Berita Viral

Kisah Viral Ramadan 2024, Momen Murid SD Beri THR untuk Guru Wali Kelas Ramai Disorot

Berikut kisah viral di bulan Ramadan 2024 mengungkap momen haru murid SD memberikan THR untuk sang wali kelas.

Editor: Rizky Zulham
KOMPAS
Ilustrasi THR - berikut ini tips mengelola keuangan saat mendapatkan THR. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Berikut kisah viral di bulan Ramadan 2024 mengungkap momen haru murid SD memberikan THR untuk sang wali kelas.

Unggahan foto yang menampilkan siswa sekolah dasar (SD) memberikan tunjangan hari raya (THR) berupa barang kepada wali kelas, ramai dibicarakan di media sosial.

Foto tersebut diunggah oleh akun X @tanyakanrl pada Senin (1/4/2024) pukul 17.12 WIB.

Dalam unggahan tersebut, tampak beberapa siswa berbaris dan membawa THR berupa makanan dan bahan minuman untuk wali kelasnya.

“THR untuk wali kelas 2A. Semoga berkah,” tulis keterangan dalam foto.

Resmi Terungkap! Penyebab THR hingga Gaji PNS April 2024 Telat Cair Diumumkan Sri Mulyani

Hingga Selasa (2/4/2024), unggahan tersebut ditonton lebih dari 1,3 juta kali, disukai lebih dari 11.000 akun, dan mendapatkan komentar lebih dari 1.000 akun.

“Duhhh nanti jadi kebiasaan ya gak sih? Gimana kalo ada orang tuanya yang gapunya ya,” tulis pengunggah.

Lantas, apa tanggapan pengamat pendidikan akan fenomena ini?

Tanggapan pengamat pendidikan

Pengamat pendidikan sekaligus CEO Jurusanku.com, Ina Liem mengatakan bahwa tindakan tersebut merupakan salah satu bentuk gratifikasi.

Meskipun tindakan tersebut didasari oleh perasaan sukarela, namun ada unsur tekanan sosial yang terjadi dalam kasus tersebut.

Saat semua anak memberikan barang kepada guru, anak yang tidak memberi dan hanya duduk saja mungkin akan merasa malu.

“Selama ada namanya, atau kelihatan orangnya siapa, meskipun orangnya mengatakan kalau hal tersebut merupakan bentuk terima kasih, itu merupakan gratifikasi,” ungkap Ina saat dihubungi Kompas.com, Selasa (2/4/2024).

Menurut Ina, dari pihak guru, akan ada rasa “sudah diberi sesuatu” sehingga dapat memicu pilih kasih atau favouritism secara tidak disengaja.

Ina juga mempertanyakan tujuan orangtua atau wali murid melakukan tindakan tersebut.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved