Ika Rizka Minta Pemkab Sintang Serius Tangani Peningkatan Kasus HIV/AIDS

Sejak tahun 2006--2023, total kumulatif kasus HIV/AIDS di Kabupaten Sintang mencapai 802 orang dan 155 orang di antaranya meninggal dunia. Saat ini ya

Penulis: Agus Pujianto | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/FILE
Duta HIV/ AIDS membagikan pita ke pengguna jalan sebagai bentuk kepedulian terhadap penderita HIV AIDS di peringatan Hari Aids se dunia. Pemerintah Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat diminta serius dalam memberikan perhatian dan penanggulangan terhadap kasus HIV/AIDS. Saat ini, keseriusan pemerintah dinilai kurang peduli dan terkesan hanya mengandalkan komunitas. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Pemerintah Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat diminta serius dalam memberikan perhatian dan penanggulangan terhadap kasus HIV/AIDS. Saat ini, keseriusan pemerintah dinilai kurang peduli dan terkesan hanya mengandalkan komunitas.

"HIV/AIDS sekarang gak dipedulikan lagi sama pemkab. Berharap sama teman-teman komunitas jak yang bergerak, mana bisa," kata Ika Rizka, Koordinator Ikatan Perempuan Positif Indonesia (IPPI) Provinsi Kalbar, Jumat 1 Maret 2023.

Menurut Ika, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) sudah benar dijadikan leading sektor sebagai penanganan HIV/AIDS. Namun, Pemkab Sintang melalui Dinas Kesehatan justru tidak ada dukungan.

"Ngarapkan dinkes tidak ada dana terus. Buat sosialisasi pun masa lah ndak ada. Intinya karena sudah gak ada bantuan global fund jadinya mereka dinkes pun gak mikir panjang buat pertahankan program yang memang sangat diperlukan untuk penanggulangan HIV/AIDS," beber Ika.

Data Dinas Kesehatan mencatat, kasus HIV/AIDS tahun 2023 di Kabupaten Sintang, meningkat.

Tak hanya diderita oleh remaja dan orangtua, bahkan anak kurang dari 4 tahun juga terinveksi virus ini.

Kasus HIV/AIDS tercatat sebanyak 97 orang di tahun 2022 meningkat menjadi 130 pada tahun 2023.

Sejak tahun 2006--2023, total kumulatif kasus HIV/AIDS di Kabupaten Sintang mencapai 802 orang dan 155 orang di antaranya meninggal dunia. Saat ini yang masih minum obat ARV ada 401 orang.

1.488 Temuan Kasus HIV/AIDS se-Kalbar Sepanjang 2023, Sintang Catat Peningkatan

Virus HIV/AIDS menyasar semua kalangan. Mulai dari lansia, hingga anak usia kurang dari 4 tahun lantaran tertular dari orangtuanya.

"Dasar dari data tu, terus apa yg sudah dilakukan mereka. Tahun ini apalagi sudah gak ada penjangkauan dan Pendampingan. Cuma mengharapkan pendukung sebaya dari teman komunitas," sesal Ika.

Penjangkau dan pendamping ini merupakan orang yang bertugas untuk memberikan edukasi, dukungan motivasi bagi ODHA dan keluarga terkait informasi HIV.

Mulai dari pengobatan, akses layanan kesehatan perawatan dan lain sebagainya.

Peran penjangkau dan pendamping ini sebagai upaya mengurangi stigma dan diskriminasi masyarakat terhadap Odha dan keluarganya.

"Keedulian terhadap anggaran yang harusnya ada untuk program penanggulangan. Sosialisasi lagi penting, terus kerjasama multipihak harus terus dijalankan. Contoh aja, dulu kalau satpol PP, BNN, KPA kalau turun sama-sama langsung scrining di tempat hiburan. Kalau ketahuan cepat langsung didampingi konseling dan pengobatan. Tapi sekarang KPA SK-nya sudah habis masa berlakunya. Sekretariat KPA tidak ada lagi. Pendanaan untuk program penanggulangan sudah tidak ada lagi, semua sudah di dinkes. Kenyataannya di dinkes gak ada dana buat program," beber Ika.

Vektor Subiarto, Koordinator Bidang Penyakit Menular pada Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang mengatakan meningkatnya kasus HIV/AIDS disebabkan oleh maraknya pergaulan bebas di kalangan remaja.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved