Tekan Inflasi di Kalbar, Bank Indonesia Sampaikan Peluang Hilirisasi Pangan dan Strategi 4K

Ini merupakan komiditas utama dukungan dari Bank Indonesia (BI) untuk kegiatan dalam rangka mendorong pengendalian inflasi daerah.

Penulis: Anggita Putri | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANGGITA PUTRI
Suasana saat High Level Meeting Provinsi, di Aula Bank Indonesia, Kalbar, pada Kamis 22 Februari 2024. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Kalbar, Nur Asyura Anggini Sari menjelaskan adanya peluang hilirisasi pangan yang bisa dilakukan, dalam rangka upaya pengendalian inflasi di Kalbar.

Terutama untuk komoditas yang didukung dengan program hilirisasi seperti beras, cabe, bawang, ikan, sawi, rumput laut dan telur.

Ini merupakan komiditas utama dukungan dari Bank Indonesia (BI) untuk kegiatan dalam rangka mendorong pengendalian inflasi daerah.

“Jadi untuk hilirisasi tujuh komoditas ini, Perwakilan Kantor BI di Kalbar tentu siap bersedia melakukan kerjasama untuk pengendalian inflasi terutama dalam giat hilirisasinya,” ucapnya pada High Level Meeting Provinsi, di Aula Bank Indonesia, Kalbar, pada Kamis 22 Februari 2024.

Dengan kondisi isu strategis tersebut, ia juga menyampaikan usulan rekomendasi dalam rangka Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan dengan Strategi 4K.

Baca juga: Kalimantan Barat Jadi Role Model Gelaran Rakornas Pemasaran Pariwisata Nasional

4K yang pertama dalam jangka pendek jelang HBKN yakni menjelang Bulan Suci Ramadhan, ia menyampaikan usulkan untuk pelaksanaan operasi pasar dan gelar pangan murah yang telah dilakukan sampai hari ini baik ditingkat provinsi hingga kabupaten kota untuk terus masif dilakukan.

“Kami usulkan pada komoditas beras, gula pasir, daging sapi, aneka cabe, daging dan ayam telur ras, bawang putih serta ikan kembung. Selain itu melakukan sidak pemantauan harga di pasar tradisinonal dan modern,” ujarnya.

Sedangkan untuk jangka panjang, ia mengusulkan implementasi program pasar penyeimbang dan memperbaiki tata niaga untuk memperpendek alur distribusi sehingga dapat menekan harga angkutan, serta mrngusulkan hiliriasi komoditas pangan.

Strategi 4K yang kedua adalah ketersediaan pasokan dengan menggalakan program tanam pangan terutama aneka cabe, sawi hijau sampai level rumah tangga , hingga mendorong intensfikasi budi daya ikan dan membantu pemberian pupuk alsintan dan tanaman pangan, untuk kelompok tani dan sentra-sentra produksi.

“Jangka panjangnya kami usulkan untuk penyusunan kerangka pangan yang terintegrasi di wilayah untuk memastikan pasokan antar waktu dan daerah,” ujarnya.

Strategi 4K yang ketiga, adalah memastikan kelancaran distribusi dengan pemantauan pasokan BBM, tentunya untuk terus dilakukan dan memperkuat fasilitasi distribusi pangan dan optimalisasi anggaran BTT.

Dan jangka panjangnya melakukan perbaikan infrastruktur, dan mitigasi banjir terutama di daerah sentra prosuksi di kabupaten kota di Kalbar.

Strategi 4K yang keempat, adalah melakukan komunikasi efektif untuk keseluruhan kabupaten kota. Seperti yang dilakukan hari ini, yakni lewat kegiatan high level meeting tingkat provinsi.

“Kegiatan ini untuk menyamakan langkah dalam pengendalian inflasi di Kalbar terutama menyambut hari kegamaan,” pungkasnya. (*)

Dapatkan Informasi Terkini dari Tribun Pontianak via SW DI SINI

Ikuti Terus Berita Terupdate Seputar Kalbar Hari Ini Di sini

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved