Disdikbud Kalbar Buka Pendidikan Layanan Khusus untuk Daerah Kepulauan di Kalbar

Dan untuk sekolah nya itu tetap menggunakan sekolah disana, dan untuk satuan administrasi pangkal nya , akan bergabung dengan SMA terdekat.

Penulis: Anggita Putri | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa
Foto Kadisdikbud Kalbar Rita saat berkunjung ke salah satu sekolah di Kota Pontianak. 

Seperti diketahui, Provinsi Kalbar sendiri mempunyai luas tiga kali lipat dari luas pulau Jawa. Kemudian beberapa daerah ada kepulauan, sehingga menjadi salah satu tantangan untuk penyediaan akses pendidikan.

Lalu, daerah lain yang akan dibuka untuk pendidikan layanan khusus yakni di Pulau Lemukutan, Kabupaten Kubu Raya yang sudah puluhan tahun tidak mempunyai SMA/ SMK disana.

“Selama ini anak-anak disana melanjutkan sekolah itu harus keluar dari pulau, yang terdekat bisa ke SMA N 1 Sungai Raya Kepulauan, atau SMK N 1 Sungai Raya Kepulauan,” ujarnya.

“Konsekuensi anak-anak ini tidak bisa Pulang Pergi, karna kalau pakai kapal motor ini, kalau jam 07.00 WIB berangkat dengan masa tempuh bisa 1 jam 30 menit, itu baru sampai ke Teluk Suak, belum ke sekolah lagi. Jadi waktu tempuhnya hampir 2 jam baru bisa sampai ke sekolah dengan resiko yang begitu besar,” tambah Rita.

Hal ini lah yang menjadi perhatian pihaknya. sehingga diambilkan kebijkan untuk membuka pendidikan layanan khusus di Pulau Lemukutan.

“Belum lama ini saya sudah koordinasi dengan perangkat desa disana, siswa yang melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA itu tidak sampai 50 persen . Saya juga sudah koordinasi ke sekolah terdekat, biasanya satu tahun yang melanjutkan paling 5 orang di SMA 1 Sungai Raya kepulauan, dan 7 orang di SMK N 1 Sungai Raya Kepulauan,” jelas Rita

Dikatakan Rita, sejauh ini lulusan SMP Pulau Lemukutan itu biasanya sekitar 22-30 siswa saja.

Artinya hanya 50 persen saja siswa SMP yang melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya.

“Tapi kan mereka harus keluar pulau dan harus kos atau menumpang di rumah keluarga. Tapi gimana kalau yang tak miliki biaya , otomatis tak bisa lanjut sekolah. Itu lah yang tak kita inginkan terjadi di Pulau Lemukutan,” jelas Rita.

Lebih lanjut, Rita mengatakan bahwa minggu lalu ia telah memutuskan untuk membuka sekolah pendidikan layanan khusus dengan mendatangkan guru dari SMA terdekat, dan menumpang di gedung SD yang layak digunakan di Pulau Lemukutan.

“Sama polanya, kalau ada praktek baru sesekali mereka ke sekolah induk. Itu namanya sekolah terbuka, studi kelayakannya juga sudah saya naikan ke pimpinan, tinggal dikoreksi dan persetujuan pimpinan untuk pendidikan layanan khusus di dua kepulauan ini,” ungkap Rita.

Inilah dikatakannya, sebagai salah satu upaya untuk memberikan kemudahan akses pendidikan di wilayah kepulaun,dan tidak menutup kemungkinan akan dibuka ditempat lain sambil pihak Disdikbud melihat potensi apa yang menyebabkan anak-anak di wilayah tersebut tak melanjutkan sekolah.

“Prinsip saya semua anak harus mendapatkan pendidikan, mau pendidikan formal di sekolah, non formal atau informal . Kami akan terus carikan solusi kita menciptkan SDM yang unggul dan berkualitas melalui pendidikan yang layak di Kalbar,” tegas Rita.

Bahkan, Disdikbud Kalbar telah mengambil keputusan untuk membuka PPDB untuk di dua lokasi tersebut, walaupun tidak ada gedung disana. Dikatakan Rita, tidak akan menjadi halangan untuk memberikan akses pendidikan.

“Kita bisa gunakan gedung yang ada di desa . Karena kita sama-sama membangun dan kita sudah koordinasi dengan dua kabupaten ini,” pungkasnya. (*)

Informasi Terkini Tribun Pontianak Kunjungi Saluran WhatsApp

Ikuti Terus Berita Terupdate Seputar Kalbar Hari Ini disini

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved