Dilema Petani Arang Batu Ampar, Bupati Jiwo Minta Segera Alih Usaha dan Pemkab Siapkan Solusi
Pihaknya telah melakukan berbagai diskusi untuk mencari solusi terbaik agar masyarakat tetap bisa bertahan tanpa merusak lingkungan.
Penulis: Ferlianus Tedi Yahya | Editor: Syahroni
Ringkasan Berita:
- Sujiwo menegaskan pemerintah Kubu Raya akan membantu petani arang bakau di Batu Ampar beralih mata pencaharian secara bertahap melalui program seperti keramba dan budidaya kelapa, dengan melibatkan pihak ketiga dan para ahli.
- Peralihan ini penting karena selain menjaga kelestarian mangrove, aktivitas arang juga berisiko terhadap kesehatan petani, sehingga pemerintah akan melakukan kajian komprehensif untuk mencari solusi terbaik bagi keberlangsungan hidup masyarakat.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Kehidupan para petani arang bakau di Desa Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya, kini berada di persimpangan.
Di satu sisi, aktivitas tersebut menjadi sumber utama penghidupan, namun di sisi lain menimbulkan persoalan lingkungan dan kesehatan yang tak bisa diabaikan.
Menanggapi kondisi ini, Bupati Sujiwo menegaskan bahwa persoalan petani arang menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Baca juga: Bejat! Kronologi Terbongkarnya Kasus Remaja Putri di Kubu Raya Jadi Korban Pelecehan Ayah Kandung
Ia menyebut, pihaknya telah melakukan berbagai diskusi untuk mencari solusi terbaik agar masyarakat tetap bisa bertahan tanpa merusak lingkungan.
“Ini menjadi tugas utama kami, terutama saya sebagai kepala daerah,” ujar Sujiwo saat diwawancarai pada Senin, 13 April 2026.
Sebagai langkah awal, pemerintah mendorong para petani untuk mulai beralih profesi secara bertahap.
Beberapa alternatif yang tengah dikaji antara lain pengembangan usaha keramba serta budidaya kelapa dalam.
Tak hanya itu, pemerintah juga berencana menggandeng pihak ketiga, termasuk NGO dan para ahli, guna memastikan program yang dijalankan benar-benar tepat sasaran.
Namun demikian, Sujiwo menegaskan bahwa proses peralihan ini tidak bisa dilakukan secara instan.
Dibutuhkan kajian mendalam serta pendekatan bertahap agar masyarakat tidak kehilangan sumber penghasilan secara tiba-tiba.
“Tidak bisa langsung berubah begitu saja. Harus ada proses, pemetaan, dan solusi yang benar-benar matang,” jelasnya.
Selain faktor ekonomi, aspek kesehatan juga menjadi perhatian.
Aktivitas produksi arang diketahui berisiko terhadap kesehatan, terutama gangguan paru-paru.
Di sisi lain, keberadaan hutan mangrove juga perlu dijaga demi kelestarian lingkungan jangka panjang.
Untuk itu, Sujiwo berencana turun langsung ke lapangan guna melakukan pemetaan kondisi masyarakat sekaligus merumuskan kebijakan yang komprehensif.
| 6 Peristiwa Terpopuler Kalbar! Remaja Putri di Kubu Raya Jadi Korban Pelecehan Ayah Kandung |
|
|---|
| Bejat! Kronologi Terbongkarnya Kasus Remaja Putri di Kubu Raya Jadi Korban Pelecehan Ayah Kandung |
|
|---|
| Harap Solusi, Agus : Jika Tidak Ada Solusi bagi Petani Arang Bakau, Itu Zalim Namanya |
|
|---|
| Kades Batu Ampar Ungkap Keluhan Petani Arang Bakau, Harap Pemerintah Berikan Solusi Pasti |
|
|---|
| Petani Bakau di Desa Batu Ampar dan Nantikan Uluran Tangan Pemerintah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/arang-mangrove-batu-ampar-3243434.jpg)