Dinkes Landak Beri Tips Cara Pencegahan DBD, Minta Warga Punya Kesadaran
Lanjutnya, bahkan termasuk Fogging itu sebenarnya bisa dilakukan mandiri dengan membeli alat semprot nyamuk, seperti baygon dan hit.
Penulis: Alfon Pardosi | Editor: Faiz Iqbal Maulid
Pius mengatakan kalau Dinkes Landak selalu melakukan sosialisasi hingga melakukan kegiatan-kegiatan Promkes di Puskesmas.
"Karena kita punya jejaring di bawah, lewat Puskesmas lah kita informasikan itu," tambahnya.
Pius menyebut Puskesmas telah banyak mempromosikan informasi mengenai DBD, mulai dari cara pencegahan DBD, banyak di Medos, tergantung kita lagi rajin apa tidak.
"Abate di Puskesmas ada dibagikan, tapi bukan masalah dibagikan, namun apakah abate yang diberikan ini ditaburkan ke tempat air yang tergenang. Kalau dibagikan, saya tidak yakin abate yang diterima masyarakat ini benar ditaburkan," sebutnya.
Pius menyarankan untuk meminta abate yang sekarang ini berbentuk cair bukan lagi bubuk ke Puskesmas.
Kalau pun tidak ada di Puskesmas, nanti Puskesmas akan melakukan amprahan di Dinas Kesehatan.
Pius meminta masyarakat tak perlu khawatir soal DBD karena tenaga kesehatan selalu standby di seluruh Puskesmas.
"Rata-rata terlambat datang ke Puskesmas, karena apa, keluarga pasien itu kurang tanggap dengan kondisi demam si anak. Sudah hari ke empat ke lima baru datang di masa kritis yakni sudah DSS," kata dr Pius lagi.
• Kapolres Landak Hadiri Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Penghitungan Suara Pemilu Tahun 2024
Pius menjelaskan kalau DBD punya ciri khusus.
"Biasanya dia dikasi obat penurun panas ndk mau turun panasnya, tetap di angka 38-39 derajat, Kalau sudah begitu, demam tidak turun-turun perlulah kita curigai itu demam berdarah," katanya.
"Walau pun misalnya setelah pemeriksaan ternyata bukan, tapi antisipasi lebih baik demikian. Makanya perlu observasi, cek lab secara berkala, dan pastikan tidak ada penurunan trombositnya,"
"Jadi memang yang harus dilakukan ketika ada anggota keluarga yang alami demam dan dicurigai demam berdarah, cek sejak kapan dia demam, cek ada apa tidak bintik merah di tubuhnya," bebernya.
"Tapi kalau anak gemuk susah kelihatan karena tertutup lemak. Jadi curiga saja kalau anak demam. Jadi kasus kematian itu rata-rata karena terlambat tau kalau anak ini demam,"
"Februari 2024 hanya 2 kasus yang terlaporkan, belum terupdate. Sedangkan Januari 7 kasus. Jadi dari Januari-Februari ini ada 9 kasus yang terlaporkan, meninggal dunia tidak ada," pungkasnya.
(*)
Dapatkan Informasi Terkini dari Tribun Pontianak via SW disini
Ikuti Terus Berita Terupdate Seputar Kalbar Hari Ini disini
Jumat Berkah, Polwan Polres Landak Gelar Baksos dan Bakti Religi Sambut Hari Jadi ke-77 |
![]() |
---|
CUACA Kalbar Hari Ini di 14 Daerah! Lima Daerah Waspada Hujan Petir, Pontianak Masih Cerah Berawan |
![]() |
---|
Ziarah Ke Makam Juang, Kapolres Landak Sampaikan Pesan Penting |
![]() |
---|
Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Landak Ajak Masyarakat Bersih-bersih Lingkungan |
![]() |
---|
Polres Landak Beberkan Penanganan Kasus Periode Juli-Agustus 2025 |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.