Lokal Memilih

JPPR dan Mahasiswa Singkawang Gelar Aksi Peduli Bagi Anggota KPPS Alami Musibah

Gadis berusia 20 tahun ini tampak berusaha membuat orang di sekitarnya terutama orangtuanya tidak menjadi sedih.

Penulis: Imam Maksum | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa
JPPR Kota Singkawang menggandeng Aliansi Mahasiswa Singkawang menggelar aksi peduli bagi petugas KPPS yang mengalami musibah di Kota Singkawang, Selasa 5 Maret 2024. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) Kota Singkawang menggandeng Aliansi Mahasiswa Singkawang menggelar aksi peduli bagi petugas KPPS yang mengalami musibah, Selasa 5 Maret 2024.

Aksi tersebut diikuti sejumlah mahasiswa dari berbagai kampus termasuk HMI Cabang Singkawang.

Kepedulian ditujukan untuk Ramadanti Oktavia (20), petugas KPPS yang mengalami kecelakaan lalu lintas saat melaksanakan tugas.

Aksi peduli bagi pejuang demokrasi ini dipimpin secara langsung Koordinator Daerah JPPR Kota Singkawang Romiyanto didampingi Koordinator Divisi Pendidikan Pemilih Suhendra.

Bantuan atau tali asih diserahkan kepada Ramadanti Oktavia di Jalan Pramuka Gang Keluarga 1 RT 37 Rw 01 Nomor 30 Kelurahan Condong Kecamatan Singkawang Tengah.

Baca juga: Pimpin Apel, Berikut Arahan Serta Penekanan Kapolres Kepada Personel dan ASN Polres Singkawang

Kedatangan rombongan diterima Supriyani, ibu korban dengan penuh kehangatan.

Ia bercerita mengenai perkembangan anaknya yang menjadi korban lakalantas saat mengantarkan undangan C-1 pemberitahuan kepada pemilih.

Sambil menyeka air matanya, ibu korban mengingat saat dirinya terkejut ketika diberitahu anaknya menjadi korban kecelakaan lalu lintas sehingga harus dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis.

“Mudah-mudahan anak saya sembuh seperti dulu, namun Allah berkehendak lain. Tapi saya tetap bertawakal kepada Allah atas nasib anak saya,” ujar Supriyani.

Paska dirawat di rumah sakit, kata Supriyani, anaknya lebih banyak diam dan memang tidak mau menceritakan sakit yang dialaminya lantaran tidak mau menjadi beban pikiran orangtuanya.

Anak kedelapan pasangan dari Mulyadi dan Supriyani berusaha tetap tegar lantaran mata sebelah kanan korban diprediksi dokter medis akan mengalami kebutaan.

Gadis berusia 20 tahun ini tampak berusaha membuat orang di sekitarnya terutama orangtuanya tidak menjadi sedih.

Supriyani menceritakan paska operasi, dikunjungi berbagai pihak termasuk Kapolres Singkawang AKBP Fatchur Rochman dan jajaran untuk memberikan tali asih bersama dengan Anggota KPU Kota Singkawang Ayu Gintari.

Menurut penuturan Supriyani, pengobatan anaknya akan ditanggung asuransi oleh pihak KPU Kota Singkawang. Namun dirinya masih menunggu proses asuransi lantaran pada 8 Maret 2024 diminta agar menjalani pengobatan lanjutan atau operasi di RSUD dr Abdul Aziz Singkawang.

Bantuan semua pihak sangat diharapkan Supriyani lantaran setidaknya dapat membantu bagi pemulihan anaknya.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved