BPS Kalbar Sebut Program MBG Berpengaruh Terhadap Inflasi

BPS Provinsi Kalimantan Barat menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG) berpengaruh terhadap inflasi di Kalbar.

Penulis: Peggy Dania | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Peggy Dania
RILIS RESMI - Kepala BPS Provinsi Kalbar, Muh Saichudin saat diwawancarai usai rilis berita resmi statistik di Kantor BPS Kalbar, Senin 5 Januari 2026. 
Ringkasan Berita:
  • Kepala BPS Kalbar Muh Saichudin, mengungkapkan bahwa menu yang disajikan dalam program tersebut berbasis kebutuhan pokok.
  • BPS Kalbar pada akhir 2025 juga melakukan survei monitoring MBG untuk melihat bagaimana pelaksanaan program tersebut di lapangan.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Barat menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG) berpengaruh terhadap inflasi di Kalbar.

Kepala BPS Kalbar Muh Saichudin, mengungkapkan bahwa menu yang disajikan dalam program tersebut berbasis kebutuhan pokok.

“Kalau terkait dengan inflasi tentunya sangat berpengaruh. Karena kan menu-menunya kebutuhan pokok,” ujarnya dalam rilis berita resmi statistik di Kantor BPS Kalbar, Senin 5 Januari 2026.

BPS Kalbar pada akhir 2025 juga melakukan survei monitoring MBG untuk melihat bagaimana pelaksanaan program tersebut di lapangan.

Saichudin menyebut salah satu komoditas yang masih menjadi perhatian adalah telur ayam ras.

“Telur ayam ras sekarang masih tergolong meningkat harganya di bulan Desember. Kemudian juga daging ayam ras, sehingga memang pemerintah harus mengantisipasi terkait dengan program MBG,” katanya.

Baca juga: BPS Catat Kunjungan Wisman ke Kalbar November 2025 Turun

Ia menjelaskan, Kalimantan Barat ke depan diperkirakan akan memiliki sekitar 500 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Sekarang kan baru sekitar 230 an SPPG. Nah menunya itu kan telur kalau tidak salah saya itu setiap minggu 2 kali. Berarti harus ada pemasok-pemasok itu dan program pemerintah melakukan bantuan terkait dengan pengadaan bantuan untuk peternak ayam itu akan mempengaruhi,” ucapnya.

Ia menyebut, kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami inflasi sebesar 0,36 persen dengan andil 0,13 persen.

“Yaitu ada cabai rawit, daging ayam ras, bawang merah, dan telur ayam ras,” pungkasnya.

Sebelumnya, BPS Kalbar mencatat inflasi Kalbar pada Desember 2025 terhadap November 2025 sebesar 0,28 persen. Sementara secara tahunan (year on year) inflasi Kalbar berada di angka 1,85 persen. (*)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved