Banjir Rob 2 Meter Ancam Pontianak, Warga Saling Mengingatkan dan Jaga Anak-anak dari Bahaya

Dwi Isdianto, mengatakan banjir rob kali ini masih tergolong lebih rendah dibandingkan kejadian serupa pada Desember lalu.

Penulis: Peggy Dania | Editor: Syahroni
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID
BANJIR ROB - Genangan banjir rob tampak memasuki permukiman warga di Gang Dungun, Jalan Gajah Mada, Pontianak, Provinsi Kalbar, Minggu 4 Januari 2026. Meski air belum terlalu tinggi warga tetap waspada. 

Ringkasan Berita:
  1. Genangan air laut pasang terjadi di beberapa titik vital seperti Pasar Flamboyan, Jalan Veteran, dan permukiman warga di Gang Dungun, Pontianak Selatan. Air bahkan mulai masuk ke halaman hingga sebagian rumah warga.
  2. Potensi banjir rob diprediksi berlangsung pada 1–9 Januari 2026, dengan puncak pasang tertinggi terjadi bertahap antara 4–7 Januari pada pagi hari. Kondisi ini berisiko menimbulkan genangan di wilayah pesisir dan dataran rendah.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID – Fenomena banjir rob melanda sejumlah wilayah di Kota Pontianak, Kalimantan Barat Minggu, 4 Januari 2026.

genangan air laut pasang mulai merendam beberapa titik vital, di antaranya Pasar Flamboyan, Jalan Veteran, hingga kawasan permukiman warga di Gang Dungun, Jalan Gajah Mada, Kelurahan Benua Melayu Darat, Kecamatan Pontianak Selatan.

Di Gang Dungun, air terlihat menggenangi halaman rumah warga dan sebagian mulai masuk ke dalam bangunan.

Baca juga: Pedagang Pasar Flamboyan Tetap Beraktivitas Meski Banjir Rob Mulai Naik

Sejumlah warga tampak sigap menyapu dan mengalirkan air keluar rumah untuk mencegah genangan semakin meluas.

Salah seorang warga, Dwi Isdianto, mengatakan banjir rob kali ini masih tergolong lebih rendah dibandingkan kejadian serupa pada Desember lalu.

Menurutnya, saat banjir rob sebelumnya, air bahkan masuk hingga ke dalam rumah warga.

“Yang sekarang ini agak rendah. Kalau yang kemarin-kemarin itu tinggi sampai masuk rumah. Kalau sekarang rumah saya masih aman karena posisinya agak tinggi, tapi rumah warga lain banyak yang sudah kemasukan air,” ungkap Dwi.

Dwi menambahkan, warga sebenarnya sudah mendapat peringatan dini dari BMKG terkait potensi banjir rob yang diprediksi bisa mencapai ketinggian hingga dua meter dari permukaan laut. Mengingat kondisi wilayah yang relatif rendah, kewaspadaan menjadi hal utama.

“Kita harus waspada karena daerah sini kan rendah,” katanya.

Baca juga: Peringatan Dini! Waspada Banjir Rob 2 Meter Awal Januari, BMKG: Pasang Puncak 4-7 Januari 2026

Sebagai langkah antisipasi, warga Gang Dungun lebih mengandalkan komunikasi dan saling mengingatkan antarwarga. 

Jika air laut pasang meningkat drastis, mereka sudah siap mencari tempat yang lebih tinggi demi keselamatan.

“Antisipasi saya hanya mengarahkan anak-anak dan warga di sini. Kalau sampai dua meter, ya kita lari saja cari tempat yang lebih tinggi. Kalau banjir besar, ya kita numpang ke situ,” jelasnya.

Meski BMKG memprediksi potensi banjir rob dapat berlangsung hingga 8 Januari 2026, Dwi berharap kondisi tidak semakin memburuk. Ia juga mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak panik berlebihan.

“Jangan terlalu dihebohkan juga, nanti warga malah panik. Tapi kalau sampai dua meter, ya kami lari,” ujarnya.

Hingga saat ini, aktivitas warga Gang Dungun masih berjalan normal.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved