Urai Kemacetan, Harisson : Balai Jalan Negara Akan Lakukan Pelebaran Jalan Sultan Hamid II Tahun Ini
Pelebaran Jalan Sultan Hamid II akan segera dikerjakan, dengan tipe jalan dari 2 lajur 2 arah, menjadi 4 lajur 2 arah dengan lebar lajur 3.75 M.
Penulis: Anggita Putri | Editor: Try Juliansyah
TRIUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Duplikasi Jembatan Kapuas 1 telah resmi beroperasi sejak diresmikan oleh Presiden RI Jokowi pada Kamis, 21 Maret 2024.
Namun, dengan beroperasinya Duplikasi Jembatan Kapuas I masih belum sepenuhnya menjawab masalah kemacetan di area tersebut. Dan, masih terjadi kemacetan pada waktu-waktu tertentu.
Kemacetan kerap terlihat pada waktu sore hari, dimana pada jam warga pulang bekerja akan tampak sejumlah kendaraan mengular di sepanjang duplikasi jembatan kapuas 1.
Mengenai kemacetan yang masih terjadi di kawasan tersebut, Penjabat Gubernur Kalimantan Barat Harisson mengatakan bahwa Balai Jalan Nasional akan segera melaksanakan pekerjaan untuk pelebaran Jalan Sultan Hamid II.
“Jadi Balai Jalan Nasional segera akan melakukan pelebaran jalan. Rencananya akan dimulai pada tahun ini juga,” ujarnya.
Baca juga: Solusi Kemacetan di Jembatan Kapuas I, Pj Wali Kota Pontianak Harap Pelebaran Jalan Sultan Hamid II
Dikatakannya, bahwa pelebaran Jalan Sultan Hamid II akan segera dikerjakan, dengan tipe jalan dari 2 lajur 2 arah, menjadi 4 lajur 2 arah dengan lebar lajur 3.75 M.
Dikatakannya, hadirnya Duplikasi Jembatan Kapuas I saat ini telah menjadi solusi dari salah satu masalah penyebab kemacetan di daerah tersebut.
Namun belum dapat menjawab dari beberapa permasalahan penyebab kemacetan pada daerah tersebut.
“Penyebab nya kan ada beberapa”, lanjut Harisson.
Diantaranya ada nya traffic light di simpang empat tanray1, tanray2, sultan hamid2 tidak jauh dari turunan jembatan duplikasi kapuas 1 yang tentu saja menghambat arus lalu lintas dari arah jembatan duplikasi.
Sebelumnya, Harisson mengatakan idealnya perlu pembangunan flyover untuk mengatasi hambatan di traffic light. Namun untuk flyover dikatakannya masih dalam bentuk usulan ke pemerintah pusat.
“Kalau untuk flyover masih dalam bentuk usulan ke pemerintah pusat,” ucap Harisson.
Sementara waktu ini, kata Harisson dilakukan rekayasa lalu lintas dulu untuk mengurai kemacetan.
“Misalnya pada jam jam sibuk diatur waktu traffic light nya atau mangatur arus kendaraan yang akan melintas dari Jalan Tanray I ke Tanray 2 atau sebaliknya. Sehinga mengurangi kepadatan di persimpangan tersebut, dan masih banyak lagi rekayasa lalu lintas yang dapat dilakukan,” pungkas Harisson. (*)
Dapatkan Informasi Terkini dari Tribun Pontianak via SW disini
Ikuti Terus Berita Terupdate Seputar Kalbar Hari Ini disini
Aksi Mahasiswa Ricuh di DPRD Kalbar, Korlap Solmadapar Minta Reformasi Polri |
![]() |
---|
Polsek Noyan Cek Titik Hotspot, Pastikan Api Padam dan Situasi Terkendali |
![]() |
---|
Wapres Gibran Jadikan Foto Bersama Koh Asiang Sebagai Profil Instagram |
![]() |
---|
Bahasan Terima Lencana Darma Bakti, Harap Jadi Motivasi Seluruh Jajaran Pembina dan Anggota Pramuka |
![]() |
---|
Salah Satu Tuntutan Aksi Mahasiswa Meminta Agar Tunjangan DPRD Dihapuskan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.