Drainase Kota Sintang Buruk, Banyak Daerah Resapan Air Ditimbus untuk Bangunan Baru

Dinas Lingkungan Hidup, tidak punya wewenang untuk memperbaiki kerusakan drainase. Pihaknya hanya bertugas untuk melakukan pembersihan, baik rumput ma

Penulis: Agus Pujianto | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/AGUS PUJIANTO
Kabid Kebersihan dan Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sintang, Kornelius Parang Kunci. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Kondisi drainase Kota Sintang memprihatinkan. Persoalan ini diperparah dengan banyaknya daerah resapan air yang ditimbus untuk bangunan baru. Akibatnya pasca hujan deras banyak genangan air di sejumlah titik ruas jalan.

“Kondisi drainasenya yang memprihatinkan. Udah gak ada daerah resapan air, banyak ditimbus ,” ungkap Kabid Kebersihan dan Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sintang, Kornelius Parang Kunci.

Menurut Kornelius, bukan sampah atau endapan lumpur yang menyebabkan drainase sumbat. Sebagian besar kata dia, justru banyak batu, gorong-gorong kecil dan banyak faktor lainnya.

Dinas Lingkungan Hidup, tidak punya wewenang untuk memperbaiki kerusakan drainase. Pihaknya hanya bertugas untuk melakukan pembersihan, baik rumput maupun endapan lumpur.

“Perbaikain drainase, bukan kewenangan kami. Kami Hanya pembersihan, penebasan. Rutin kami lakukan setiap hari. Perbaikan drainase wewenang Dinas Perkim. Drainase sumbat seperti di depan kantor kami, ada drainase roboh, batunya buat sumbat. Ketika kita mau angkat, dari OPD terkait melarang kita. Itu jadi masalah. Gimana mau dibersihkan kalau batu tidak diangkat. Masalah lainya Gorong-gorong. Jadi ada banyak faktor,” beber Kornelius.

Pemungutan Suara Ulang 2 TPS di Dapil 5 Sintang Tunggu Petunjuk Teknis KPU RI

Kornelius menyebut, gorong-gorong yang kecil perlu diperbesar sehingga memudahkan pembersihan. Selain itu, perlu juga dipikirkan jalur inspeksi untuk memudahkan penarikan lumpur menggunakan Ban.

“Kalau sekarang pakai ban pun tidak bisa, gak ada jalurnya, gak mungkin kita tarik ke jalan harus tarik lurus, gak ada jalan inspeksi ada,” katanya.

Berkurangnya daerah resapan air di Kota Sintang juga menjadi faktor. Sebab, daerah resapan air baik sungai maupun hutan yang dulunya mampu menyerap air hujan dengan baik kini sudah banyak ditimbus untuk bangunan.

“Banyak daerah resapan air berubah jadi bangunan. Dulu banyak daerah resapan air, sekarang ditimbus bikin gedung. Jalur ke arah sungai keriung, sudah ndak karuan. Bukan sampah yang nutup drainase. Sekarang hujan bentar saja, dhrma putra kebanjiran, dulu ndak. Mungkin pemerintah perlu memikirkan membuat embung. Sebab dulunya banyak rawa, hutan, sekarang sudah jadi bangunan,” ungkap Kornelius. (*)

Dapatkan Informasi Terkini dari Tribun Pontianak via SW DI SINI

Ikuti Terus Berita Terupdate Seputar Kalbar Hari Ini Di sini

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved