Pilkada 2024

Pengamat Politik Kalbar Minta KPU Tingkatkan Pemilih Rasional pada Pilkada 2024 Mendatang

Namun menurutnya, yang dibutuhkan dalam demokrasi selain tingginya tingkat partisipasi pemilih adalah pemilu berkualitas yang mengedepankan visi misi,

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/FILE
Pengamat Politik sekaligus Akademisi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisipol) Universitas Tanjungpura (Untan), Dr Zulkarnaen. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pengamat Politik sekaligus Akademisi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisipol) Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak, Dr Zulkarnaen memberikan masukan kepada penyelenggara pemilu untuk meningkatkan partisipasi pemilih pada Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) Kalimantan Barat (Kalbar) November 2024 mendatang.

Menurutnya, pemilih di Kalbar ini masih cenderung mengedepankan asas primordialisme dalam memilih.

Oleh karenanya, ia meminta agar KPU dapat mendorong meningkatnya pemilih rasional pada Pilkada Kalbar mendatang.

"Pemilih di Kalbar masih banyak berbasis primordial, KPU perlu mendorong agar pemilih rasional diperbanyak," ujarnya kepada Tribun Pontianak, Rabu 13 Maret 2024.

Dr Zulkarnaen menjelaskan isu primordialisme memang akan sangat mempengaruhi tingkat partisipasi pemilih pada Pilkada mendatang.

Namun menurutnya, yang dibutuhkan dalam demokrasi selain tingginya tingkat partisipasi pemilih adalah pemilu berkualitas yang mengedepankan visi misi, program dan rekam jejak peserta pemilu, bukan berbasis primordialisme.

Pengamat Politik Kalbar Ungkap Alasan Masyarakat Memilih Golput

"Tingkat partisipasi pilkada cenderung karena ada mobilisasi, arahan kuat," ucapnya.

"Trend partisipasi secara kuantitas akan meningkat jika memenuhi primordial, suku, agama, asal tinggal dari pemilih, dia akan berusaha datang ke TPS memberikan suara," jelasnya.

"Kita perlu pada pilkada ke depan selain kuantitas tinggi juga kualitas pilihan beranjak dari program, rekam jejak dan kepemimpinannya," tegasnya.

Selain itu, Dr Zulkarnaen juga mewanti-wanti agar politik uang dapat diantisipasi dalam Pilkada Kalbar mendatang.

"Masih maraknya politik uang di pemilu, hal yang buruk hadir dan beri suara TPS ada pesanan 'amplop' yang diterima," katanya.

"Pemilih yang sakit begini perlu dikurangi pada pilkada," pungkasnya. (*)

Dapatkan Informasi Terkini dari Tribun Pontianak via SW DI SINI

Ikuti Terus Berita Terupdate Seputar Kalbar Hari Ini Di sini

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved