keluarganya yang menyandang disabilitas agar disampaikan secara terbuka kepada Pantarlih.

“Kejujuran masyarakat sangat menentukan pada proses pemungutan suara, karena nantinya penyandang disabilitas akan bisa difasilitasi KPU melalui KPPS saat menggunakan hak pilihnya di TPS,” tegasnya.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved